33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Kecewa, Buruh Cabut Dukungan Politik

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Gabungan serikat buruh se-Kota Semarang merasa kecewa atas penetapan upah minimum yang dinilai tidak manusiawi. Jumat (24/11) kemarin, puluhan buruh menggelar aksi keprihatinan dengan mengirim karangan buka sebagai simbol matinya nurani kepada daerah.

Jumat (24/11), sekitar pukul 09.00, para buruh menaruh karangan ucapan belasungkawa di gerbang Balai Kota Semarang dan menaburinya dengan bunga. Sebelumnya, mereka memulai aksi serupa di depan kantor BPJS Ketenagakerjaan. Setelah dari Balai Kota, sekitar pukul 10.00, mereka konvoi menuju kantor Gubernur Jateng untuk menyerahkan karangan bunga serupa.

Koordinator aksi, Zainudin membacakan pernyataan sikap. Pertama, buruh menyampaikan ucapan belasungkawa atas matinya hati nurani Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang karena tidak peduli dengan kesejahteraan buruh. “Kedua, mencabut dukungan politik terhadap Ganjar Pranowo dan Hendrar Prihadi sebagai kepala daerah,” kata Zainudin.

Ketiga, menyerukan kepada buruh di Jawa Tengah pada umumnya, untuk tidak mendukung dan tidak memilih calon kepala daerah yang tidak berpihak kepada buruh.

“Pernyataan sikap ini kami sampaikan tanpa ada kepentingan politik manapun, hal ini semata-mata sebagai bentuk tanggungjawab moral dan konsistensi dalam rangkaian perjuangan upah layak di Jawa Tengah,” katanya.

Pernyataan sikap tersebut menyusul setelah memerhatikan kebijakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang telah menetapkan “Upah Murah” dan tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 560/94 tahun 2017 tentang Upah Minimum di 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, pada tanggal 20 November 2017. “Kebijakan tersebut sungguh-sungguh telah mengecewakan dan bahkan menyakiti hati buruh di Jawa Tengah,” terangnya.

“Pemerintah telah menciptakan kesenjangan sosial dalam masyarakat dan memiskinkan rakyatnya secara masif dengan menggunakan formulasi PP Nomor 78 Tahun 2015 sebagai dasar menetapkan upah minimum dan tidak sedikitpun memperhatikan penyesuaian KHL di tahun 2017,” katanya. (amu/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tak Diloloskan KPU, Gugat Bawaslu

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Putusan sidang ajudikasi yang ditempuh bakal calon legislatif (Bacaleg) DPRD Jateng dari Partai Hanura Dapil 4, H Mudatsir, bakal dilangsungkan di Bawaslu Jateng...

Bersiap Hadapi Era Industri

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Berdasarkan studi dari McKinsey tahun 2016 menyebutkan, lima tahun ke depan sebesar 52,6 juta jenis pekerjaan akan digantikan oleh mesin. Hal tersebut...

Cik Meme Lestarikan Tradisi Budaya Ramadan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Tahun ini, Lunpia Cik Meme kembali menggelar Tradisi Budaya Ramadan (TBR). Tradisi ini sengaja dilestarikan untuk menjadi ikon baru budaya di Kota Semarang...

Pemkab Diminta Beri Kepastian Hukum

MUNGKID—Penambangan liar di wilayah gunung Merapi masih terus terjadi. Dugaan yang ada, karena proses perizinan tidak kunjung diturunkan oleh Bupati Zaenal Arifin, meski Pemprov...

AHM Luncurkan Skutik Penjelajah Jalanan, Honda ADV150

RADARSEMARANG.COM, Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) memperkenalkan Honda ADV150, skutik penjelajah jalanan yang canggih untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang memilki aktivitas tinggi...

Pemkab Luncurkan Single ID Card Usaha

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Semarang meluncurkan penggunaan kartu identitas tunggal (single ID Card) para pelaku UMKM...