33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Minta Pemerintah Terapkan Screening Thalassemia

Sosialisasi POPTI tentang Penyakit Thalassemia pada Masyarakat

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Tingginya penderita thalassemia di Indonesia yang menyumbang hampir 1,5 persen penderita di seluruh dunia, membuat Perhimpunan Orangtua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) Kota Magelang meminta pemerintah menerapkan kebijakan khusus untuk memutus rantai penyakit ini.

PENDERITA thalassemia terus mengalami kenaikan cukup tinggi dan dimungkinkan merupakan fenomena puncak gunung es. Pengurus POPTI Kota Magelang, dr Woro T Wulansari SpA, seusai acara sosialisasi, Jumat (17/11) kemarin mengatakan hingga kini penderita thalassemia di wilayah eks Karesidenan Kedu mencapai 150 orang. Sementara, penderita di Indonesia menyumbang sekitar 1,5 persen dari total penderita di seluruh dunia.

“Jumlah itu terbilang tinggi. Maka, kami berharap pemerintah juga memiliki kebijakan dalam upaya mencegah bertambahnya penderita. Salah satunya mewajibkan para calon yang akan menikah untuk melakukan screening penyakit ini terlebih dahulu,” kata dokter Woro.

Dokter spesialis anak di RSUD Tidar ini menjelaskan, thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan faktor genetika dan menyebabkan protein di sel darah merah tidak berfungsi normal. Penderita, menurut Woro, bisa meninggal jika tidak tertangani dengan baik. Penyakit thalassemia, lanjut dia, hingga kini belum ada obatnya dan hanya ada upaya mempertahankan hidup dengan melakukan transfusi darah rutin setiap beberapa bulan sekali.

“Selain dengan transfusi, penderita juga diwajibkan mengonsumsi secara rutin obat kelasi besi atau pengikat zat besi hingga seumur hidupnya. Jadi memang, penderita thalassemia sangat rawan dengan depresi dan juga kematian,” paparnya.

Woro menyebutkan, sebelum dirinya menangani thalassemia di RSUD Kota Magelang, telah mendengar bahwa ada 3 pasien thalassemia di eks Karesidenan Kedu yang meninggal. Dia memberikan solusi upaya pencegahan perkembangan penyakit thalassemia dengan cara screening. Screening, lanjutnya, adalah proses untuk mengidentifikasi penyakit-penyakit yang tidak diketahui dengan menggunakan berbagai uji yang dapat diterapkan secara tepat dalam sebuah skala yang benar

“Sejauh ini upaya pencegahan agar tidak berkembang adalah dengan cara screening pembawa sifat. Selanjutnya orang yang normal sebaiknya tidak menikah dengan orang yang membawa sifat penyakit ini agar ke depan anak yang dilahirkannya tidak terkena,” beber Woro.

Woro memaparkan, orang tua yang memiliki sifat atau menderita penyakit ini dapat dipastikan keturunannya juga akan mengidap penyakit yang sama. Ironisnya, menurut Woro, masih banyak masyarakat yang belum memahami hal ini, sehingga perlu disosialisasikan.

“Untuk itu kami menyarankan bagi pasangan yang akan menikah sebaiknya melakukan screening penyakit ini. Kalau ternyata hasil pemeriksaan salah satu calon membawa sifat ini sebaiknya tidak melanjutkan pernikahan. Sebelum ada keputusan, kami arahkan konseling agar satu sama lain saling mengerti,” imbuhnya.

Ketua POPTI Kota Magelang terpilih, Lilis Erawati Dewi, 37, mengungkapkan bahwa rantai penyakit ini memang harus diputus. Upaya screening menurut Lilis, langkah yang tepat agar dapat mencegah bertambahnya jumlah penderita.

Lilis yang berasal dari Bandung dan telah puluhan tahun tinggal di Kota Magelang ini mengakui bahwa dirinya juga mempunyai anak yang menderita thalassemia. Anaknya, menurut Lilis, terdeteksi menderita thalassemia sejak berusia 8 bulan hingga kini berusia 16 tahun. Bahkan anaknya, lanjutnya, telah menjalani operasi pengangkatan limpa 6 bulan yang lalu karena limpanya membesar.

“Rata-rata penderita thalassemia masih anak-anak. Sejak anak saya kecil, saya sengaja tidak memberi makan daging, kacang-kacangan, dan buah kering pada anak. Makan harus sayur dan buah yang segar, tidak boleh kering. Sayur pun yang tidak mengandung banyak zat besi, karena takutnya menumpuk dan memperparah sakitnya,” jelas Lilis. (cr3/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Studi Tentang Retribusi Parkir, IMB dan Pengelolaan Objek Wisata

RADARSEMARANG.COM - Anggota DPRD Kabupaten Demak yang tergabung dalam panitia khusus (pansus) B melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Bali. Yaitu, ke DPRD Kota...

Tak Berkutik saat Diteriaki Maling

GUNUNGPATI - Seorang perempuan tertangkap basah warga mencuri di rumah kos daerah Kecamatan Gunungpati. Pelaku bernama Reni Ratnasari, 22, warga Jatisari, Pringapus, Kabupaten Semarang,...

Gathering Siranda View

RADARSEMARANG.COM - Manager Marketing Jaya Metro,Yoel Budi Darmoyo paling kanan saat presentasi pembeliian rumah Siranda View tahap 2 di Cafe LOT 28,Kota Semarang,Kemarin(12/8/2018).Gelaran Gathering...

Orangtualogy Ajak Anak Belajar Padamkan Api

SEMARANG- Puluhan anak-anak terlihat antusias ketika mendapat pelatihan memadamkan api di markas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, akhir pekan lalu. Kegiatan tersebut digelar oleh...

Dance Kembali Pimpin KONI

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Dance Ishak Palit kembali terpilih sebagai ketua KONI Salatiga periode 2018 - 2022 dalam Musyawarah Kota (Musorkot) yang dilaksanakan di aula...

Ajak SKPD Danai Pembuatan Single Data

PEKALONGAN-Seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, diajak patungan untuk pembuatan single data terpadu terkait kemiskinan di Kota Pekalongan....