33 C
Semarang
Kamis, 22 Oktober 2020

Main Aman, Dana BPR Hanya Disimpan

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG – Komisi C DPRD Jateng menyoroti tingginya dana simpanan BPR BKK Lasem, Rembang yang disimpan di bank lain. Sebab angkanya mencapai Rp 126 miliar. Dana sebesar tersebut harusnya bisa menjadi daya ungkit bagi perkembangan perekomomian masyarakat.

Anggota Komisi C DPRD Jateng Ahmad Ridwan mengungkapkan, BPR BKK Lasem lebih memilih aman dengan menempatkan dananya di bank lain bukan menyalurkan dana tersebut untuk membantu masyarakat. Terutama kalangan UMKM agar perekonomian masyarakat lebih baik.  “Saya minta ekspansinya ditingkatkan agar dana tersebut bisa disalurkan ke masyarakat bukan hanya disimpan di bank lain,” ungkapnya saat Kunjungan Kerja di BPR BKK Lasem, belum lama ini.

Dia menambahkan, BPR BKK yang sahamnya dimiliki oleh Pemprov Jateng dan pemkab/pemkot memiliki misi tidak sekedar mencari keuntungan. Melainkan juga untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Sehingga langkah manajemen menempatkan dana dalam jumlah besar di bank lain dianggap sebagai langkah yang tidak tepat. “Misi kita kan penggerak ekonomi masyarakat. Segera ekspansikan ke kredit karena dampaknya luar biasa,” tegasnya.

Selain tingginya dana simpanan di bank lain, tingginya angka kredit macet atau NPL sebesar 15,91 juga menjadi sorotan. Naiknya angka NPL dari 4,98 pada tahun 2015 menjadi 9,40 pada tahun 2016 dan naik tajam sebesar 15,91 pada bulan Oktober 2017 dianggap sebagai kegagalan pihak manajemen.  “Angka NPL naik tajam sampai dengan bulan Oktober 2017, ada apa ini?, terus apa yang dilakukan manajemen BPR BKK ini?” ungkap anggota Komisi C DPRD Jateng, Sidi Mawardi.

Direktur Utama BPR BKK Lasem Sutarjo mengaku tingginya angka kredit macet yang terjadi di BPR BKK Lasem disebabkan macetnya produksi ikan nelayan. Ini merupakan imbas dari pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebagaimana tertuang dalam Permen 2/2015. “Nelayan tidak bisa melaut sehingga kreditnya macet,” jelasnya.

Untuk mengatasi tingginya NPL tersebut, pihaknya melakukan penjadwalan ulang terhadap hutang-hutang nelayan yang terkena dampak pelarangan cantrang.  Jumlah kredit macet di BPR BKK Lasem berdasarkan penjelasan dari Sutarjo sebesar Rp 41,9 miliar. Sementara kredit yang diragukan pembayarannya sebesar Rp 14,3 miliar dan kurang lancar sebesar Rp 4,86 miliar. (ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...