33 C
Semarang
Rabu, 30 September 2020

Asah Kemampuan Open Mic Seminggu Dua Kali

Lebih Dekat dengan Komunitas Stand Up Comedy Kota Semarang

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Setiap orang memiliki kepuasan jika dapat membuat lawan biacaranya tertawa. Hal itu juga menjadi dambaan para komika atau sebutan bagi para pelaku stand up comedy. Di Semarang, para  komika ini tergabung dalam Komunitas Stand Up Comedy Kota Semarang (SUCKS). Seperti apa?

AFIATI TSALITSATI

KEPINTARAN mengolah kata dan membaca suasana sangat diperlukan oleh para komedian yang mengandalkan penyampaian dari materi yang dibawakannya. Bagi komunitas Stand Up Comedy Kota Semarang, hadir di tengah penonton dan berhasil memantik tawa digunakan untuk mengembangkan kepercayaan diri dan sebuah prestasi.

“Materi di stand up comedy harus informatif. Biasanya banyak mengambil dari pengalaman pribadi. Seringnya tentang keresahan,” ungkap anggota SUCS angkatan pertama, Obin Robin.

Komunitas para komika ini terbentuk pada 2011. Diketuai oleh Gondrong, saat ini SUCKS telah memiliki angota sebanyak 60 komika yang memiliki latar belakang beragam mulai usia SMP hingga yang telah berusia 50 tahun. Menjadi komika, tidak bisa serta merta seperti para komika anggota SUCKS yang rutin berlatih dalam kegiatan open mic. Tentunya di hadapan para penonton di sebuah kafe. “Kami open mic seminggu dua kali. Tiap Kamis dan Minggu,” terangnya.

Ia yang juga penyiar di C Radio Semarang itu menuturkan, penggemar stand up comedy sempat menurun. Tak hanya komikanya, namun juga penontonnya. Ia menceritakan pada 2016, komedi yang disampaikan secara monolog di Semarang benar-benar sepi. Tidak ada agenda open mic yang biasanya bisa dibanjiri penonton.

Beruntung, kondisi itu tak bertahan lama. Sebab, pada awal 2017, stand up comedy di Semarang mulai bangkit, bahkan dikenal hingga kancah nasional. Paling baru ialah Yoga Ya Yugo. Komika asal Semarang yang berhasil masuk delapan besar SUCA (Stand Up Comedy Academy) 3 Indosiar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...