33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Polda Gerebek Gudang Pupuk Ilegal

Omzet Rp 100 Juta/Bulan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG-Aparat Polda Jateng menggerebek gudang ribuan kemasan pupuk cair ilegal di Dusun Kuwu Kecamatan Dempet Kabupaten Demak, Kamis (16/11) lalu. Padahal sebelum terungkap, pabrik tersebut telah menghasilkan omzet Rp 100 juta perbulan.

Penggerebekan tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait beredarnya pupuk cair dalam kemasan botol di daerah Pantura, termasuk Demak. Setelah ditindaklanjuti, petugas berhasil menemukan tempat pembuatan pupuk tersebut.

“Pelaku memproduksi dan memperdagangkan pupuk yang belum memiliki izin edar dari Kementan RI. Selain itu, isinya tidak sesuai dengan komposisi pada label kemasan,” ungkap Kasubdit Indagsi I Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Egy Andrian Suez saat gelar perkara di Mako Ditreskrimsus Polda Jateng, Selasa (21/11) kemarin.

Hasil penggerebekan tersebut, petugas Ditreskrimsus Polda Jateng berhasil menyita ribuan kemasan pupuk cair dan serbuk siap edar ilegal. Selain itu, petugas juga telah mengamankan seorang bernama Alfan Junaidi alias AJ, 42, sebagai pelaku dan pemilik pupuk car ilegal dari CV Randu Aji.

Barang bukti pupuk cair dalam kemasan botol tersebut diberi merek NPK, Bio Trubus, Antonik, Raja Muda, Goming, Abimix, Z-Pro, Autogrow, Topzinc, King Flower, Hormon B, Extra Flower, Nutrece, Kalsium Super, Raja Ijo, Padi Mas MKP dan Herba Green. Bahkan ada Miyabi, Bonek dan juga Autogrow. “Kalau merek ini dari pelaku sendiri. Asal, semaunya pelaku dan bukan merek paten. Padahal tulisan komposisinya macam-macam, tapi isinya sama,” jelasnya.

Egy juga menerangkan, pelaku memproduksi dan mengedarkan pupuk secara ilegal ini sejak tahun 2010 silam. Peredarannya mencakup wilayah Pantura, mulai Demak, Purwodadi, Kendal dan termasuk daerah Cepu. “Ada ribuan kemasan siap kirim, ada yang cair dan serbuk. Ada salesnya juga yang datang dan menjual,” katanya.

Menurut keterangan pelaku, lanjut Egy, dari hasil penjualan, pelaku memperoleh omzet hingga ratusan juta rupiah dalam sebulan. Sedangkan pupuk dalam kemasan tersebut dijual kisaran harga mulai Rp 20 ribu sampai Rp 60 ribu. “Ada kemasan kecil dan besar. Omzet penjualan sekitar Rp 100 juta perbulan, keuntungan bersih Rp 20 juta karena dipakai untuk operasional dan membayar karyawan,” bebernya.

Ribuan kemasan pupuk cair dan serbuk ilegal tersebut sebenarnya isinya sama. Bahan baku pembuatan pupuk tersebut dari fregmentasi tumbuh-tumbuhan dan limbah organik tebu. “Apabila tahun ini tidak laku, diganti merek lagi. Hal itu untuk mengelabuhi konsumen agar tertarik dengan merek baru. Sedangkan isinya ya sama saja,” terangnya.

Sesuai aturan yang berlaku, kata Egy, pembuatan dan penjualan pupuk harus ada parameternya dan tahapan uji sebelum diedarkan. Sehingga pupuk yang dipakai tidak membahayakan baik lingkungan, tanah maupun tumbuh-tumbuhan. “Kenapa saya bilang ilegal, karena pupuk yang beredar di seluruh Indonesia harus memiliki standar mutu terjamin dan ada labelnya. Untuk mengetahui terjamin atau tidak, ada uji lapangan dan uji efek rumah kaca,” katanya.

Dari kasus ini, pelaku dijerat degan Pasal 60 ayat 1 UU RI 12/1992 tentang sistem budidaya tanaman dengan ancaman pidana lima tahun dan denda Rp 250 juta. Selain itu, dipersangkakan pasal 62 UU RI 8/1999 tentang perlindungan konsumen, ancaman hukuman pidana lima tahun dan denda Rp 2 miliar. “Status AJ sudah ditetapkan tersangka. Nanti kami akan mengadakan uji laboratorium untuk mengetahui lebih jauh,” pungkasnya. (mha/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Usulan Soal Tol Tak Direspons, Bupati Marah

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Bupati Batang Wihaji menegaskan dirinya masih geram dengan pengembang jalan tol yang ada di wilayahnya. Untuk itu, mewakili warga Batang dan Pemerintah...

Peserta Sinok-Sinang Membeludak

RADARSEMARANG.COM, KENDAL-Sebanyak 127 mengikuti seleksi pemilihan Sinok dan Sinang Duta Wisata Kendal. Mereka nantinya akan bersaing untuk menjadi Duta Wisata Kendal tahun 2018. Ketua Panitia...

Pagar itu Pencitraan Trump

Hery, June 4, 2018: Pak Dahlan sering berkenalan dengan orang-orang baru lengkap dengan profesi dan asalnya. Jadi penasaran. Kalau pak Dahlan memperkenalkan diri sebagai apa?...

Semangat Jalan Sehat Warga Potrobangsan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Warga RW I Kelurahan Potrobangsan, Kota Magelang Minggu (26/8) mengadakan jalan sehat bersama. Kegiatan yang diadakan untuk menyemarakkan HUT ke-73 Kemerdekaan...

Hero Pimpin Rutan Salatiga

SALATIGA-Pucuk pimpinan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Salatiga beralih. Hero Silistyono dilantik mejadi kepala rutan menggantikan Yunengsih, yang dipindahtugaskan menjadi Kepala Lembaga Pemasyarakatan...

Gelar Doa Bersama untuk Bangsa

SEMARANG - Peringatan se-jit (HUT) Yang Mulia Bunda Bumi (Te Bo) di klenteng Low Lie Bio (kebun Jeruk) di gelar dengan khusyuk dan meriah....