33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Tegaskan Tidar sebagai Pakuning Tanah Jawa

Tugu Paku Gong, Bangunan Ikonik Baru Kota Magelang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Untuk menyambut wisatawan yang datang ke kompleks wisata Gunung Tidar, Pemkot Magelang membangun tugu ikonik. Yaitu: Tugu Paku Gong Raksasa. Seperti apa?

AGUS HADIANTO, Magelang

LETAK tugu ini di ujung selatan Jalan Ikhlas Kota Sejuta Bunga.  Mengambil makna dari Gunung Tidar yang ada di Kota Magelang sebagai pakuning pulau Jawa. ”Sebenarnya bukan Tugu Gong Raksasa, tapi lebih tepatnya bangunan ikonik Kota Magelang untuk menegaskan Gunung Tidar sebagai pakuning tanah Jawa. Seperti di puncak Gunung Tidar ada pakunya, maka kami pun membuat dengan menyerupai paku. Inilah filosofi paku itu dalam wujud fisik,” kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Magelang, Ch. Yonas Nusantrawan Bolla, Kamis (23/11) kemarin, saat ditemui di kantornya.

Yonas menyampaikan, pihaknya sudah menebak bahwa masyarakat akan mengira bangunan tersebut adalah Tugu Gong Raksasa. Padahal, menurut Yonas, simbol gong tersebut adalah paku raksasa, yang menancap kuat di tanah. Untuk gong, lanjut Yonas, difilosofikan untuk menggaungkan karismatik Gunung Tidar dan Kota Magelang.

Yonas menyampaikan, simbol paku dan gong di akses pintu masuk Gunung Tidar, nantinya diharapkan mampu menggaungkan. Sekaligus, mengenalkan kepada masyarakat luas, tentang keberadaan wisata Gunung Tidar. ”Monumen itu diharapkan mampu memberikan informasi bagi masyarakat luar, bahwa di belakang bangunan itu ada Gunung Tidar yang kini sudah betransformasi menjadi tempat wisata semua kalangan.”

Konsultan Pengawas Proyek, Agung, mengatakan, pembangunan Tugu Paku Gong Raksasa menghabiskan dana sekitar Rp 150 juta. Rencananya, selesai pada 14 Desember 2017. Saat ini, proses pembangunan sudah  80 persen. ”Sebenarnya, Tugu Gong ini fungsinya untuk memperindah dan daya tarik wisatawan. Soalnya selama ini belum banyak yang tahu ada wisata. Khususnya, wisata religi di daerah sini.  Nantinya akan ditambahi tulisan Wisata Budaya Gunung Tidar,” ungkap Agung.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang, Jarwadi menambahkan, rencananya Gunung Tidar tidak hanya wisata religi yang menjadi andalan. Tetapi juga sebagai wisata hiburan, adventure, maupun wisata panorama. ”Gunung Tidar setiap tahun selalu mengalami penataan. Tahun lalu, gerbang dan akses masuk sudah tuntas. Sedangkan tahun ini adalah tugu pembuka. Tahun depan, rencananya pembangunan gardu pandang dan Kampung Pelangi di Kampung Rejosari, Kelurahan Magersari,” beber Jarwadi.

Selain itu, sambung  Jarwadi, kawasan Sidomukti yang merupakan kawasan terbawah di Gunung Tidar, sedang diarahkan sebagai menjadi sentra ekonomi.  “Selain keberadaan pasar klitikan, gelanggang olahraga, juga akan dilengkapi dengan adanya tempat parkir yang luas. Semua akan tersaji pada 2018 mendatang. Satu lagi, Monumen Tanah Air Persatuan yang berasal dari semua daerah se-Indonesia, akan berada di puncak Tidar, nantinya,” jelas Jarwadi. (*/isk)

Berita sebelumyaAnggota PP Babak Belur
Berita berikutnyaSemarak Juragan Mitsubishi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

KSD Gelar Konser Inklusi

SEMARANG - Komunitas Sahabat Difabel (KSD) akan menggelar Konser Inklusi bertajuk ”Sentuhlah dengan Hati” yang melibatkan banyak pihak. Baik dari penyandang disabilitas, mantan anak jalanan, maupun masyarakat yang...

Mudik Lebaran, Tanggung Jawab Besar

PERTAMAKALI dinas lapangan di jalur terpadat di Pantura Kota Pekalongan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rachmawati mengaku siap siaga penuh, walaupun langsung menghadapi arus mudik...

Ajak Jangan Termakan Isu Hoax

SEMARANG - Ribuan pemuda lintas iman memadati pelataran Balai Kota Semarang, Minggu (5/3). Mereka duduk lesehan menikmati atraksi hiburan dari berbagai budaya dan agama....

Bapemperda Serahkan Raperda Hiburan Karaoke

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Demak secara resmi menyerahkan Raperda Hiburan ke pimpinan DPRD setempat yang kemudian diserahkan ke Pemkab Demak...

Peringati 3 Momen, PGRI Limpung Jalan Sehat

BATANG - Ribuan siswa dan guru se-Kecamatan Limpung mulai dari TK, SD/MI, SPM/MTs, SMK/SMK mengikuti Jalan Sehat yang diselenggarakan oleh PGRI Limpung dan Disdikbud Kecamatan...

Mengembalikan Fungsi Alun-Alun Wonosobo sebagai Ruang Terbuka

RADARSEMARANG.COM - Secara historis, Alun-alun merupakan identitas kota-kota di Jawa yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Medang, Kediri, Majapahit hingga Mataram Islam yang keberadaannya masih...