Tingkatkan Perekonomian Lewat Pertanian

  • Bagikan
MENGEMAS PRODUK : Pekerja sedang memasukkan gula kacang ke dalam kemasan sebelum di kirim ke sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat.
MENGEMAS PRODUK : Pekerja sedang memasukkan gula kacang ke dalam kemasan sebelum di kirim ke sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

SUMOWONO – Desa Bumen kecamatan Sumowono terus berupaya meningkatkan perekonomian warga masyarakatnya. Salah satu upaya yang dilakukan, yang juga menjadi upaya penekanan di Desa ini, adalah dengan memperkuat bidang pertanian.

Kepala Desa Bumen, Muh Sobri mengatakan, penguatan bidang pertanian dilakukan melalui pembangunan infrastruktur demi memperlancar kegiatan pertanian. Beberapa pembangunan yang dilakukan adalah

KEPALA DESA: Muh Sobri. (IST)
KEPALA DESA: Muh Sobri. (IST)

pembangunan jalut, jitut dan juga irigasi. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan bisa menekan pengeluaran para petani.

”Tentu dengan insfrastruktur yang bagus, akan mendukung kegiatan pertanian. Infrastruktur menjadi hal utama yang harus diperhatikan lebih dulu,” ujar Muh Sobri kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Muh Sobri mengatakan, selain infrastruktur yang saat ini menjadi perhatian utama, di Desa Bumen juga sudah melengkapi diri dengan gudang pupuk dan peralatan pengolahan tanah, seperti traktor  dalam ukuran besar maupun kecil. Semua ini ditujukan untuk mendorong peningkatan hasil pertanian petani Desa Bumen.

”Gudang pupuk ini oleh kelompok tani untuk menjual pupuk. Sehingga para petani bisa memenuhi kebutuhan pupuknya dari gudang ini. Semua ini ada di bawah naungan Desa,” kata dia sembari menambahkan bahwa petani desa ini memiliki hasil utama berupa sayur mayur seperti daun bawang, tomat dan sayuran lain kecuali kentang.

Dijelaskan oleh Muh Sobri, kendala yang dihadapi para petani Desa ini masih pada persoalan pemasaran. Sejauh ini, hasil pertanian para petani banyak dijual ke pasar induk Bandungan dan kepada para tengkulak dengan harga yang tidak bisa dinegosiasikan.”Jadi untuk harganya kita tidak bisa melakukan tawar menawar. Istilahnya mereka gini, mau ya segini nggak mau ya sudah,” ujar Sobri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *