15.6 C
Munich
Sabtu, 31 Oktober 2020

Perketat Kepemilikan Senjata Api Polisi

Menarik

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

MAGELANG–Kepolisian Resort (Polres) Magelang Kota mulai memperketat izin kepemilikan senjata api (senpi). Utamanya, bagi personel kepolisian. Langkah ini sebagai antisipasi terjadinya penyalahgunaan senpi.

Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan, Senin (20/11) kemarin mengatakan, dari total personel di Polres Magelang Kota, hampir separuhnya dibekali senpi. Utamanya, yang bertugas di operasional penegak hukum.

“Untuk yang nonoperasional, apalagi yang layanan internal, kita hindari bawa senpi. Jumlahnya ada sekitar separuh dari total anggota yang ada.”

AKBP Kristanto menjelaskan, kecelakaan kasus senpi yang terjadi di beberapa daerah, sebagian besar karena persoalan psikis anggota. Untuk itu, lanjut Kristanto, antisipasi sejak dini tidak hanya pemeriksaan rutin senpi secara fisik. Tetapi juga menyangkut si pembawa senpi itu sendiri. “Setiap tahun, kami wajibkan anggota untuk memperpanjang izin kepemilikan senpi. Jika tidak memenuhi syarat, langsung kita cabut.”

Syarat memperpanjang izin membawa senpi, menurut Kristanto, harus menuntaskan berbagai macam kelas tes. Seperti tes psikologi dan wawancara. Dalam rentang waktu satu tahun, sudah bisa mendeteksi kondisi psikologis anggota, jika terjadi perubahan drastis.

“Dari kelas itu, akan muncul hasil tesnya. Kemudian hasil wawancaranya juga akan keluar. Nah, di situ kita bisa menilai, anggota ini layak atau tidak kalau pegang senjata lagi.”

Kristanto memastikan, selain psikis anggota, pihaknya juga rajin memeriksa fisik senpi. Jika ditemukan kerusakan atau kelalaian dalam perawatan, Polres akan langsung menyita. “Akan kita sita dan teliti masa izinnya.” (cr3/isk)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...