Ibu Rumah Tangga Selundupkan Sabu di PN

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG–Seorang ibu rumah tangga tepergok sedang berusaha menyelundupkan sabu untuk terdakwa Arif Junaidi yang sedang menunggu sidang kasus narkoba di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (21/11) lalu, pukul 11.30. Modusnya, dengan memasukkan sabu tersebut ke dalam lauk makanan, berupa ikan mujaer.

Nama ibu rumah tangga tersebut adalah Sri Cahyani, 31, warga Bandarharjo, Semarang Utara. Sri datang ke PN Semarang dengan membawa bungkusan yang hendak diserahkan kepada terdakwa yang sedang menunggu sidang di dalam selnya. Sri kemudian meletakkan bungkusan yang dibawanya di depan sel tahanan PN Semarang.

“Kami mendapatkan informasi, ada yang berupaya memasukkan narkoba ke kantor pengadilan. Karena itulah, petugas melakukan pengamatan. Akhirnya diketahui, ada ibu rumah tangga berusia 31 tahun,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes, Jumat (24/11) kemarin.

Tanpa menunggu lama, petugas Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang yang sudah bersiaga, langsung menangkap Sri. Kemudian mengamankan dan membuka bungkusan tersebut. “Saat digeledah, ada 0,5 gram sabu yang diselipkan di mulut ikan mujaer. Dan satu lagi ada 1 gram di dalam bungkus permen,” tandasnya.

Setelah diselidiki, Sri mengakui jika memiliki hubungan dengan Arif yang telah terjalin selama 6 bulan ini. Sedangkan, Sri sendiri masih bersuami dan memiliki 3 orang anak. “Iya sama dia (Arif, red) sudah 6 bulan. Dia membantu saya, ekonomi,” ujar Sri.

Sabu yang dibawanya, tidak hanya diberikan untuk Arif. Rencananya, sabu tersebut akan dibawa Arif ke dalam Lapas Kedungpane Semarang dimana ia mendekam. Nantinya, akan diberikan ke narapidana lain bernama Kiko.

Dalam kesempatan tersebut, Sri mengaku mendapatkan sabu dari seorang napi di Lapas Kedungpane yang bernama Anang. Komunikasi dengan Anang, melalui telepon yang nantinya Sri diperintah untuk mengambil barang di lokasi yang telah ditentukan. Ia mengaku mendapat keuntungan Rp 150 ribu per gramnya.

Kini akibat perbuatannya, Sri dijerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara. “Jadi dia ini selain menjadi pengedar, juga menggunakan sabu,” jelas Abi.

Kasatresnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidik Hanafi menambahkan bahwa terdakwa yang hendak diberi sabu oleh Sri adalah Arif. Sedangkan Arif merupakan pengedar narkoba yang diringkus oleh petugas Satresnarkoba Polrestabes Semarang pada 27 Agustus 2017 lalu. “Arif ditangkap sekitar pukul 02.00 di Mlatiharjo Semarang dengan barang bukti 8,37 gram sabu,” imbuhnya.

Ini bukan kali pertama penggagalan penyelundupan sabu ke tahanan. Sebelumnya, modus menyelundupkan sabu sudah terjadi 7 kali selama tahun 2017 di Kota Semarang. Di antaranya terjadi 2 kali di PN, 3 kali di Lapas Kedungpane, dan di tahanan Polrestabes Semarang sebanyak 2 kali. (tsa/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...

More Articles Like This

- Advertisement -