Gali Peradaban di Lemah Abang

211
PAYUNG HUKUM : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama Kepala Puslit Arkenas I Made Geria, usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman terkait penelitian situs purbakala. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
PAYUNG HUKUM : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama Kepala Puslit Arkenas I Made Geria, usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman terkait penelitian situs purbakala. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

KAJEN– Penelitian batu purbakala yang diduga peninggalan zaman Mataram kuno abad 1, di Dusun Bogol, Desa Lemah Abang, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, terus dilakukan oleh Badan Pusat Arkeologi Nasional (BPAN).

Setelah hampir setahun melakukan penelitian secara umum atau sejak 2016, kini BPAN akan melanjutkan penelitian. Kali ini lebih khusus. Lanjutan penelitian ditandai dengan penandatanganan kesepahaman antara Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dengan Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas), I Made Geria, Selasa (21/11).

Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Pekalongan, Bambang Irianto, mengungkapkan bahwa penelitian yang dilakukan oleh tim arkeolog sejak 2016 sifatnya masih umum. Kemudian pada tahun 2017, ditindaklanjuti lagi secara detail lagi dan lebih  khusus, untuk menjawab dari masyarakat yang sudah tersebar luas kaitannya dengan Menhir.

“Dan hari ini akan dipaparkan hasil penelitian situs budaya Lemah Abang, dimana akan secara detail disampaikan kajian baik dari segi geologi, antropologi maupun arkeologi. Sehingga nanti diharapkan dengan penelitian ini akan diperoleh informasi terutama untuk masyarakat berkaitan dengan peninggalan purbakala yang ada di wilayah Lemah Abang,” ungkap Bambang.

Bambang juga mengatakan bahwa penandatanganan MoU, antara Kepala Puslit Arkenas dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, adalah sebagai payung hukum dalam rangka kerjasama khususnya di bidang ke-arkeologi-an. Untuk itu pada tahun 2018 mendatang, kegiatan ini akan kita tindaklanjuti dengan menjadikan wilayah Lemah Abang sebagai Pusat Peradaban.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here