33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Pernah Tidur di Emperan Toko, Sekarang Bos Perusahaan

Mengenal Lebih Dekat Konsultan Pengendalian Mutu, H Rusbandi

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Siapa yang menyangka, Haji Rusbandi yang pernah menjadi kuli panggul dan tidur di emperan toko, kini menjadi seorang pengusaha. Seperti apa kisahnya?

JOKO SUSANTO

H SUBANDI, kakek kelahiran Tegal, 2 Agustus 1962 ini, selalu memegang pedoman hidup sesuai dengan ajaran agama dan tatanan moral sosial manusia. Namun pelajaran yang sulit dilakukan manusia, adalah ikhlas dalam menjalani segala kehidupan. Padahal, dengan keikhlasan mendalam, setiap manusia bisa berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga saat dalam rengkuhan Tuhan YME, tak perlu lagi merasa khawatir dengan hal lain.

Suami Rahayu ini mengaku tak pernah merasa memiliki lebih, meski banyak usaha telah didirikan. Yakni usaha yang bergerak di bidang konsultan pengendalian mutu pabrik jamu di Kota Semarang. Sedikitnya ada tiga perusahaan, PT Bapa Keker Rahayu, PT Bapa Tama Rahayu dan PT Bang Suib Kerja.

Nama perusahaan yang dirintis Subandi terbilang unik. Namun nama tersebut  memiliki makna khusus. PT Bapa Keker Rahayu misalnya, memiliki makna Bangun Pagi Kerja Keras Rahayu. Lalu, PT Bang Suib Kerja yang artinya Bangun Subuh Ibadah Kerja. Sedangkan PT Bapa Tama Rahayu artinya Bangun Pagi Tata Krama Rahayu. Selain itu, ada PT Bang Ibad Taqwa atau Bangun Pagi Ibadah Taqwa, PT Guci Air Bening, dan PT Selo geni.

Baginya, makna dari nama perusahaan adalah visi yang harus dilihat secara spiritual. Maka dari itu, ia memang tak pernah lepas dari ikhtiar dan beribadah kepada Tuhan YME. Bahkan sejumlah perusahaannya, saat ini berhasil dilirik untuk diajak kerjasama oleh Perum Bulog.

Oleh karena itulah, saat dirinya mendapatkan rezeki lebih dan diberi kesempatan menyumbangkan uang senilai Rp 4,5 miliar di Masjid Al Aqso Palestina sekitar 2008 lalu, tanpa berpikir panjang ia langsung memberikan donasi. Ia sendiri bersedia, karena mempunyai alasan simpel yakni, Masjid Al Aqso adalah salah satu dari tiga poros surga.

Ia juga masih ingat kenangan saat beribadah umroh di masjid tersebut, saat itu ia melakukan salat tahajud, kemudian melihat kondisi masjid yang rusak berat. “Saya merinding dan nangis di dalam masjid itu. Saya merasakan sangat dingin saat beribadah. Pintu-pintu masjid pada jebol, plafon pada lowong. Nah, dari situlah saya berniat berdonasi,” kenang Rusbandi.

Ia selalu berpedoman rejeki bisa dicari asal dengan cara yang benar, sehingga uang tersebut diberikannya secara ikhlas. Saat itu, ia juga mengaku tidak takut tidak punya uang. Menurutnya, saat umroh di Masjid Al Aqsa, sudah lengkap perjalanan pulang pergi.

Ketulusan Rusbandi bukan disitu saja, ia juga rutin melakukan perjalanan bolak-balik Indonesia-Palestina hanya untuk menyalurkan sumbangan. Namun demikian, semua itu bukan hanya uang miliknya yang disumbangkan. Ia juga mengumpulkan dari teman-temannya untuk ikut membantu pemugaran Masjid Al Aqsa. Setelah 8 tahun lamanya, perjalanannya tak sia-sia dan dapat kembali mengumpulkan uang bantuan sebesar Rp 197 miliar untuk renovasi pintu dan plafon masjid. “Sekarang hanya kurang satu plafon lagi. Rencananya, kalau tidak ada halangan saya akan ke sana lagi akhir tahun untuk menyelesaikannya,”akunya.

