Beranda Advertorial Capaian Kinerja Rendah, Desak Percepatan Penyerapan Anggaran

Capaian Kinerja Rendah, Desak Percepatan Penyerapan Anggaran

DPRD Kabupaten Magelang 

Others

Progress penyerapan anggaran APBD 2017 dinilai oleh DPRD Kabupaten Magelang masih rendah. Padahal, tinggal satu bulan waktu efektif berjalan.

WAKIL Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Soeharno MM mengatakan, dari laporan rapat internal di Pemkab, penyerapan masih rendah menjelang akhir  2017. Salah satunya, capaian pembangunan fisik yang masih dibawah target.

Hingga akhir September 2017, misalnya, realisasi fisik untuk belanja langsung sebesar 54 persen. Jauh dari target yang ditetapkan:  74 persen. “Capaian ini hampir sama jika dibandingkan dengan akhir September 2016 lalu. Kita berharap setelah APBD Perubahan ditetapkan, progress-nya semakin baik,” katanya.

Soeharno mengatakan, pada tahun ini, APBD Kabupaten Magelang menganggarkan Rp 914 miliar  digunakan untuk membiayai 2.062 kegiatan. “Seiring  berakhirnya triwulan III tahun anggaran 2017, sampai kini, capaian kinerja baik fisik maupun keuangan tingkat Kabupaten Magelang, masih belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” bebernya.

Soeharno menilai,  kondisi penyerapan anggaran  masih memprihatinkan. Berdasarkan data dari aplikasi SIMDA per 10 Oktober 2017, realisasi keuangan belanja langsung masih  rendah, 29,72 persen dari target 75,65 persen. “Kita dorong untuk terus digenjot,” sentil Soeharno.

Dikatakan, selain kegiatan yang dibiayai APBD murni, pada 2017, juga ada kegiatan yang didanai dari bantuan gubernur dan dana alokasi khusus (DAK). Adapun perkembangan pelaksanaan kegiatan bantuan keuangan dari gubernur untuk tahun anggaran 2017, dengan anggaran  Rp 32,7 miliar dari target fisik 56,24 persen, tercapai realisasi fisik 19,45 persen. Dan, realisasi keuangan baru mencapai 1,37 persen.

Menurut Soeharno,  dana yang berasal dari bantuan gubernur, ada beberapa kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan. Di antaranya, pembangunan Agrowisata Ketep Pass pada Disparpora senilai Rp 1,5 miliar. Adapun untuk sumber dana DAK murni tahun anggaran 2017 sebesar Rp 83 miliar, dengan serapan anggaran 35 persen dan fisik 61 persen.

“Dari dana DAK murni, ada  satu kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan. Yaitu, kegiatan  penataan kawasan wisata senilai Rp 2,7 miliar karena gagal lelang. Ini harus jadi bahan evaluasi secara menyeluruh.”

Anggota DPRD Kabupaten Magelang lainnya, Heri Kustiono mengapresiasi pengadaan barang/jasa. Total kegiatan Berdasarkan Rencana Umum Pengadaan (RUP)  yang harus dilimpahkan ke ULP pada 2017 sejumlah 220 paket. “Ini sudah cukup bagus, karena sudah ada 212 paket pengadaan yang selesai. Tapi kita tetap berharap, aspek kualitas harus ditonjolkan, tidak hanya sekadar kuantitas semata.”

Untuk itu, Heri berharap terkait  telah disetujuinya Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017, pihaknya mengimbau agar segera dimulai proses pengadaannya.

“Untuk pekerjaan konstruksi yang pada umumnya memiliki kompleksitas permasalahan, saya harap kepala SKPD selaku pengguna anggaran agar berhati-hati dan cermat pada saat menghadapi akhir tahun anggaran. Perlu adanya ketegasan sikap pengguna anggaran agar tidak terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan melampaui tahun anggaran.”

Heri berharap, jangan sampai ada berita acara penyelesaian pekerjaan fiktif. Artinya, pekerjaan belum selesai, tapi sudah diserahterimakan karena waktunya mepet.  “Saat ini kita sudah memasuki akhir November  2017, yang berarti waktu efektif pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2017 tinggal kurang lebih 1 bulan. Sedangkan capaian fisik dan keuangan masih rendah dan di bawah target yang telah ditetapkan,” kata dia. (adv)

Stay Connected

12,288FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here