33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Dilengkapi 2 Gardu Pandang Rp 3 Miliar

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

MAGELANG—Pemerintah Kota Magelang akan membangun dua gardu pandang senilai Rp 3 miliar pada tahun 2018 mendatang di Gunung Tidar. Pemkot akan menggunakan anggaran bantuan dari Kementerian Pariwisata dan Provinsi Jawa Tengah. Kepastian pembangunan tersebut menyusul telah selesainya penyusunan Detail Engineering Design (DED).

“Harapannya, awal bulan tahun depan, sudah bisa direalisasikan, karena diusulkan dari Dana Alokasi Kepariwisataan Pemerintah Pusat dan Bantuan Provinsi Jawa Tengah,” kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang, Jarwadi, Jum’at (24/11) kemarin.

Jarwadi menjelaskan, sesuai rencana master plan, gardu pandang  akan dibangun di dua titik lokasi dengan konstruksi permanen. Masing-masing titik akan menampilkan pemandangan yang berbeda. Di sisi selatan, pengunjung bisa menikmati sunrise, Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, juga potret Kota Magelang dari ketinggian.  Sedangkan sisi utara,  pengunjung bisa memperoleh visual Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, sunset, dan juga Kota Magelang dari ketinggian untuk wilayah barat dan utara.

“Kemungkinan letaknya berada di tengah-tengah. Satu titik berada di sisi selatan dan satu titik lagi berada di utara. Masing-masing gardu pandang kami proyeksikan menghabiskan anggaran Rp1,5 miliar.” Pihaknya sudah mengajukan anggaran ke pemerintah pusat untuk pembangunan dua gardu pandang tersebut. Gardu pandang untuk menambah fasilitas wisata bagi pengunjung Gunung Tidar.

Jarwadi berharap, dengan adanya gardu pandang tersebut, Gunung Tidar bisa menjadi jujukan wisata semua usia dan kalangan. Artinya, tidak hanya aktivitas religi. Dikatakan, sebelum penentuan pembangunan gardu pandang, pihaknya telah menerjunkan  tim khusus untuk menyeleksi titik yang tepat dan berapa ketinggian yang ideal. “Selain itu, kami juga berpikir agar tidak ada penebangan pohon. Kalaupun harus ada, diusahakan agar jumlahnya sangat sedikit.”

Besarnya anggaran pembangunan, klaim Jarwadi, karena tidak hanya untuk membiayai gardu pandang. Tapi, juga pembangunan akses jalan masuk di dua titik gardu pandang tersebut.  Khusus pengunjung gardu pandang, tidak harus melewati pintu gerbang utama. “Kita akan buat akses menjadi lebih mudah. Untuk sementara, jalan yang dibangun setapak dulu. Kendaraan belum boleh lewat.”

Selain tambahan fasilitas gardu pandang, pada  2018 mendatang, juga dibangun Monumen Tanah Air Persatuan di Gunung Tidar. Dana yang diajukan ke pemerintah pusat sekitar Rp 1 miliar. “Sarana parkir juga tahun 2018, dibangun agar lebih representatif.” Terkait besaran retribusi setelah adanya penambahan fasilitas,  akan dilakukan kaji ulang. “Untuk retribusi, ada instansi khusus yang mengerjakan.” (cr3/isk)

Berita sebelumyaJumat Wajib Makan Soto
Berita berikutnyaSatu Tewas, Puluhan Luka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Tanpa Rayonisasi, Orangtua Lega

MAGELANG – Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP/MTs Negeri di Kota Magelang tidak perlu menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Calon siswa...

Disorot, Kesadaran Perusahaan Rendah

SEMARANG- Tingkat kesadaran perusahaan di wilayah Jateng-DIJ untuk mendaftarkan atau memberikan jaminan sosial kepada karyawannya saat ini masih rendah. Bahkan baru ada 28 persen...

Politik Itu Keren

YOLANDA Sirappa mengaku mulai menyukai politik sejak kuliah di jurusan Hubungan Internasional (HI) Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga (UKSW). “Awalnya saya tidak suka dengan politik,...

Truk Gandeng Terguling dan Timpa Sedan

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Laka lantas yang melibatkan dua kendaraan berat dan satu mobil sedan terjadi di Jalan Arteri Lingkar Weleri di Desa Mororejo. Kecelakaan...

Hoax Hasutan Angka 0 dalam Nomor Urut Capres Rugikan Prabowo-Sandi

JawaPos.com - Banyak netizen mempertanyakan alasan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menambahkan angka 0 pada nomor urut pasangan calon presiden. Bahkan, tak sedikit yang sok...

Meninggal di Tempat Kursus

BANJARNEGARA – M Imam Sutrisno, 44, warga RT 3 RW 1 Desa/Kecamatan Sigaluh ditemukan meninggal dunia di tempat kursus di Sigaluh, Selasa (28/2). Jasad...