31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Jalur Diubah, Bus AKDP Dipindah ke Penggaron

SEMARANG–Pengelolaan tiga terminal di Kota Semarang, yakni Terminal Terboyo, Mangkang dan Penggaron, hingga saat ini masih cukup memrihatinkan. Pengelolaan ketiga terminal tersebut terpisah. Terboyo saat ini dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Terminal Penggaron dikelola oleh Dishub Provinsi Jateng. Sedangkan Terminal Mangkang dikelola oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Ketiga terminal tersebut saat ini sedang dilakukan penataan pengelolaan. Per-1 Desember 2017 mendatang, akan dilakukan pengalihan fungsi atau pemindahan. Terminal Terboyo akan difungsikan sebagai terminal angkutan barang atau tempat parkir truk kontainer. Statusnya berubah menjadi Terminal Tipe C. Terminal ini akan dilakukan pembangunan mulai 2018 mendatang.

Dengan demikian, semua bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) seperti Semarang-Demak, Semarang-Rembang, Semarang-Kudus, Semarang-Jepara, Semarang-Pati, Semarang-Purwodadi, dan lain-lain, akan dipindahkan di Terminal Penggaron. Sedangkan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), seperti Semarang-Surabaya, Semarang-Jakarta, Semarang-Jogjakarta dan lain-lain, akan dipusatkan di Terminal Tipe A Mangkang.

Berdasarkan pantauan di Terminal Terboyo, sejumlah pekerja mulai melakukan pengerukan menggunakan alat berat. Terutama memulai pekerjaan di bagian tepi sebelah utara. Sementara aktivitas bus AKDP maupun AKAP masih terlihat normal, meski tampak sepi penumpang.

Memang, sejak beberapa tahun belakangan ini Terminal Terboyo kian sepi. Seringkali terendam rob, membuat para penumpang enggan masuk ke dalam terminal. Meraka justru memilih mencegat bus di traffic light Jalan Raya Kaligawe. Sehingga hal itu mengakibatkan kesemrawutan, karena banyak bus berhenti di tempat tersebut. “Dengar-dengar sih seperti itu, akan dipindah ke Penggaron. Tapi kami belum mendapat sosialisasi,” kata salah seorang sopir bus yang enggan disebut namanya ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (18/11) kemarin.

Ia mengaku akan mengikuti kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah. Kata dia, secara geografis Terminal Terboyo sebetulnya lebih strategis ketimbang di Terminal Penggaron. “Sebetulnya lebih tepat terpusat di Terminal Terboyo. Aksesnya enak. Tetapi selama ini terkendala banjir dan rob. Seharusnya kalau Terboyo dikelola dengan baik, saya yakin bisa ramai. Dulu di era 1980-1990-an, Terboyo pernah jaya, tapi mengapa sekarang nyaris mati. Bagi saya, ini adalah kegagalan pengelolaan,” katanya.

Sementara itu, di Terminal Penggaron, kondisi fisiknya tak jauh berbeda dengan Terminal Terboyo. Terminal ini juga terlihat hampir mati. Kondisinya jauh dari sebutan ideal, sebagai terminal yang humanis, aman dan nyaman. “Saya setuju kalau nanti bus-bus AKDP terpusat di sini. Biar terminal ini ramai. Tetapi harus diatur dengan penataan pembangunan dan manajemen yang baik. Selama belum dibangun dengan fasilitas memadai, terminal ini tidak akan pernah kondusif,” kata warga Sulistiyowati di Terminal Penggaron.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Muhammad Khadik membenarkan bahwa pemindahan terminal akan dilakukan per 1 Desember 2017 mendatang. “Sesuai dengan rencana, Terminal Terboyo sekarang menjadi Tipe C, akan digunakan untuk parkir angkutan barang. Fasilitas parkir angkutan barang ini akan dibangun 2018 nanti. Karena menjadi Tipe C, maka hanya digunakan untuk angkutan dalam kota. Baik BRT maupun angkutan kota yang menghubungkan satu kecamatan dengan kecamatan lain,” katanya.

Nah, dalam waktu bersamaan, Dishub Provinsi akan melaksanakan optimalisasi Terminal Penggaron. Ada beberapa tipe terminal di Kota Semarang, pertama Terminal Mangkang Tipe A kewenangan pemerintah pusat, yakni Kemenhub. Terminal Penggaron Tipe B kewenangan Dishub Provinsi Jateng. Kemudian ada tiga terminal Tipe C, yakni Terboyo, Cangkiran, dan Gunungpati di bawah kewenangan Pemkot Semarang.

“Bus yang akan dipindahkan dari Terminal Terboyo ke Penggaron khususnya AKDP (antar kota dalam provinsi). Supaya Penggaron bisa optimal. Dishub Kota Semarang mendukung pemindahan ini, kami sudah berkali-kali rapat untuk pemindahan ini,” terangnya.

Ada beberapa hal, di antaranya memersiapkan rute bus tersebut. Namun demikian, Khadik enggan menjelaskan mana saja rute bus AKDP untuk pemindahan menuju Terminal Penggaron ini. Sedangkan bus Antar Kota Antar Provinsi dipusatkan di Terminal Mangkang. “Nah, soal rute itu kewenangan Dishub Provinsi Jateng. Silakan ditanyakan ke sana. Kami sifatnya hanya mendukung pemindahan, kemudian mensosialisasikan,” katanya.

Selanjutnya, penanganan terkait keberadaan pedagang yang saat ini berada di Terminal Terboyo juga akan difasilitasi untuk turut dipindah atau mendapatkan tempat. “Para pedagang ini bisa kami arahkan ke Terminal Mangkang dan Terminal Penggaron. Supaya mereka masih tetap bisa berdagang,” imbuhnya.

Sementara itu, Komisi C DPRD Kota Semarang Wachid, Nurmiyanto meminta agar Terminal Penggaron harus dibenahi agar kondusif. “Pembenahan infrastruktur Terminal Penggaron perlu dilakukan, sebab hingga sekarang kondisinya masih memprihatinkan,” katanya.

Selain itu, Dinas Perhubungan perlu melakukan rekayasa lalulintas untuk mengantisipasi kemacetan di Jalan Majapahit. Jangan sampai, dengan adanya pemindahan terminal untuk bus AKDP dari Terboyo ke Penggaron ini malah justru mengakibatkan kemacetan. “Kalau Terminal Penggaron dibuat dua pintu, yakni pintu masuk dan pintu keluar, diharapkan bus-bus AKDP bisa lancar,” katanya. (amu/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here