33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

4 Toko Modern Akan Ditutup Paksa

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KAJEN– Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan sudah menentukan waktu penutupan 4 toko modern berjejaring nasional yang melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan No 1 Tahun 2014 tentang Penataan, Pembinaan dan Pengawasan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

Surat pengosongan ke pihak manajemen toko modern berjejaring sudah dikirim. Kini tinggal waktu saja Satpol PP Kabupaten Pekalongan melakukan penyegelan. Penyegelan atau penutupan paksa terhadap empat indomaret ini akan dilakukan besok, Kamis (23/11) 2017.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan, Edi Widiyanto, membenarkan atas keputusan pemkab untuk menutup empat toko modern yang menyalahi Perda tersebut. Empat toko itu, meliputi satu toko di Kecamatan Bojong, dan tiga toko di Kecamatan Kedungwuni.

Dijelaskan, sesuai Pasar 11 dalam Perda Kabupaten Pekalongan No 1 Tahun 2014, dijelaskan bahwa Pendirian pusat perbelanjaan dan toko modern harus memenuhi beberapa ketentuan, di antaranya minimarket harus memenuhi ketentuan mengenai jarak, minimarket berjejaring tidak diperbolehkan berjarak kurang dari 1.000 m (seribu meter) dari pasar tradisional.

“Soal jarak sudah jelas, keempat toko modern ini menyalahi Perda, karena jaraknya tidak ada 1 kilo dari pasar tradisional. Selain itu, toko modern ini juga belum mengantongi SITM (Surat Izin Toko Modern),” terang Edi.

Sebelumnya, pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada managemen agar melakukan pengosongan barang-barang di dalam toko. Waktu satu minggu untuk pengosongan dirasa cukup, dan besok adalah waktu untuk penyegelan. Apabila saat hari besok masih ada aktivitas jual beli, proses penyegelan tetap berjalan dengan meminta karyawan dan pengunjung untuk keluar dari lokasi.

“Nanti pada saat penutupan, kita bacakan hak dan kewajiban mereka sebelum akhirnya kita segel. Penyegelan menggunakan gembok dan Satpol PP line. Kita juga melibatkan pihak kejaksaan, kepolisian, TNI, Camat dan kepada desa setempat,” ujarnya.

Edy mengaku, beberapa hari lalu pihak manajemen sempat mendatanginya di kantor dinas untuk meminta perpanjangan waktu. Namun, ia menegaskan, penyegelan ini merupakan keputusan mutlak dari Pemkab Pekalongan, dan sudah didasari berbagai pertimbangan yang matang. “Kita sudah beri waktu satu minggu untuk pengosongan. Besok sudah diputuskan untuk penutupan, dan sudah tidak bisa ditawar lagi,” kata dia.

Akan tetapi, lanjut Kasatpol, apabila di kemudian hari pihak toko akan mengangkut barang dari dalam, maka harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari pihak Satpol PP. “Kalau sudah disegel, tapi pihak toko mau mengambil barang-barang, kita tidak melarang. Namun, tetap harus disertai izin dari Satpol PP. Usai penutupan ini, jika masih ada pelanggaran, maka sanksinya adalah pidana,” tandas Satpol.

Penutupan toko modern ini merupakan rangkaian dari penutupan sebelumnya, yakni pada Tanggal 24 Juli 2017 lalu. Dimana pada saat itu terdapat dua toko modern yang ditutup paksa karena tidak memiliki Surat Izin Toko Modern (SITM). Bahkan mereka tidak mengindahkan teguran dari Pemkab setempat. (yan/jpg/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Menilik Kemandirian MIN Sumurrejo Gunungpati

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Summurejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mempunyai cara unik untuk menggalang dana yang mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM). Yakni dengan menawarkan...

Panwascam Mendadak Dites Urine

TEMANGGUNG—Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Temanggung melakukan tes urine terhadap 60 Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) terpilih. Tes urine berlangsung di kantor BNNK Temanggung,...

Siti Masitha Dituntut 7 Tahun

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Tuntutan berbeda dijatuhkan Penuntut Umum (PU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pasangan Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno dan...

Tanamkan Nasionalisme Pada Diri Siswa

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Para pelajar sekarang ini menjadi generasi penerus bagi para pendahulunya. Karena itu, menanamkan sikap rasa bangga pada bangsa dan Negara perlu...

PB BST Kuasai Final Tunggal Dini Putra

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Klub Perkumpulan Bulu tangkis (PB) BST menguasai babak final kelompok usia tunggal dini dan anak putra Djarum Foundation Kejurkab PBSI Cup...

Transmart Setiabudi Resmi Dibuka

SEMARANG - Potensi dan perkembangan Kota Semarang yang pesat, membuat gerai retail terkemuka di Indonesia, PT Trans Retail Indonesia melirik Kota Semarang sebagai lokasi...