Selangkah Lagi ke Liga 1

PSIS Genggam Satu Tiket Semifinal

169
SELEBRASI : Para pemain PSIS melakukan selebrasi atas gol Haudi Abdillah di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa malam (21/11) kemarin. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SELEBRASI : Para pemain PSIS melakukan selebrasi atas gol Haudi Abdillah di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa malam (21/11) kemarin. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BANDUNG-Tim PSIS Semarang akhirnya mewujudkan ambisinya untuk melaju ke babak semifinal Liga 2 setelah mengakhiri laga terakhir babak delapan besar Grup Y dengan hasil imbang 1-1 versus PSPS Riau di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa malam (21/11) kemarin.

Raihan satu poin tersebut sudah cukup membawa Haudi Abdillah dkk melaju ke semifinal sebagai runner up Grup Y dengan torehan empat poin. PSPS sebenarnya mencatatkan raihan poin yang sama dengan PSIS, namun tim berjuluk Asykar Bertuah itu kalah dalam jumlah selisih gol atas PSIS.

Empat tim yang lolos ke babak semifinal yaitu Persebaya (juara Grup Y), PSIS (runner up Grup Y), PSMS (juara Grup X) dan Martapura FC (runner up Grup X) akan memperebutkan tiga tiket promosi ke Liga 1.

Di babak semifinal yang rencananya akan digeber di GBLA 25 November 2017 menatang, PSIS akan berjumpa dengan PSMS Medan. Sedangkan Persebaya akan bentrok versus Martapusa FC. Artinya, dua tim yang berhasil menang di semifinal dan melaju ke final otomatis lolos ke Liga 1. Kemudian satu tiket promosi lainnya akan diperebutkan dua tim yang kalah di babak semifinal.

“Babak delapan besar kemarin, kami lalui dengan berat. Dan kami bersyukur bisa lolos ke semifinal. Namun perjuangan belum usai, kami berharap tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk lolos ke semifinal. Dan peluang cukup terbuka larena tiga tiket promosi diperebutkan empat tim,” ujar Direktur Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho.

Laga terakhir babak delapan besar kemarin benar-benar berlangsung sengit sejak awal. Baik PSIS maupun PSPS sama-sama tampil ngotot dan menginginkan satu tiket ke semifinal.

Head Coach PSIS, Subangkit menurunkan skuat yang tidak jauh berbeda dengan dua laga sebelumnya. Hanya saja, tim berjuluk Mahesa Jenar tidak bisa menggunakan tenaga M Rio Saputro yang terkena hukuman akumulasi kartu. Namun kembalinya M Yunus di lini tengah membuat permainan PSIS semakin hidup. Pemain bernomor punggung 32 itu mampu tampil sebagai jenderal lapangan Mahesa Jenar.

Namun keasyikan menyerang, PSIS harus kebobolan lebih dulu melalui tendangan keras gelandang PSPS, Wahyu Kristanto di menit ke-42 sekaligus menutup babak pertama untuk keunggulan 1-0 PSPS atas PSIS.

MENGHINDAR : Winger PSIS Rifal Lastori mencoba menghindar dari sergapan pemain belakang PSPS di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa malam (21/11) kemarin. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGHINDAR : Winger PSIS Rifal Lastori mencoba menghindar dari sergapan pemain belakang PSPS di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa malam (21/11) kemarin. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Di babak kedua Coach Subangkit langsung melakukan perubahan. Winger Melcior Leideker yang selalu mendapatkan pengawalan ketat digantikan perannya oleh Andrid Wibawa. Tenaga baru di sektor sayap terbukti mampu menambah daya dobrak Mahesa Jenar.

Gol yang ditunggu PSIS akhirnya datang di menit ke-71. Kapten Haudi Abdillah akhirnya mampu menyamakan kedudukan 1-1 melalui sundulan kepalanya setelah memanfaatkan umpan bola mati Taufik Hidayat.

Kedudukan imbang membuat tensi pertandingan semakin meninggi. Buntutnya, bek kanan PSPS, Fiktor Pae harus diusir wasit lantaran mendapatkan dua kartu kuning. Bek asal Papua tersebut melakukan pelanggaran keras terhadap Taufik Hidayat.

Unggul jumlah pemain, coach Subangkit kembali memasukkan tenaga segar. Gelandang Adit Wafa dimasukkan menggantikan peran M Yunus sebagai breaker. Hasilnya cukup lumayan, Adit mampu menjadi penyeimbang lini tengah PSIS.

PSPS yang ngotot harus menang, kembali kehilangan pemainnya. Kali ini Tegar Hening yang diusir wasit Saepudin dengan kartu kuning kedua di masa injury time. Di dua menit tambahan waktu pertandingan berjalan cukup keras.

Bahkan wasit Saepudin harus diamankan keluar lapangan lantaran sempat dikejar oleh pemain serta official tim PSPS yang merasa tidak puas dengan kepemimpinan wasit asal Subang tersebut. Meski akhirnya skor imbang 1-1 bertahan hingga laga usai.

Head Coach PSIS Subangkit mengakui timnya tidak berani tampil terbuka di babak pertama. Pelatih asal Pasuruan itu menginstruksikan kepada Haudi Abdillah dkk untuk menahan serangan-serangan cepat tim Asykar Bertuah.

“Kami menginstruksikan kepada dua bek sayap untuk tidak terlalu naik di babak pertama. Baru di babak kedua, kami ingin tampil lebih menyerang karena tertinggal satu gol. Dan akhirnya bisa menyamakan kedudukan,” kata Subangkit.

Pihaknya juga berharap Haudi Abdillah dkk bisa tampil lebih maksimal di babak semifinal. “Babak semifinal akan lebih berat. Kami harus kerja keras dua kali lipat,” pungkasnya.

Senada dengan Subangkit, kapten tim Haudi Abdillah juga bertekad mewujudkan target tim promosi ke Liga 1. “Harus diakui, permainan kami melawan PSPS lebih baik dibanding dua laga sebelumnya. Kami optimistis bisa memenuhi target promosi,” kata Haudi.
Sementara Head Coach PSPS, Marwal Iskandar menolak berkomentar banyak tentang laga tersebut. “Kalian melihat sendiri kami banyak dikecewakan dengan keputusan wasit. Kami akan melaporkan hal ini,” katanya. (bas/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here