Beranda Berita Semarang Catatkan Minat Investasi Rp 1,03 T

Catatkan Minat Investasi Rp 1,03 T

Others

SEMARANG – Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2017 yang dilaksanakan Pemprov Jawa Tengah didukung Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sukses menjaring minat investasi ke provinsi ini. Investor dari delapan negara hadir dalam gelaran forum bisnis tersebut. Terdiri dari investor dari Tiongkok, Jerman, Malaysia, Australia, Singapura, India, Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Dalam CJIBF 2017, tercatat 7 perusahaan menandatangani Letter of Intent (LoI) sebagai bukti keseriusan minat untuk menanamkan modal di Jawa Tengah dengan rencana nilai investasi mencapai Rp 1,03 triliun.

Kepala BKPM Thomas Lembong menyampaikan dalam era persaingan saat ini diperlukan berbagai cara yang atraktif dan inovatif dalam menjaring minat investor. “Minat yang disampaikan tentu positif dan menjadi tugas bersama baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memastikan bahwa minat tersebut dapat segera direalisasikan,” ujarnya dalam konferensi pers CJIBF, di Solo Paragon, Kamis (23/11).

Menurut Thomas, minat investasi yang disampaikan oleh 7 investor cukup beragam. Diantaranya meliputi sektor properti, migas, industri garmen, pariwisata, pendidikan serta pergudangan. “Untuk sektor garmen memang Jawa Tengah merupakan salah satu sentra industri padat karya. Terbukti perusahaan swasta nasional seperti Sritex menjadikan Jawa Tengah sebagai lokasi produksi utama,” paparnya.

Dari catatan minat investasi yang ada, tercatat enam perusahaan merupakan penanaman modal dalam negeri. Sementara 1 perusahaan di sektor garmen merupakan PMA asal Korea Selatan dengan nilai rencana investasi Rp 100 miliar. Selain itu, terdapat 1 (satu) LoI aset antara dua perusahaan swasta nasional dengan estimasi  nilai investasi Rp 2 triliun di sektor pariwisata yakni objek wisata Penggaron-Jateng Park.

Sementara Sekda Jawa Tengah Sri Puryono mengemukakan pihaknya akan terus memperbaiki layanannya sehingga dapat unggul  dalam persaingan global. “Ini yang menjadi alasan bersama rekan-rekan BI Jawa Tengah meluncurkan KERIS Jateng yakni Koridor Ekonomi Perdagangan Investasi dan Pariwisata dan SIAP Jateng atau Sistem Informasi dan Aplikasi Perizinan,” jelasnya.

Sri menilai bahwa berbagai inovasi yang dilakukan Provinsi Jawa Tengah dari sisi Perdagangan, Investasi dan Pariwisata dilakukan untuk meningkatkan perekonomian daerah. Pada tahun 2017, BKPM menargetkan realisasi investasi Jawa Tengah sebesar Rp 30,4 triliun. Hingga kuartal ketiga saja, capaian realisasi investasi Jawa Tengah telah mencapai Rp 32,9 triliun atau setara dengan 108 persen dari target yang dicanangkan.

Dari data BKPM, investasi yang masuk ke Jawa Tengah terus menunjukkan peningkatan. Dalam periode 2012 hingga Januari-September 2017, tercatat PMDN sebesar Rp 84,5 triliun atau 8,7 persen dari total nasional, sedangkan untuk PMA tercatat USD 4,5 miliar atau 6,3 persen dari total PMA nasional.

Kegiatan CJIBF juga dihadiri oleh 14  Bupati dan Wali Kota di wilayah Jawa Tengah. Perwakilan Bank Indonesia, dan Kementerian Pariwisata. Acara tersebut disiarkan melalui live streaming di akun media sosial twitter bkpm (@bkpm). Masyarakat juga dapat melakukan interaksi langsung dengan narasumber dengan bertanya melalui www.slido.com dengan memasukkan kode #CJIBF2017. (ric)

Stay Connected

12,288FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here