Rusbandi adalah orang yang tak lupa dengan sejarah. Menurutnya, dirinya sejak kecil sudah akrab dengan pertanian, kemuian tahun 1971 merantau ke Jakarta. Hal ini panggilan sebagai anak sulung dari sebelas bersaudara. Sehingga mencari kerja dan membantu orang tua adalah kewajiban utamanya.

Pada masa itu, tahun 1971 di Lapangan Banteng, Rusbandi yang tak mengenal siapapun, harus tidur tanpa alas di emperan toko orang. Tiga hari dia tidur di sana tanpa ada yang memperhatikan. “Kemudian ada satu orang, namanya pak Abdurachman, orang Pacitan yang menghampiri, kemudian mengajak saya pulang,” kenangnya.

Namun setelah pulang, lanjut Rusbandi, ternyata bukan pulang ke rumah beliau, melainkan hanya tinggal di gubug yang menempel pada pagar kawat lapangan terbang Kemayoran. “Saya sedih sekali, namun itulah pertolongan Tuhan dan saya mensyukurinya,” ujar kakek yang menghabiskan masa tuanya di Penusupan, Tegal ini.

Bersama Abdurachman, Rusbandi diajak menjadi kuli panggul barang bawaan penumpang, hasilnya sekadar untuk makan. Lebih kurang dua minggu, Rusbandi membantu Abdurachman hingga dia mendengar iklan radio bahwa Taman Mini Indonesia Indah akan dibangun, membutuhkan banyak pekerja.

Rusbandi kemudian minta diantar oleh Abdurachman untuk mendaftar bekerja di sana. Dengan modal ketrampilan mencangkul, Rusbandi menjadi asisten tukang batu dengan pekerjaan membuat adonan semen.

Dengan pekerjaan itu, Rusbandi mendapat gaji senilai Rp 7 ribu. Sebagian, dia berikan kepada Abdurachman dan sisanya untuk keperluan sehari-hari.

Setelah lama bekerja di proyek TMII, saya mendengar pengumuman penerimaan mahasiswa baru Ikatan Dinas (ID) di Institut Pertanian Bogor (IPB) saya mendaftar dengan nomor peserta 049 dan diterima di ranking pertama. “Dulu pertama kali digaji Rp 1.200. Tapi senang, karena bisa membantu orang tua di kampung yang masih kesulitan. Tapi alhamdulilah hidup saya terus berangsur-angsur membaik hingga sekarang,”sebutnya.

Bapak lima anak dan kakek delapan cucu ini tak merasa harus terobsesi dengan pekerjaan. Meski pada dasarnya suka bekerja keras, Rusbandi mulai mengurangi berbagai aktivitas kerja. Bahkan sekalipun sudah tua, ia masih ingat betul semua pesan-pesan dan wejangan ayahnya Darmawi. “Orang tuanya juga, agar selalu mengingat. Jangan pernah meninggalkan shalat dan mendoakan orang tua,” kenangnya. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kurikulum SMK akan Direview

SEMARANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng diminta me review kurikulum SMK. Sebab, dari data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran paling tinggi berdasarkan...

Pabrik Tahu Terbakar

MUNGKID—Warga Dusun Puton, Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang Borobudur, Minggu (10/9) pagi, dikejutkan dengan peristiwa kebakaran. Si jago merah melumat dapur pabrik tahu...

Penderita Diabet Harus Kurangi Dosis Obat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Tidak lama lagi, umat muslim akan segera menjalani ibadah puasa. Tentunya, sejumlah persiapan pun dilakukan, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik atau...

Eksepsi Ketua RT 2 Karangayu Ditolak

SEMARANG - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang menolak eksepsi (keberatan) yang diajukan Ong Budiono selaku Ketua RT 2 RW 2 Kelurahan Karangayu, Kecamatan...

20 Banpol PP akan Amankan Air Mancur

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Sebanyak 20 personel pasukan Bantuan Satpol PP (Banpol PP) dilantik secara resmi oleh Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, Kamis (18/1). Nantinya,...

Jurangombo Selatan Nominasi Terbaik Jateng

MAGELANG–Tim Penilai Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi kesiapan Kelurahan Jurangombo Selatan, Kota Magelang dalam rangka Penilaian Pelaksana Terbaik Gotong Royong Masyarakat Tingkat Provinsi Jawa Tengah...