33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Kenalkan Potensi Lokal Kepada Generasi Muda

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KAJEN – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan, mulai mengenalkan potensi serta kerajinan lokal kepada generasi muda. Senin (20/11) kemarin, Dekranasda berkunjung ke SMA N Wiradesa dan SMA N Bojong.

Kegiatan ke sekolah ini, merupakan salah satu program Dekranasda Kabupaten Pekalongan yaitu “Dekranasda Goes to School”. Pada kunjungan hari pertama, Tim I yang dipimpin oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan, Munafah Asip Kholbihi mengunjungi SMAN Wiradesa, dan mengenalkan beberapa produk kerajinan Kabupaten Pekalongan,.

Tim 2 yang dipimpin oleh Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi, yang melakukan kunjungan ke SMAN Bojong. Pada kunjungan di SMAN Bojong ini, digelar juga hasil kerajinan tangan dari para siswa.

Munafah Asip Kholbihi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sebagai wujud kepedulian pengurus untuk mendorong agar kerajinan daerah bisa dikenal di tingkat nasional maupun internasional, khususnya pada generasi muda.

Menurutnya selain itu juga untuk memotivasi para siswa agar menjadi perajin atau pengusaha, sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Karena banyak potensi usaha yang belum tergali, yang dapat dikembangkan untuk membuka usaha baru.

“Saya berharap agar para siswa kelak juga dapat menjadi para pengusaha, dengan mengembangkan potensi ekonomi yang ada di daerah sekitar, seperti di Paninggaran yang banyak menghasilkan bambu, yang dapat dibuat untuk mebeler atau usaha spu gelagah yang sudah eksport,” ungkap Munafah Asip.

Munafah Asip menambahkan, kegiatan Dekranasda Goes to School, meliputi paparan pengenalan Lembaga Dekranasda dan produk-produk kerajinan daerah Kabupaten Pekalongan. Selain itu, juga ada testimoni dari para perajin sukses, serta pelatihan pembuatan kerajinan, antara lain kerajinan Decoupage oleh Henny Turniawati.

Menurutnya program ini dapat membuka  wawasan para siswa serta menggali imajinasi untuk berbuat sesuatu yang menghasilkan produk, dengan menggali potensi yang ada di daerah sekitar dan bisa dijual yang berdampak pada peningkatan ekonomi.

“Dekranasda Goes to School juga membagikan doorprize, berupa kerajinan daerah kepada siswa yang berani tampil dan menjawab pertanyaan, dari Sekretaris 2 Dekranasda, Firtiya Dwi Handayani yang sebelumnya memaparkan materi,” kata Munafah Asip.

Kegiatan Dekranasda Goes to School dijadwalkan akan dilakukan hingga Rabu (22/11) mendatang, dengan jadwal kunjungan ke SMK N Karangdadap dan SMA N Kedungwuni.  Sebelumnya, kunjungan pada Selasa (21/11) yakni di SMK Ma’arif NU dan SMAN Kajen. (thd/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Terbitkan Peraturan Obligasi Daerah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan tiga peraturan terkait obligasi daerah. Peraturan tersebut diterbitkan guna mendukung dan mendorong program pemerintah,  terutama di...

Masih Buru Satu Kiper Lagi

SEMARANG – PSIS masih terus berburu satu slot pemain untuk pos penjaga gawang. Saat ini posisi di bawah mistar baru dihuni oleh dua kiper...

60 Persen Jalan di Kabupaten Batang Rusak

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Ini menyedihkan. Di saat Pemprov Jateng menggalakkan program jalan di Jateng tanpa lubang, ternyata kondisi di Kabupaten Batang memprihatinkan. Sebab, hampir...

Kendarai CBR250 Butuh Teknik Khusus

SEMARANG - Astra Motor Jawa Tengah mengajak pencinta motor sport untuk menjajal ketangguhan dan performa dari Honda CBR 250 RR di landasan pacu Bandara...

Jasindo Salurkan 1.500 Bingkisan untuk Korban Rob

DEMAK- Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Persero Semarang, kemarin menyalurkan 1.500 bingkisan untuk warga kurang mampu secara ekonomi, yang...

Pertahankan Market Leader

SEMARANG - Persaingan kendaraan niaga yang sengit ternyata tidak membuat PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) puas walaupun selama 17 tahun terakhir ini mampu...