33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

Tanam Seribu Mangrove di Bleder dan Pulau Tiban

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KENDAL- Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Kendal siaga untuk mengatisipasi terjadinya bencana alam. Salah satunya dengan menggelar Gerakan Aksi Seribu Tanam Mangrove di Kawasan Bleder dan Pulau Tiban, Desa Kartika Jaya, Minggu (19/11) kemarin. Aksi tanam magrove yang diadakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal ini melibatkan seribu relawan dari berbagai komunitas, ormas, pelajar dan mahasiswa.

Bupati Kendal, Mirna Annisa, mengatakan, memasuki musim penghujan saat ini, warga perlu waspada dengan adanya bencana alam. Apalagi saat ini kualitas lingkungan cenderung menurun dengan banyaknya kerusakan hutan, abrasi, dan lainnya. Untuk itu, harus ada langkah antisipasi dengan menggerakkan program penghijauan. ”Masyarakat diharapkan aktif dan proaktif, seperti aksi penghijauan dengan menanam mangrove. Masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk ikut menjaga lingkungan,” katanya.

Ia menerangkan, rusaknya pesisir pantai bisa menjadi penyebab bencana, seperti rob dan lainnya. Agar kerusakan pantai tidak semakin parah, ia pun meminta masyarakat pesisir punya kesadaran untuk menanam mangrove dan tidak merusaknya.

“Setelah menanam, yang lebih penting lagi ikut merawatnya. Kegiatan ini tidak hanya seremonial, tapi tanaman harus terus dijaga dan dipelihara,”pintanya.

Kepala Pelaksanaan Harian BPBD Provinsi Jateng, Sarwa Pramana, mengatakan, Kendal merupakan salah satu dari 136 kabupaten di Indonesia yang mendapatkan perhatian dari pemerintah dalam Program Gerakan Penanggulangan Risiko Bencana dengan mengadakan Sekolah Laut. Salah satu kegiataan Sekolah Laut adalah Aksi Tanam Seribu Mangrove yang bertujuan untuk mencegah abrasi.

“Abrasi laut di Kendal memang tidak begitu parah seperti Pekalongan dan Rembang. Tapi, dengan aksi tanam magrove ini diharapkan bisa untuk mencegah terjadinya abrasi sejak dini,”katanya.

Kepala BPBD Kendal, Sigit Sulistyo, mengatakan, Sekolah Laut di Desa Kartika Jaya merupakan percontohan di Kabupaten Kendal. Kegiatan Sekolah Laut yang melibatkan masyarakat setempat ini diikuti dengan pembentukan relawan peduli lingkungan. “Para relawan ini yang menjadi penggerak bagi masyarakat untuk menjaga dan memelihara tanaman mangrove ini,”jelasnya.

Menurutnya, saat ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi jika puncak musim hujan akan terjadi pada Januari 2018. Dengan tingginya curah hujan, dikhawatirkan akan terjadi bencana alam, baik banjir maupun tanah longsor.

“Curah hujannya cukup tinggi, sekitar 300 milimeter – 500 milimeter. Itu setara dengan 5.000 liter air per meter persegi, jadi harus waspada akan adanya bencana alam,” paparnya.

Dengan tingginya curah hujan tersebut, lanjut dia, semua kabupaten/kota di Jawa Tengah harus siap mengantisipasi jika terjadi bencana alam. Ia meminta agar BPBD untuk siaga penuh, seperti menyiapkan posko bencana dan lainnya. “Perlu juga bekerjasama dengan berbagai lini, seperti TNI dan Polri, serta elemen masyarakat,” ujarnya.  (den/adv/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Proyek Infrastruktur Dongkrak Penjualan Truk

SEMARANG – Berbagai proyek pembangunan infrastruktur yang tengah dijalankan oleh pemerintah berdampak positif pada pasar kendaraan komersial, khususnya kelas medium dan heavy truck. Chief Executive...

Sulap Sampah Jadi Kerajinan Tangan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Toko Modern Alfamart menggandeng Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) di Demak untuk menggelar pelatihan pengelolaan sampah menjadi produk bernilai ekonomis. Kegiatan tersebut...

Kukuh Sudarmanto, Satu-satunya Camat Bergelar Doktor di Indonesia

Camat Banyumanik Kukuh Sudarmanto Alugoro boleh jadi satu-satunya camat di Indonesia yang bergelar doktor (S3). Ia lulus dari Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Fakultas...

Ngidam Es, Lahirkan Bayi Kembar 4

MAGELANG – Sari Nur Yani, 25, warga Tidar Dudan RT 3 RW 12 Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan sedang diselimuti rasa bahagia. Pada...

Tanya Alamat Java Inn, Malah Diperkosa

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Warga Boja Kabupaten Kendal, RA, 22, menjadi korban pemerkosaan saat mencari alamat di Kecamatan Bandungan. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menjelaskan...

Olahraga Pererat Silaturahmi

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Ratusan orang mengikuti acara Gowes Bareng dan Jalan Santai 2018 yang dimulai di halaman Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah, Minggu (22/7)....