31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Wilayah Perbukitan Rawan Lakalantas

SEMARANG – Tingkat kecelakaan lalulintas di wilayah Kota Semarang cukup tinggi. Dari sorotan Polrestabes Semarang melalui Satuan Lalulintas (Satlantas), peristiwa kecelakaan yang paling sering terjadi berada di lokasi kontur jalan menurun.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi mengakui tingkat kecelakaan di Kota Semarang masih relatif tinggi. Salah satu faktor ini dikarenakan wilayah Semarang karateristiknya merupakan daerah perbukitan.

“Dalam ilmu keselamatan lalulintas jalan, ahli-ahli itu paling khawatir dan paling takut kalau konturnya perbukitan. Karena disitu rentan sekali terjadi lost control seperti rem blong, selip dan sebagainya,” ungkap Ardi kemarin.

Ia mengatakan, rekayasa keselamatan lalulintas jalan perbukitan lebih sulit dibandingkan dengan kota yang daerahnya datar. Meskipun demikian, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait dalam berupaya mencegah timbulnya korban jiwa saat terjadi kecelakaan lalulintas di persimpangan traffic light, utamanya turunan jalan. “Memang kami memiliki program unggulan dalam merekayasa lalulintas, sudah kita bicarakan serius dengan Dishub, analisasi kendaraan roda dua terhadap kendaraan umum,” katanya.

Menurutnya, rekayasa dimaksud tersebut logikanya sangat jelas dan sederhana. Pihaknya berkeinginan kepada kendaraan roda dua yang berhenti di traffic light dikelompokan tersendiri. Contoh yang disebutkan Ardi, semua pengendara roda dua di kiri dan kendaraan besar berada sebelah kanan.

“Sehingga manakala terjadi rem blong itu, pengemudi dalam tanda kutip menabrak yang risikonya lebih rendah. Kalau tersebar kan kita tidak tahu yang tertabrak apa. Jadi program ini untuk mengurangi tingkat fatalitas korban jiwa,” katanya.

Ardi juga mengakui telah memetakan wilayah-wilayah perbukitan di Kota Semarang yang rawan terjadi kecelakaan. Titik-titik lokasi yang rawan tersebut diantaranya di turunan Jalan Kaliwiru, Simpang Hanoman, turunan Tanah Putih termasuk Gombel dan Silayur. “Disitu sangat sering terjadi kecelakaan. Upaya kita nanti akan memperbanyak rambu zone seperti pita kejut. Sehingga bisa diketahui kalau itu adalah perbukitan,” bebernya.

Ardi juga mengaku sangat dilematis dalam artian arus lalulintas yang lancar risiko tingkat kecelakaan tinggi dibandingkan pada lokasi jalan yang mengalami kemacetan. “Memang kalau dari sisi risiko kecelakaan lebih rendah ya di jalan yang macet. Tapi kan kita tidak ingin jalanan itu macet, kalau bisa lancar dan tidak berisiko,” ujarnya.

Selama menjabat sebagai Kasatlantas di wilayah lain sebelum Polrestabes Semarang, Ardi juga aktif berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Dishubkominfo, Satpol PP, sampai Dinas PU. Koordinasi ini salah satunya sepakat bersama-sama menyelesaikan permasalahan-permasalahan secara cepat.

“Kita sepakat untuk bisa komunikasi secara langsung melalui Messenger, WA. Tidak perlu pakai rapat, surat-suratan, sehingga komunikasi lebih cepat dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan,” imbuhnya. (mha/ric)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here