Menggemari seni dan keindahan estetika dari wajah, menjadi alasan DR. dr. Puguh Riyanto, SpKK(K), FINDV, FAADV memutuskan untuk menjadi dokter spesialis kulit dan kelamin. Pria asli Semarang ini mengaku jika profesinya saat ini bukan sesuatu yang dikejarnya sejak duduk di bangku sekolah.

Selain itu, dokter spesialis kulit dan kelamin pada waktu itu tergolong spesialis yang baru dan belum banyak di Indonesia, terutama terkait kosmetik. Hingga akhirnya pada tahun 2002, ia pun memutuskan untuk mengambil spesialis tersebut di Universitas Diponegoro (Undip).

“Pada dasarnya saya itu senang dengan estetika, keindahan-keindahan seni, kaitannya dengan bidang saya itu ya estetika wajah,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Alasan lain yang melatarinya adalah karena pada tahun 2000, Kota Semarang merupakan rujukan dari kosmetik nasional. Artinya, produk kosmetik yang berasal dari Semarang, adalah yang terbaik se Indonesia. Itulah yang membuatnya semakin tertarik untuk menjadi Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin.

“Kemudian karena rumah sakit di Semarang juga fasilitasnya sudah bagus dan mumpuni, durasi sekolahnya juga tidak terlalu lama dibandingkan yang lain,” imbuhnya.

Puguh yang juga salah satu dosen pengajar di Universitas Diponegoro ini mengatakan bahwa dirinya selalu senang dengan pasien yang mempercayai hasil kerjanya. Namun, tak jarang ia juga mendapatkan pasien dengan kekurangan namun menginginkan hasil yang maksimal.