BINTEK : 50 pengurus partai saat mengikuti bintek administrasi bantuan keuangan partai politik, di Kantor Kesbangpol Kajen. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
BINTEK : 50 pengurus partai saat mengikuti bintek administrasi bantuan keuangan partai politik, di Kantor Kesbangpol Kajen. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

KAJEN – Sebanyak 50 pengurus partai politik dari 9 partai, yakni Partai Politik dari PKB, PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, PPP, PAN, Demokrat, PKS dan Hanura, dikumpulkan di  Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Poltik (Kesbangpol) Kabupaten Pekalongan, Rabu (22/11). Kegiatan tersebut sebagai bimbingan teknis (bintek) dalam rangka menertibkan administrasi bantuan keuangan partai politik (Parpol).

Para pengurus Parpol tersebut, selama dua hari akan mengikuti bimbingan teknis laporan pertanggungjawaban bantuan partai yang telah diterima, dengan narasumber dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang laporan pertanggungjawaban bantuan partai, Kantor Pajak Pratama Pekalongan, dan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Pekalongan tentang pembukuan laporan keuangan partai.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, Haryanto, mengungkapkan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan akan pengelolaan laporan keuangan, yang berkaitan dengan bantuan yang diterima oleh partai.

Menurutnya bintek tersebut juga untuk meningkatkan kesadaran hak dan kewajibannya, serta partisipasi politik dan inisiatif masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Dengan diberikannya bintek administrasi laporan keuangan dari BPK Kantor Pajak dan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, maka diharapkan pengurus partai bisa lebih menertibkan laporan administrasi bantuan keuangan partai politik,” ungkap Haryanto.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, ketika memberikan sambutan mengatakan bahwa sesuai tuntutan perkembangan zaman dan dinamika masyarakat, pengelolaan bantuan keuangan dari negara bagi partai politik, harus tertib, taat, pada peraturan perundang undangan, efisien, efektif, transparan dan bertanggungjawab.

Menurutnya iklim kondusif yang sejuk selama ini dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, agar selalu dijaga dan pelihara. Serta jadikan nilai nilai agama dan budaya bangsa sebagai sumber etika kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam rangka memperkuat akhlak dan moral saling mempercayai, saling hormat menghormati antar sesama, serta mampu mengendalikan diri.

“Partisipasi masyarakat yang tinggi akan mendukung legitimasi pemerintahan yang ada, untuk itu marilah kita tingkatkan kesadaran berpolitik secara santun, dengan menggunakan hak pilih kita secara baik dan benar, dalam setiap pemilihan umum,” kata Bupati Asip.

Bupati Asip juga menegaskan bagi aparatur pemerintah, agar senantiasa bersikap netral, dan tetap mengedepankan pelayanan prima kepada masyarakat. (thd/zal)