33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

50 Pengurus Parpol Terima Bintek dari BPK

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

KAJEN – Sebanyak 50 pengurus partai politik dari 9 partai, yakni Partai Politik dari PKB, PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, PPP, PAN, Demokrat, PKS dan Hanura, dikumpulkan di  Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Poltik (Kesbangpol) Kabupaten Pekalongan, Rabu (22/11). Kegiatan tersebut sebagai bimbingan teknis (bintek) dalam rangka menertibkan administrasi bantuan keuangan partai politik (Parpol).

Para pengurus Parpol tersebut, selama dua hari akan mengikuti bimbingan teknis laporan pertanggungjawaban bantuan partai yang telah diterima, dengan narasumber dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang laporan pertanggungjawaban bantuan partai, Kantor Pajak Pratama Pekalongan, dan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Pekalongan tentang pembukuan laporan keuangan partai.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, Haryanto, mengungkapkan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan akan pengelolaan laporan keuangan, yang berkaitan dengan bantuan yang diterima oleh partai.

Menurutnya bintek tersebut juga untuk meningkatkan kesadaran hak dan kewajibannya, serta partisipasi politik dan inisiatif masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Dengan diberikannya bintek administrasi laporan keuangan dari BPK Kantor Pajak dan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, maka diharapkan pengurus partai bisa lebih menertibkan laporan administrasi bantuan keuangan partai politik,” ungkap Haryanto.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, ketika memberikan sambutan mengatakan bahwa sesuai tuntutan perkembangan zaman dan dinamika masyarakat, pengelolaan bantuan keuangan dari negara bagi partai politik, harus tertib, taat, pada peraturan perundang undangan, efisien, efektif, transparan dan bertanggungjawab.

Menurutnya iklim kondusif yang sejuk selama ini dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, agar selalu dijaga dan pelihara. Serta jadikan nilai nilai agama dan budaya bangsa sebagai sumber etika kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam rangka memperkuat akhlak dan moral saling mempercayai, saling hormat menghormati antar sesama, serta mampu mengendalikan diri.

“Partisipasi masyarakat yang tinggi akan mendukung legitimasi pemerintahan yang ada, untuk itu marilah kita tingkatkan kesadaran berpolitik secara santun, dengan menggunakan hak pilih kita secara baik dan benar, dalam setiap pemilihan umum,” kata Bupati Asip.

Bupati Asip juga menegaskan bagi aparatur pemerintah, agar senantiasa bersikap netral, dan tetap mengedepankan pelayanan prima kepada masyarakat. (thd/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

Cerita Penyandang Tunanetra yang Belajar Mandiri di Liverpool

PENAMPILAN Moh. Hilbram dalam acara pemkot pada 2017 menarik perhatian wali kota Liverpool. Anak dengan disabilitas itu pun bisa mengunjungi kota di Inggris tersebut...

Ketua Demokrat Resmi Sandang Nama Liluk

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Merasa nama aslinya tak cukup dikenali masyarakat, Ketua DPD Partai Demokrat Kota Semarang, Wahyu Winarto, mengajukan permohonan di Pengadilan Negeri (PN) untuk membubuhkan...

Nyonya Meneer Pailit, Tagihan Utang Capai Rp 7,4 Miliar

SEMARANG- Pabrik jamu legendaris asal Semarang, PT Nyonya Meneer (PT Njonja Meneer) yang dipimpin Presiden Direktur Charles Saerang, akhirnya dinyatakan pailit di tangan pengusaha...

Curi Cabai, Tarwin Babak Belur

TEMANGGUNG- Tergiur dengan tingginya harga cabai membuat Tarwin, 45, alias Londo, warga Dusun Widoro Desa Bangunsari Kecamatan Pageruyung Kendal gelap mata. Ia menyatroni kebun...

Tiga Kasus Difteri, Seorang Meninggal

SEMARANG-Sepanjang 2017, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menemukan sedikitnya tiga kasus difteri positif yang tersebar di tiga kota/kabupaten, yakni Kota Semarang, Karanganyar dan Kendal....

Mampu Penuhi 4 Kriteria, Semarang Raih Predikat WTP

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Semarang Tahun Anggaran 2017. Predikat...