33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

Sentra Kerajinan Anyaman

Desa Terban, Kecamatan Pabelan

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

PABELAN – Di Desa Terban Kecamatan Pabelan terdapat sentra pembuatan kerajinan dari anyaman bambu. Sejumlah produk seperti besek, tompo, tenggok dan beberapa kerajinan lainnya dibuat oleh sebagian besar warga dusun Senggrong di Desa ini.

Kebanyakan warga di dusun ini memang memiliki keahlian membuat peralatan untuk kebutuhan sehari-hari dari anyaman bambu. Menyusuri dusun Senggrong, hampir di setiap rumah akan dijumpai potongan bambu yang terkadang disampingnya terdapat hasil kerajinan yang sudah, maupun yang baru setengah jadi. Jika beruntung, akan ditemui warga yang sedang mengerjakan kerajinan anyaman ini.

Sekdes : Adi Suseno. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Sekdes : Adi Suseno. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Hasil anyaman dari desa ini juga terbilang cukup banyak. Sayangnya, kata Adi Suseno sekdes Terban, hasil kerajinan masih dijual di pasaran lokal. Warga hanya bisa menjual produknya di Pasar Desa setempat setiap hari pasaran yakni Legi dan Wage.

”Memang banyak pengrajin anyaman bambu di sana. Tapi sayangnya ya masih sebatas pembuatan peralatan rumah tangga yang tergolong biasa. Jadi mereka berpikirnya yang penting laku,” kata Adi.

Dirinya mengatakan, jika saja para perajin mau berinovasi untuk membuat kerajinan yang tidak hanya itu-itu saja, menurutnya akan semakin meningkatkan harga jual. ”Misal membuat kap lampu, atau hiasan gitu kan bisa menaikkan niai jual. Tapi ini memang perlu contoh yang berhasil dulu agar masyarakat mau bergerak ke situ. Arahan sudah ada sebenarnya,” jelasnya.

Dalam hal ini, pemerintah desa juga tidak diam saja. Adi mengatakan, sejumlah pelatihan nantinya akan diberikan kepada para perajin anyaman bambu ini. Diharapkan pelatihan yang akan diberikan mampu memberikan dampak pada meluasnya jangkauan pasar hasil kerajinan warga Senggrong.

”Kalau sudah ada berbagai inovasi mungkin nanti penjualannya juga bisa dilakukan secara online. Nanti akan mengarah ke sana,” tegas Adi didampingi Muh Fauzan, staf Desa Terban saat menemui Jawa Pos Radar Semarang.

Tidak menutup kemungkinan, usaha ini juga akan dimasukkan dalam BUMDes di Desa Terban. Saat ini, BUMDes baru menjalankan unit usaha pasar desa dan pengelolaan air bersih untuk memperoleh pendapatannya.

Siti Khoiriyah (42) salah satu pengrajin anyaman bambu di dusun Senggrong mengatakan bahwa kebanyakan perajin memang belum tahu hendak menjual kemana selain ke pasar Desa. Selain dekat, hanya pasar Desa yang memungkinkan para perajin untuk menjual hasil kerajinannya tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

”Soalnya dekat. Kalau di bawa ke pasar yang jauh biayanya akan banyak. Selain di pasar situ, kami juga menerima pesanan membuat apa saja,” ujar Khoiriyah sembari menunjukkan hasil kerajinannya berupa dinding dari anyaman bambu yang baru setengah jadi.

Khoiriyah berharap adanya bantuan dalam hal pemasaran sehingga produk yang mereka hasilkan bisa menjagkau pasar yang lebih luas. (cr4/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Peringati Hari Menanam

Mahasiswi pecinta alam Universitas Semarang (USM) menanam bibit sirsak di kawasan Waduk Jatibarang, Semarang, Minggu (26/11). Sebanyak 1.000 bibit sirsak ditanam oleh para mahasiswa...

Belum Ada Parpol Daftar Peserta Pemilu

UNGARAN–Sejak KPU Kabupaten Semarang membuka pendaftaran peserta pemilu 2019 sejak Senin (2/10) lalu, belum ada satupun partai politik yang mendaftarkan diri. Padahal pelaksanaan pendaftaran...

Pagi Terima Leprid, Siang Bertemu Ganjar

SEMARANG-Impian Fanny Nabiella, bocah 6 tahun yang sudah mengoleksi 110 piala dan 80 piagam dari lomba menggambar dan mewarnai bertemu idolanya Gubernur Jateng Ganjar...

Pasar Johar Diputuskan 4 Lantai

SEMARANG - Harapan para pedagang agar Pasar Johar dibangun 3 lantai pupus sudah. Sebab, Pemkot Semarang sudah memutuskan membangun pasar legendaris tersebut 4 lantai....

Menemukan Teman yang Senasib

MENEMUKAN teman. Itulah yang dirasakan Mbah Kamso, 72 (bukan nama sebenarnya), lansia warga Magelang Tengah, Kota Magelang. Ia selama ini tinggal di Rumah Pemulihan...

Pilot Project, 30 PKL Gunakan E-Bayar

SEMARANG-Sebanyak 30 pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Simpang Lima Semarang saat ini telah menggunakan sistem pembayaran elektronik atau E-Bayar. Para pembeli bisa melakukan...