Membaca Tingkatkan Menulis Narasi Berbahasa Jawa

spot_img

Dengan melihat latar belakang siswa banyak menggunakan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari – hari dan sulitnya pemakaian bahasa krama, maka guru harus pandai – pandai memilih media agar tujuan pembelajaran tercapai. Maka untuk mengatasi hal tersebut, guru menyiapkan contoh bacaan narasi berbahasa krama kemudian siswa membacanya dalam hati  bacaan itu supaya dipahami.

Guru membagikan kertas kosong. Lalu guru membagikan contoh bacaan narasi untuk dibaca siswa. Setiap siswa sudah memegang bacaan, satu siswa satu bacaan. Siswa membaca bacaan tersebut . Siswa mencari kata – kata sukar yang tidak tahu artinya. Siswa secara bergiliran menuliskan kata –kata sukar tersebut untuk dituliskan di papan tulis. Siswa mencatat kata –kata sukar yang tertera di papan tulis tersebut. Guru lalu bertanya kepada siswa. Setiap arti kata yang sukar tersebut ditawarkan kepada siswa. Siapa yang tahu artinya supaya menjawab.

Untuk kata yang sukar yang masih tersisa, guru menyuruh siswa untuk membuka kamus yang telah tersedia. Siswa yang sudah menemukan jawaban supaya mengacungkan tangan terlebih dahulu. Guru menyuruh siswa yang sudah mendapatkan jawaban arti kata dari kamus tadi. Siswa maju ke depan menuliskan arti kata yang terdapat dalam kamus.

Baca juga:   Pemahaman Karakter dan Tokoh Wayang Ramayana Lebih Asyik dengan Kuis Kahoot

Guru membantu siswa untuk mengartikan kata –kata sukar yang belum terjawab. Siswa mencatat arti kata –kata sukar yang terdapat di papan tulis dan dari keterangan guru.  Guru memberi pertanyaan tentang isi bacaan narasi dengan kata tanya apa, siapa, kapan, bagaimana. Siswa secara bergiliran menjawab pertanyaan dari guru. Semua pertanyaan dan jawaban dicatat oleh siswa di buku catatan.

Guru menyuruh siswa membaca dalam hati sekali lagi contoh bacaan narasi. Siswa membaca bacaan tersebut. Siswa membaca dengan tenang dan lancar. Setelah siswa selesai membaca bacaan ditarik oleh guru . Guru menyuruh siswa untuk menuliskan kembali bacaan narasi yang telah dibacanya. Selama siswa menuliskan karangan narasi, kelas kondisinya tenang, tidak ada suara siswa yang bertanya kepada siswa lainnya.

Setelah siswa selesai menulis karangan, siswa mengumpulkan karangan kepada guru. Secara acak, guru mengambil satu karangan hasil tulisan siswa. Guru menyuruh siswa maju ke depan untuk membacakan hasil karangan temannya. Siswa yang ditunjuk guru membacakan hasil karangan siswa tersebut. Siswa membaca karangan dengan lancar. Satu persatu hasil tulisan siswa diperiksa oleh guru. Nilai rata –rata tulisan tersebut bagus.

Baca juga:   Audio Visual Tingkatkan Daya Serap Pembelajaran Energi di Masa Pandemi

Berdasarkan pengamatan guru ketika siswa membuat karangan dengan media membaca, tidak ada anak yang bertanya kepada temannya, dan tidak ada anak yang bertanya kepada gurunya. Ini membuktikan bahwa dengan menulis narasi berbahasa Jawa bisa mengubah perilaku siswa  menjadi lebih aktif dan kreatif. (*/aro)

Guru SMP Negeri 18 Semarang

Author

Populer

Lainnya