33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Proses Kredit Cukup 25 Menit

Tanpa Survei ke Rumah Konsumen

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG- Spektra, brand pembiayaan milik FIFGroup yang melayani kredit elektronik, perabot rumah tangga, dan gadget, menargetkan meluncurkan proses kredit cepat kurang dari 25 menit. Terobosan baru ini dilakukan untuk memudahkan konsumen dalam mengajukan kredit tanpa harus disurvei ke rumah.

Marketing Manager Spektra (FIF Group) Area Jawa Tengah, Reza Anggara Sutrisna, menjelaskan, program baru Spektra tersebut sebenarnya sudah dimulai sejak awal November lalu. Namun kali ini istimewa, karena kembali dilaunching oleh President Director PT Astra Multi Finance, Ardian Prasetya. Acara kick off  new process tersebut dihadiri oleh puluhan relasi Spektra di Semarang, mulai pemilik toko elektronik, store, furniture hingga gadget.

“Dengan program proses cepat tanpa survei ini, harapannya bisa meningkatkan jumlah transaksi kredit Spektra. Saat ini, dalam sebulan transaksi rata-rata sudah mencapai Rp 5,6 miliar,” kata Reza kepada Jawa Pos Radar Semarang saat launching proses kredit cepat 25 menit di Valle Resto, kemarin.

President Director PT Astra Multi Finance, Ardian Prasetya, mengatakan, proses kredit cepat 25 menit tanpa survei ini akan diterapkan secara nasional. Karena dengan kecanggihan teknologi informasi, semuanya bisa dilakukan dengan cepat, termasuk dalam pengajuan kredit.

“Zaman now mengajukan kredit tanpa perlu survei dengan mengunjungi rumah konsumen. Itu dinilai terlalu rumit, apalagi terkadang saat disurvei ke rumah, konsumen ternyata sedang pergi. Itu kan bikin lama,” ujar Ardian yang lahir dan besar di Kota Semarang.

Meski begitu, Ardian tetap meminta Kota Semarang menggelar pameran besar untuk mendongkrak transaksi. “Dibanding kota lain, Semarang masih kalah. Saat pameran di Surabaya bisa tembus Rp 9 miliar, di Manado Rp 6 miliar dan di Samarinda Rp 6,5 miliar. Itu yang kredit, belum yang bayar cash atau tunai. Karena itu, ke depan Semarang harus bikin pameran yang besar,” harapnya.

Selain itu, Ardian meminta database konsumen yang dimiliki FIFGroup dimanfaatkan. Sebab, sebagian besar transaksi di setiap pameran di Surabaya, Manado, Lombok maupun Samarinda adalah konsumen dari database yang diundang. “Database FIF sangat besar. Bahkan dari 10 konsumen sepeda motor, 3-4 di antaranya pasti pernah bekerjasama dengan FIF. Jadi, ini menjadi modal setiap menggelar event maupun pameran,” ucapnya. (aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pospam Polres Batang Terbaik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rasa lelah dan stres saat pengamanan arus mudik 2018 oleh anggota Polres Batang terbayar lunas, karena Pos Pengamanan (Pospam) mudik mereka...

350 Personel Siap Amankan Eksekusi Tol

KENDAL—Sebanyak 350 personel akan diterjunkan untuk mengamankan rencana eksekusi 98 bidang lahan di Desa Wungurejo dan Tejorejo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal yang terdampak pembangunan...

BI Dorong Pertumbuhan Industri Halal dalam Negeri

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Industri halal tumbuh pesat di dunia internasional, dan Indonesia sebagai salah satu pangsa pasar terbesar. Hal ini dinilai dapat menjadi ancaman pada perekonomian...

Produksi 5 Miliar Tablet

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PT Phapros Tbk tahun ini menargetkan produksi lebih dari 5 miliar tablet tambah darah (TTD). Hal tersebut selaras dengan program pemerintah...

Tepis Anggapan Wani Piro

TEMANGGUNG—Anggapan wani piro yang berkembang di tengah masyarakat ketika mendaftar rekrutmen anggota Polri, ditepis oleh Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwa. Maesa menjamin, tidak ada...

Kesbangpol Awasi Mantan Anggota HTI

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Meski sudah 1 tahun organisasi massa (Ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah dibubarkan oleh pemerintah RI, namun Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian...