33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Kecewa, Buruh Cabut Dukungan Politik

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Gabungan serikat buruh se-Kota Semarang merasa kecewa atas penetapan upah minimum yang dinilai tidak manusiawi. Jumat (24/11) kemarin, puluhan buruh menggelar aksi keprihatinan dengan mengirim karangan buka sebagai simbol matinya nurani kepada daerah.

Jumat (24/11), sekitar pukul 09.00, para buruh menaruh karangan ucapan belasungkawa di gerbang Balai Kota Semarang dan menaburinya dengan bunga. Sebelumnya, mereka memulai aksi serupa di depan kantor BPJS Ketenagakerjaan. Setelah dari Balai Kota, sekitar pukul 10.00, mereka konvoi menuju kantor Gubernur Jateng untuk menyerahkan karangan bunga serupa.

Koordinator aksi, Zainudin membacakan pernyataan sikap. Pertama, buruh menyampaikan ucapan belasungkawa atas matinya hati nurani Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang karena tidak peduli dengan kesejahteraan buruh. “Kedua, mencabut dukungan politik terhadap Ganjar Pranowo dan Hendrar Prihadi sebagai kepala daerah,” kata Zainudin.

Ketiga, menyerukan kepada buruh di Jawa Tengah pada umumnya, untuk tidak mendukung dan tidak memilih calon kepala daerah yang tidak berpihak kepada buruh.

“Pernyataan sikap ini kami sampaikan tanpa ada kepentingan politik manapun, hal ini semata-mata sebagai bentuk tanggungjawab moral dan konsistensi dalam rangkaian perjuangan upah layak di Jawa Tengah,” katanya.

Pernyataan sikap tersebut menyusul setelah memerhatikan kebijakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang telah menetapkan “Upah Murah” dan tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 560/94 tahun 2017 tentang Upah Minimum di 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, pada tanggal 20 November 2017. “Kebijakan tersebut sungguh-sungguh telah mengecewakan dan bahkan menyakiti hati buruh di Jawa Tengah,” terangnya.

“Pemerintah telah menciptakan kesenjangan sosial dalam masyarakat dan memiskinkan rakyatnya secara masif dengan menggunakan formulasi PP Nomor 78 Tahun 2015 sebagai dasar menetapkan upah minimum dan tidak sedikitpun memperhatikan penyesuaian KHL di tahun 2017,” katanya. (amu/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Berikan Apresiasi Pelanggan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG –Toyota Nasmoco Magelang mengundang ratusan pelanggan setia dan leasing untuk menghadiri customer gathering “57 Tahun Nasmoco” di Restaurant Pringgodani Hotel Puri Asri...

Sebagian Pedagang Tolak Sistem E-Bayar

SEMARANG - Pilot project penerapan sistem pembayaran elektronik atau E-Bayar yang akan diberlakukan untuk pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Simpang Lima Semarang, ditolak oleh...

Unisbank  Genjot Kerjasama

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Universitas Stikubang (Unisbank) terus menguatkan kerjasama dengan Perguruan Tinggi (PT) luar negeri. Kali ini Unisbank menggandeng Pro Tech Abadi Malaysia yang...

Napi Nusakambangan Transaksi Rp 70 Juta/Hari

SEMARANG - Transaksi narkoba jaringan internasional berhasil digagalkan Badan Narkotika Nasional (BNN). Empat tersangka berhasil diamankan termasuk salah satu napi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan...

Masjid Harus Steril dari Politik Praktis

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Masjid harus steril dari kegiatan kampanye politik praktis di tengah berlangsungnya proses pemilihan kepala daerah (Pilkada). Karena itu, Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Farhani...

Kenalkan Kuliner dan Budaya Masing-masing

SEMARANG - Ratusan mahasiswa asing dari berbagai PTN/PTS Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat  menggelar Internasional Student Summit (ISS)2017 di gedung ICT...