33 C
Semarang
Rabu, 30 September 2020

Dorong Perbaikan Sisi Manajerial UMKM

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

TEMANGGUNG – Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah terus mendorong peningkatan kualitas usaha mikro, kecil dan menengah. Khususnya dari sisi manajerial yang dinilai masih perlu banyak pendampingan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Ema Rahmawati mengatakan, pihaknya telah memberikan berbagai pelatihan bagi para pelaku UMKM. Mulai dari pelatihan vokasi yang bertujuan meningkatkan keterampilan, pelatihan manajerial terkait pemasaran dan tata keuangan, hingga pelatihan kompetensi. “Dari semua pelatihan tersebut, sejauh ini pelatihan keterampilan yang paling banyak diikuti,” ujarnya disela-sela sarasehan Gayeng Bareng Gubernur Jawa Tengah bersama blogger/vlogger dan pelaku UKM Kabupaten Temanggung, Jumat (17/11).

Namun demikian, ke depan, pelatihan dan pendampingan dari sisi manajerial akan lebih banyak ditekankan. Sisi manajerial ini dinilai perlu ditingkatkan, karena berkaitan dengan daya saing produk di pasaran. “Kalau untuk produk boleh dibilang produk-produk cukup baik, hanya saja dari segi pengemasan dan pemasaran yang masih kurang. Masih banyak UMKM yang belum bisa membuat company profile, maupun memasarkan produk secara online,” ujarnya.

Padahal lanjutnya, saat ini eranya berjualan yang tidak lagi secara konvensional. Market place maupun sosial media banyak digunakan untuk memasarkan produk. Dengan pengemasan dan pemanfaatan sosial media, area pemasaran akan lebih luas.

Terkait hal ini, pihaknya pun berupaya memfasilitasi para pelaku UMKM dengan membangun market place yang diberi nama Sadewa Market. Antusiasme pelaku maupun masyarakat akan market place ini dinilai cukup baik. Sayangnya, masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami sistem pemasaran tersebut. “Oleh karena itu, tahun depan akan kami seimbangkan, antara pelatihan keterampilan dan manajerial,” katanya.

Salah satu pengusaha Carica di Wonosobo, Trisila Juwantara mengakui bahwa para pelaku usaha mikro dan kecil masih tertinggal terkait transisi pemasaran offline ke online. “Kita punya domain dan website tetapi tidak dikelola dengan baik karena keterbatasan ,” ujarnya.

Di bisnis Carica sendiri lanjutnya, saat ini pengembangannya beralih dari generasi tua ke generasi muda. Para generasi muda mulai turun ke pemasaran online, tetapi tidak semua UKM punya sumber daya yang sama. “Sebagian belum berpikir untuk memasarkan secara online. Pelatihan juga ikut pelatihan tetapi setelah itu tidak bisa mengaplikasikannya, itu dinamika UMKM,” terangnya. (cha/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...