33 C
Semarang
Kamis, 6 Agustus 2020

Telat Pajak, Bukan Kewenangan Polisi

Beri Sanksi Tilang

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SEMARANG – Apabila pajak Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) bermotor mati, ternyata petugas Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) dilarang untuk melakukan penilangan, bahkan sanksi pidana maupun perdata juga tidak bisa diberikan terhadap pemilik motor.

Hal itu sudah diatur dalam Pasal 280 jo Pasal 68 ayat 1 sampai 6 Undang-undang (UU) nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan angkutan jalan.

“Ketika pajak kendaraan mati, kemudian saat melintas ada operasi kepolisian, maka polisi tidak dapat melakukan penilangan atau menerapkan sanksi pidana terhadap pengguna motornya,” kata Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang, Theodorus Yosep Parera saat diminta koran ini menanggapi keluhan warga Semarang, Rabu (22/11).

Bukan hanya pidana, lanjut Yosep, dibawa ke ranah perdata juga tidak bisa. Menurutnya dalam ketentuan pidana hanya berlaku apabila masa berlaku STNK (5 tahun) yang mati, kemudian tidak diperpanjang, bukan pajaknya yang mati.

“Jadi ketentuan sanksi pidana apabila STNK memang mati, bukan pajaknya. Hal itu sesuai pasal 68 ayat 1 dan 2 UU Lalu Lintas,” ujarnya.

Yosep menjelaskan, surat ketetapan kewajiban pembayaran berupa Surat Ketetapan Pajak Daerah seperti PKB/BBNKB/SWDKLLJ/PNBP yang menjadi satu kesatuan dengan STNK, yang mana rutin dibayarkan setiap tahun, hal itu bukanlah merupakan bagian di dalam ketentuan UU lalu lintas, yang dapat diberikan sanksi.

“Apabila pajaknya belum dibayar, maka sanksi yang bisa diberikan nanti pas memperbaharui STNK, dilakukan oleh dinas terkait karena pemilik motor tak bayar pajak,” ungkapnya.

Hanya saja, lanjut Yosep, sanksi yang diberikan biasanya hanya berupa sanksi administrasi, bisa saja berupa pemenuhan pajak yang tertunda selama tidak dibayarkan berikut denda yang sudah diatur berdasarkan ketentuan aturan DLL-AJR (Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya) dan peraturan berlaku di instasi terkait lainnya.

Yosep juga mengatakan, jika tetap dilakukan penilangan karena pajaknya mati, kemudian disidangkan oleh penuntut umum ke pengadilan, maka hakim wajib menolak, termasuk jaksa juga wajib menolak untuk menyidangkan perkara tersebut dan memerintahkan aparatur kepolisian untuk mengembalikan barang bukti STNK yang ditilang.

Terpisah, Pengguna sepeda motor yang tinggal di Bojongsalaman, Ferry Yanwar mengaku kecewa dengan tindakan oknum polisi yang menilangnya saat dilakukan operasi Zebra di Simpang Lima Semarang. Dikatakannya dalam operasi itu banyak pengguna motor juga mengeluh karena hanya telat bayar pajak STNK namun tetap ditilang seperti dirinya, bahkan ia sudah menjelaskan kalau masalah pajak bukan kewenangan polisi, namun tetap saja ditilang. Apalagi masa berlaku sepeda motornya belum habis, melainkan hanya pajaknya. Adapun kejadian operasi Zebranya pada 8 November 2017 lalu sekitar pukul 08.00, razia dilakukam tim Polrestabes Semarang.

“Saya mau ke RSJ Pedurungan ambil surat bebas narkoba, kemudian ada razia di Simpang Lima dan pajak saya mati, tetap saja ditilang.Seharusnya saya cukup diperingatkan harus bayar pajek, bukan ditilang,”kata Ferry kepada koran ini. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Banyak yang Masuk Angin, Pondok Siapkan Dokter

Setiap Ramadan tiba, Pondok Sepuh Masjid Payaman selalu dikunjungi orang-orang tua dari berbagai daerah. Mereka ingin beribadah dengan khusyuk hingga rela meninggalkan keluarga di...

Pangkas Anggaran Sekretariat Pemkot

SEMARANG- Anggaran belanja langsung sekretariat daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dipangkas. Jika pada 2010, anggarannya sebesar 13,2 persen dari total belanja langsung APBD, maka...

Ketua Gerindra Salatiga Diganti

SALATIGA – Kabar mengejutkan muncul dalam internal DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Salatiga. Pasalnya, posisi ketua DPC yang sebelumnya dijabat Diah Sunarsasi...

Tank Mini Lewat

Warga Kampung Tejosari RW 7, Kelurahan Magersari, Kota Magelang memeriahkan HUT ke-72 Kemerdekaan RI dengan cara unik. Mereka mengadakan lomba menghias sepeda anak. Sepeda-sepeda...

Gagal Kerja di Kapal, Nyaman di Hotel

RADARSEMARANG.COM - BAGI Irene Noerma Izdijar, bekerja di hotel bukanlah cita-citanya setelah lulus sekolah. Mimpi dara kelahiran Solo 19 Juli 1995 ini, justru bekerja...

Pospam Lebaran Sambut Pemudik

SEMARANG - Untuk menyukseskan Operasi Ramadniya (Ramadan dan Hari Raya) Candi 2017 yang berlangsung selama 16 hari sejak 19 Juni lalu hingga 4 Juli...