Bedah 10 Rumah dengan Dana Desa

164
BEDAH RUMAH : Kapolsek Karangdadap AKP I Wayan Gelgel saat meninjau rumah Ibu Kisruh, salah satu penerima bantuan bedah rumah. Memastikan bantuan tepat sasaran. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
BEDAH RUMAH : Kapolsek Karangdadap AKP I Wayan Gelgel saat meninjau rumah Ibu Kisruh, salah satu penerima bantuan bedah rumah. Memastikan bantuan tepat sasaran. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

KAJEN- Sepuluh rumah warga Desa Kalilembu, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, yang tak layak huni akan dibedah menggunakan dana desa sebesar Rp 80 juta. Mayoritas kondisi rumah tersebut berdinding anyaman bambu dan berlantai tanah. Selain itu, pemilik rumah berusia lebih dari 65 tahun tidak memiliki pekerjaan, sehingga tidak bisa memperbaiki rumah.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Selasa (21/11), Kapolsek Karangdadap AKP I Wayan Gelgel bersama Bhabinkamtibmasnya melakukan pengawasan penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) 2017 Desa Kalilembu.

Kepala Desa Kalilembu, Suparno menjelaskan renovasi dilakukan terhadap rumah atas nama Musbihin, Kisruh, Tonar, Waluyo, Mismah, Daspari, Danuri, Riyanto, Rasmin, dan Bariyah yang terletak di RT 2, 5, 8, 6 dan 11 Desa Kalilembu, dengan alokasi masing-masing mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 8 jutaan.

Para penerima bantuan tersebut adalah para janda dan orang tua yang dikategorikan miskin dan tidak pernah mendapatkan bantuan dari mana pun. Sedangkan secara fisik sudah tidak memungkin untuk bekerja.

“Penerimaan bantuan bedah rumah tahun ini, jumlahnya naik jika dibandingkan tahun lalu, dimana rumah yang dibangun hanya satu unit,” ungkao Suparno.

Sementara itu, Kapolsek Karangdadap Polres Pekalongan, AKP I Wayan Gelge, menegaskan bahwa sepuluh rumah yang dipilih dianggap memenuhi syarat sesuai indikator, diantaranya pemiliknya sudah berusia tua, janda dan tidak memiliki penghasilan tetap.

Menurutnya  pembangunan rumah tidak layak huni tersebut akan dilaksanakan dengan sistem padat karya dengan melibatkan masyarakat desa. “Karena kalau dengan dana Rp 8 jutaan per rumah, tidak akan bisa selesai tanpa partisipasi masyarakat. Sehingga diharapkan warga sekitar juga turut membantu agar pembangunan bisa selesai,” kata kapolsek. (thd/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here