33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Hidup di Asrama Rentan TB

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

MAGELANG–Tinggal di asrama maupun pondok dengan beragam latarbelakang penghuni   di dalamnya, berisiko pada penularan penyakit. Salah satunya, penyakit paru-paru alias tuberculosis (TB). Mengantisipasi hal itu, Balai Kesehatan Masyarakat (Balkemas) Wilayah Magelang bekerja sama dengan dengan sejumlah pondok maupun asrama, menempatkan kader Balkemas.

Kasubag TU Balkesmas Wilayah Magelang, Diah Rina Andriani menyampaikan, tempat-tempat endemik seperti pondok pesantren (Ponpes) dan asrama, memiliki kemungkinan penularan TB yang tinggi. Karena itu, pihaknya bekerja sama dengan beberapa pondok pesantren.

“Di sana, ada kader Balkesmas. Jadi,  apabila ada penghuni yang merasakan gejala TB, akan diimbau melakukan pemeriksaan segera,” kata Rina—sapaan intimnya—saat ditemui koran ini, di kantornya, Rabu (22/11) kemarin.

Balai Kesehatan Masyarakat (Balkemas) Wilayah Magelang secara khusus meminta masyarakat waspada terhadap penyakit TB. Sebab, penyakit yang disebabkan kuman mycrobacterium tuberkulosa ini, mudah menular melalui udara.

Diah Rina Andriani mengatakan, pada musim hujan dengan kondisi udara lembab, membuat  kuman TB  bisa hidup lebih lama. Menurut dia, pada musim hujan, akan sangat mungkin terjadi peningkatan penderita TB.

“Misalnya, ada seseorang yang batuk, bersin, atau meludah, dan percikan air liurnya terkontaminasi kuman tadi, besar kemungkinan orang di dekatnya juga akan tertular penyakit tersebut,” kata Rina.

Kendati demikian, tidak semua kuman yang masuk ke dalam tubuh, akan tercetus menjadi penyakit TB. Kuman tersebut sifatnya hanya tidur, jika  daya tahan orang itu kuat, sehingga tidak akan terjangkit TB. Sebaliknya, jika terjangkit penyakit ini, penderita harus menjalani pengobatan hingga tuntas atau dinyatakan benar-benar sembuh.  “Pengobatan bagi penderita TB selama 6 bulan yang dibagi menjadi dua fase.”

Fase intensif, pada dua bulan pertama. Sedangkan fase lanjutan, mulai bulan ketiga sampai  keenam. Selama fase intensif, obat diminum setiap hari secara teratur. Memasuki fase lanjutan, obat diminum seminggu tiga kali. Serta, dilakukan pemeriksaan dahak pada akhir bulan kedua, kelima, dan keenam.  “Pengobatan harus dijalani sampai tuntas.”

Jika tidak tuntas, sambung Rina,  penderita akan terjangkit TB Multy Drug Resistant (TB MDR). Untuk itu, pengobatannya  selama 2 tahun, dengan suntik selama 6 bulan secara rutin.  “Itu karena kuman mycrobacterium tuberkulosa sudah kebal terhadap obat TB yang biasa,” ungkap Rina.

Jika penderita terkena TB MDR, sangat menguras biaya pengobatan. Sebab jangka waktu pengobatannya sangat lama. “Tapi yang bahaya, TB MDR ini menular ke orang lain, juga TB MDR.”

Jenis TB bukan hanya menyerang paru-paru. Tapi  juga bisa menyerang organ lain seperti kulit, tulang, kelenjar, selaput otak, dan mata. “Kuman TB 80 persen di paru-paru, sisanya di ekstra paru.”

Dibandingkan 2016,  hingga November 2017, penderita TB di wilayah Magelang menurun. Pada  2016 jumlah pasien TB POS sebanyak 278 orang, TB PIS kategori 2 (15 orang), TB negatif (253 orang), TB ekstra paru (20 orang), dan 69 TB anak. Sedangkan tahun ini, jumlah pasien TB POS sebanyak 173 orang, TB PIS kategori 2 (12 orang), TB negatif (209 orang), TB ekstra paru (8 orang), dan 46 TB anak. “Untuk anak-anak pasti tertular dari orang dewasa, karena anak-anak tidak mungkin bisa menularkan ke anak-anak juga.”

Upaya mengendalikan penyakit TB, masyarakat diimbau melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Ada  beragam kegiatan di dalamnya. Seperti memeriksa kesehatan secara rutin, mengonsumsi buah dan sayur, serta memperbanyak aktivitas fisik agar daya tahan tubuh kuat. “Sehingga tidak mudah terserang TB, terutama saat musim hujan.”(mg1/put/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Longsor, Tutup Akses Menuju Curug Trocoh

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG — Hujan deras yang mengguyur Temanggung disertai angin kencang selama beberapa jam, menyebabkan longsor di Dusun Trocoh, Desa Lempuyang, Kecamatan Tretep. Tepatnya,...

Bahasa Jawa Zaman Now

RADARSEMARANG.COM - BUDAYA Jawa semakin kurang diminati, dan cenderung terpinggirkan oleh masyarakatnya sendiri. Hal ini menjadi kemirisan bagi kita semua masyarakat Jawa. Kurang populeranya...

Benahi Transportasi Umum Membangun Peradaban

RADARSEMARANG.COM - DATA Korlantas Polri 2016, angka kecelakaan lalu lintas sebesar 71,3 persen melibatkan sepeda motor. Terbesar korbannya usia produktif (16-50 tahun) 78,3 persen....

Rayakan 1 Dekade V-ixion Touring ke Karimunjawa

KARIMUNJAWA- Merayakan satu dekade kelahiran motor sport Yamaha V-ixion dan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 50 konsumen melakuan touring kemerdekaan di Kepulauan Karimunjawa. Mengambil...

Sertifikat Warga Sekitar Waduk Jatibarang Clear

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Senyum bahagia bercampur haru terpancar dari sosok Maryati, seorang nenek berusia 78 tahun, warga Dusun Jatibarang RT 1 RW III, Kelurahan...

Mati Darurat

Di mana-mana terjadi mati listrik. Di Amerika, Eropa, apalagi Indonesia. Penyebabnya yang berbeda. Persoalannya: Seberapa sering. Seberapa luas. Seberapa lama. Ada kalanya sering mati lampu. Itu karena produksi listrik...