33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Buruh Desak Revisi UMK

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

UNGARAN – Ratusan buruh yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Pekerja Ungaran (Gempur) kembali melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Semarang, Senin (20/11). Aksi tersebut sebagai penyataan sikap terkait dengan aksi sebelumnya pada Jumat (17/11) yang tidak mendapat respon dari Bupati Semarang.

Koordinator aksi, Nurdin Ma’ruf mengungkapkan aksi tersebut untuk mendesak revisi UMK Kabupaten Semarang yang ditetapkan sebesar Rp 1.896.989,5. “Kami tetap menolak rekomendasi oleh Bupati tentang UMK 2018 yang disampaikan Gubernur dimana Bupati merekomendasikan upah sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78/2015 yaitu 8,7 persen,” kata Nurdin.

Menurutnya, penetapan UMK yang berdasar kepada PP Nomor 78/2015 bertentangan dengan Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dimana dalam penentuan UMK harus berdasarkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Sementara itu penentuan jumlah KHL harus berdasarkan survey terlebih dahulu. Namun, lanjutnya, selama ini dalam penentuan KHL Bupati Semarang dinilai tidak pernah melakukan survey di lapangan terlebih dahulu.

Apabila tuntutan tidak diperhatikan oleh Bupati Semarang, para pengunjuk rasa mengancam akan memboikot Pilgub Jateng yang akan digelar 2018 mendatang. Menurut Nurdin, keputusan tersebut sudah bulat mengingat selama ini mereka sudah memberikan ruang untuk Bupati Semarang berdiskusi dengan para serikat pekerja di Kabupaten Semarang.

Dikatakan Nurdin, sebelum penentuan UMK 2018 pihaknya selaku perwakilan para pekerja di Kabupaten Semarang sudah datang empat kali ke kantor Bupati Semarang. “Dua kali kita diterima oleh Wakil Bupati, karena bupati tidak bisa menerima dengan alasan yang tidak jelas, setelah kita kasih waktu lagi selama dua minggu tidak ada kejelasan sampai saat ini,” ujarnya.

Aksi boikot yang akan dilakukan yaitu dengan tidak memberikan suara pada Pilgub Jateng 2018 mendatang. Ia yakin, dalam hal ini suara buruh di Kabupaten Semarang dapat mempengaruhi jalannya Pilgub Jateng 2018 mendatang.“Sehingga hal itu saya sampaikan ke teman-teman yang ikut aksi dimana suara buruh itu sangat banyak apalagi ini jelang Pilgub Jateng,” ujarnya.

Dikatakan Nurdin, jumlah suara buruh di Kabupaten Semarang hampir mencapai 70 ribu pemilih. Apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi, mereka mengancam akan melakukan aksi boikot dengan tidak memberikan suara pada Pilgub Jateng 2018. “Kita sudah lelah dengan sikap Pemerintah yang seolah menganggap keberadaan kita tidak ada artinya,” katanya.

Akhirnya Bupati Semarang Mundjirin bersedia menemui massa. Beberapa perwakilan dari para pengunjukrasa diajak berdiskusi terkait dengan tuntutan mereka. Akhirnya Bupati Semarang Mundjirin menyetujui untuk menaikkan usulan UMK.“Kita bulatkan menjadi Rp 1.900.000, dan besaran usulan ini akan kita naikkan ke Pak Gubernur,” ujar Mujdiirn.

Seperti diketahui, Dewan Pengupahan Kabupaten Semarang telah menyepakati usulan UMK Kabupaten Semarang tahun 2018 sebesar Rp 1.896.989,5. Usulan ini bahkan telah disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk disetujui. Dibandingkan dengan besaran UMK Kabupaten Semarang tahun 2017 sebesar Rp 1.745.000, maka besaran usulan UMK kali ini mengalami kenaikan sebesar Rp 151.989,5 atau 8,7 persen. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...