MAGELANG—Pemerintah Kota Magelang akan membangun dua gardu pandang senilai Rp 3 miliar pada tahun 2018 mendatang di Gunung Tidar. Pemkot akan menggunakan anggaran bantuan dari Kementerian Pariwisata dan Provinsi Jawa Tengah. Kepastian pembangunan tersebut menyusul telah selesainya penyusunan Detail Engineering Design (DED).

“Harapannya, awal bulan tahun depan, sudah bisa direalisasikan, karena diusulkan dari Dana Alokasi Kepariwisataan Pemerintah Pusat dan Bantuan Provinsi Jawa Tengah,” kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang, Jarwadi, Jum’at (24/11) kemarin.

Jarwadi menjelaskan, sesuai rencana master plan, gardu pandang  akan dibangun di dua titik lokasi dengan konstruksi permanen. Masing-masing titik akan menampilkan pemandangan yang berbeda. Di sisi selatan, pengunjung bisa menikmati sunrise, Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, juga potret Kota Magelang dari ketinggian.  Sedangkan sisi utara,  pengunjung bisa memperoleh visual Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, sunset, dan juga Kota Magelang dari ketinggian untuk wilayah barat dan utara.

“Kemungkinan letaknya berada di tengah-tengah. Satu titik berada di sisi selatan dan satu titik lagi berada di utara. Masing-masing gardu pandang kami proyeksikan menghabiskan anggaran Rp1,5 miliar.” Pihaknya sudah mengajukan anggaran ke pemerintah pusat untuk pembangunan dua gardu pandang tersebut. Gardu pandang untuk menambah fasilitas wisata bagi pengunjung Gunung Tidar.

Jarwadi berharap, dengan adanya gardu pandang tersebut, Gunung Tidar bisa menjadi jujukan wisata semua usia dan kalangan. Artinya, tidak hanya aktivitas religi. Dikatakan, sebelum penentuan pembangunan gardu pandang, pihaknya telah menerjunkan  tim khusus untuk menyeleksi titik yang tepat dan berapa ketinggian yang ideal. “Selain itu, kami juga berpikir agar tidak ada penebangan pohon. Kalaupun harus ada, diusahakan agar jumlahnya sangat sedikit.”

Besarnya anggaran pembangunan, klaim Jarwadi, karena tidak hanya untuk membiayai gardu pandang. Tapi, juga pembangunan akses jalan masuk di dua titik gardu pandang tersebut.  Khusus pengunjung gardu pandang, tidak harus melewati pintu gerbang utama. “Kita akan buat akses menjadi lebih mudah. Untuk sementara, jalan yang dibangun setapak dulu. Kendaraan belum boleh lewat.”

Selain tambahan fasilitas gardu pandang, pada  2018 mendatang, juga dibangun Monumen Tanah Air Persatuan di Gunung Tidar. Dana yang diajukan ke pemerintah pusat sekitar Rp 1 miliar. “Sarana parkir juga tahun 2018, dibangun agar lebih representatif.” Terkait besaran retribusi setelah adanya penambahan fasilitas,  akan dilakukan kaji ulang. “Untuk retribusi, ada instansi khusus yang mengerjakan.” (cr3/isk)