Rukunkan Warga, Gelar Festival Budaya

144
NGURI-URI BUDAYA: Kesenian Jathilan Turonggo Catur Manunggal memeriahkan Festival Seni Budaya Canguk, Nambangan, Candi (CNC) Kampung Nyeni II, Sabtu-Minggu (18-19/11) di Canguk, RT 02/RW 21 Kelurahan Rejowinangun Utara, Kota Magelang. (PUTRI YUNITA/JAWA POS RADAR KEDU)
NGURI-URI BUDAYA: Kesenian Jathilan Turonggo Catur Manunggal memeriahkan Festival Seni Budaya Canguk, Nambangan, Candi (CNC) Kampung Nyeni II, Sabtu-Minggu (18-19/11) di Canguk, RT 02/RW 21 Kelurahan Rejowinangun Utara, Kota Magelang. (PUTRI YUNITA/JAWA POS RADAR KEDU)

MAGELANG–Untuk merukunkan kembali dan mempererat silaturahmi antarwarga Kampung Canguk, Nambangan, dan Candi, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kota Magelang, Komunitas Seni Canguk Nambangan Candi (CNC) menggelar festival khusus.

Yakni, Festival Seni Budaya Canguk Nambangan Candi (CNC) Kampung Nyeni II. Gelaran yang diadakan selama dua hari pada Sabtu-Minggu (18-19/11), dipusatkan di kampung Canguk, RT 02/RW 21 Kelurahan Rejowinangun Utara, Kota Magelang.

Ketua Panitia Festival Seni Budaya CNC, Totok Budiono, menyampaikan, kegiatan tersebut rutin dihelat tiap tahun. Festival didukung oleh gabungan warga dari empat RW.

Totok mengatakan, dulunya empat RW tersebut berada dalam satu kampung. Yakni: Nambangan. Namun, karena muncul aturan administrasi dari pemerintah, empat RW tersebut terpecah menjadi tiga kampung. Yakni: Canguk, Nambangan, dan Candi.

“Sekarang sudah sendiri-sendiri, tidak berada di satu kampung lagi, sehingga hubungan warganya menjadi renggang dan sering terjadi kerusuhan antar warga,” jelas Totok saat ditemui di sela-sela acara, Minggu (19/11) kemarin.

Maka, lanjut Totok, atas dasar keprihatinan tersebut, warga menggelar Festival Seni Budaya CNC sejak 2016 lalu. “Jadi, ini merupakan tahun kedua.”

Totok menambahkan, dana yang digunakan untuk festival, 78 persen merupakan swadaya warga. Sisanya, subsidi dari Pemkot. “Dana dari swadaya warga, digunakan untuk menyewa sound system. Pemerintah hanya memberikan subsidi saja, karena memang tidak dianggarkan.”

Totok sempat mengusulkan kepada Pemkot Magelang agar mengalokasikan dana untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut pada 2018. Selain merekatkan warga, Festival CNC juga bertujuan agar kesenian yang berasal dari tiga kampung tersebut dapat dikenal oleh masyarakat luas.

“Sehingga kampung Canguk, Nambangan, dan Candi menjadi kampung seni yang akan terus menularkan kesenian kepada generasi mudanya agar tidak mati.”

Sejumlah kesenian yang dipentaskan, di antaranya, kesenian Injring Sanggar Sekar Melati Rinonce, rebana, kesenian Kentrung Gunung dalam Lakon Singo Drono, kesenian Gongso Deling, dan campursari Tri Tunggal.

“Sedangkan Minggu kemarin, dimeriahkan kesenian Trondolo, kesenian Pitik Walik Campur Rogo, kesenian Jathilan Turonggo Catur Manuggal, kesenian Jathilan Turonggo Kencono Mudo, dan kesenian Jathilan Singo Cahyo Manunggal.”

Juga kesenian Jathilan Turonggo Saputro Budoyo, Warok Gecul, kesenian Jaran Satrio Mblarang dari Jambu, kesenian Topeng Ireng Bocah Rimba, dan kesenian Krincing Mas.

Lainnya, tari kolosal Mozaik Nambangan, tari Arjuno Sosro Sumantri Sapto Laras Budoyo, tari Gambyong, dan karawitan anak-anak setempat, “Acara kami tutup dengan penampilan ketoprak Cipto Utomo, dengan bintang tamu Yati Pesek.” (cr3/mg9/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here