31 C
Semarang
Senin, 19 April 2021

Bibit dan Muhtarom Ajak Dukung KPK dan APH

spot_img
spot_img

SEMARANG-Masalah korupsi tidak akan pernah hilang dari muka bumi ini. Di sepanjang sejarah kehidupan manusia, termasuk dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara korupsi selalu ada dan semakin kronis bahkan menjadi sebuah budaya yang menakutkan dan paling merugikan di pemerintahan maupun masyarakat.

Namun demikian sebagai generasi bangsa haruslah terus memerangi permasalahan korupsi, jangan apatis maupun berpangku diri, jangan pasrahkan hanya kepada negara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kejaksaan maupun kepolisian semata.

Hal itu diasampaikan Mantan Wakil Ketua KPK, Bibit Samad Rianto dalam acara “Galang Petisi” dukungan KPK dan APH yang diadakan disela-sela “Seminar Nasional” dalam rangka pembukaan “Sekolah Anti Korupsi” di Aula Seminar Lantai 3 Kampus Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Minggu (26/11) sore.

Bibit yang juga Ketua umum DPP GMPK tersebut menyampaikan, meskipun sudah ada KPK, kepolisian dan kejaksaan serta sudah ada hukuman berat bagi koruptor, namun budaya korupsi akan selalu hidup mewarnai sisi gelap kehidupan manusia.

“Korupsi itu akan selalu hidup, maka tidak ada kata lain selain mengatakan tidak kepada Korupsi, bersikap memusuhi dan melawan kepada korupsi, bahkan menyatakan perang sampai kapanpun terhadap korupsi,”kata Bibit dengan nada geram.

Dalam keadaan gerimis, sebanyak 217 mahasiswa dan warga di seputar Sampangan, Semarang berbondong-bondong membubuhkan tanda tangan dukungan petisi di sebuah media MMT yang sudah disiapkan di halaman kampus, kemudian berlanjut membacakan pernyataan sikap secara serempak.

Rencananya petisi yang digalang Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kota Semarang bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unwahas tersebut akan dikirim ke KPK sebagai bentuk kongkrit dukungan masyarakat memperkuat KPK dan APH.

Dalam pernyataan sikapnya, pertama kali dipimpin oleh Pakar hukum pidana Unwahas Semarang, Prof Mahmutarom. Bersama seluruh peserta ia menyampaikan menolak segala upaya pelemahan KPK dalam penegakan tindak pidana korupsi. Kedua nendukung pemberantasan korupsi di Indonesia dengan melawan setiap pelemahan terhadap KPK, kepolisian,dan kejaksaan

“Ketiga optimalkan penegakan hukum tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme,” kata Rektor Unwahas yang akrab sapa Muhtarom tersebut. (jks/zal)

spot_img

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here