33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

Derita Infeksi Wajah, Surip Kesulitan Berobat

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

PEKALONGAN-Amat Surip, 67, warga Krapyak, Pekalongan Jawa Tengah, menderita infeksi di bagian wajah selama 15 tahun. Kondisinya semakin memprihatinkan, akibat keterbatasan dana untuk berobat.

Menurut Maskuri, putra kedua Mbah Surip, penyebab infeksi di seluruh wajah tersebut, semula akibat penyakit biasa. Awalnya ada tahi lalat dekat hidung, menurut teman Mbah Surip bisa diobati pakai durian yang dibakar lalu ditaruh di hidung, tapi malah jadi infeksi dan membengkak sampai besar hingga sekarang.

“Awalnya cuma ada tahi lalat. Tapi mencoba diobati pakai kulit durian, tapi malah infeksi. Kejadiannya sendiri kurang lebih sudah 15 tahun yang lalu,” tutur Maskuri saat ditemui dirumahnya, Jumat (17/11) kemarin.

Terkait sakit bapaknya, kata Maskuri, pihak keluarga sudah terus mengupayakan kesembuhan dengan berobat ke RSUP dr Kariadi Semarang, dengan memanfaatkan fasilitasi BPJS Kesehatan.

“Kami, anak-anaknya telah berupaya untuk kesembuhan bapak dengan bolak-balik diperiksakan ke RSUP dr Kariadi Semarang, sudah sejak 10 tahun. Tapi sudah hampir 1 tahun ini berhenti, karena terbentur biaya,” ujarnya.

Untuk itu, atas bantuan Pemkot Pekalongan, pihaknya sangat bersyukur karena bisa melanjutkan pengobatan bapaknya lagi. “Dengan adanya bantuan biaya dari Pak Wali Kota ini, keluarga sangat terbantu. Alhamdulillah, Pemkot mau mengethaui warganya dengan melihat langsung keadaannya,” ungkap Maskuri dengan penuh haru.

Plt Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Machfudz yang menyerahkan bantuan menjelaskan bahwa bantuan kali ini didasarkan karena adanya surat pengajuan dari warga yang dialamatkan ke Dinsos-P2KB Kota Pekalongan. Kemudian Pemkot Pekalongan merespon dengan positif, sehingga bantuan berupa santunan dana sebesar Rp 5 juta dapat segera disalurkan.

“Amat Surip berhenti kontrol sudah lama, ini kan kasihan. Untuk bisa melanjutkan kontrolnya, Pemkot membantu biaya yang bisa digunakan untuk transportasi maupun biaya hidup selama menjaga di Semarang,” kata Saelany.

Dari keterangan keluarga, imbuhnya, sebenarnya BPJS sudah mem-backup semuanya. Namun yang membuat kerepotan adalah ketika harus kontrol bolak balik ke Semarang. Sekali kontrol bisa habis antara Rp 200-300 ribu. “Kami berharap, kesembuhan Amat Surip,” pungkasnya. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Talut yang Longsor Sudah Berusia 20 Tahun

SEMARANG - Rusmiyanto masih tidak percaya jika pembangunan talut di pekarangan rumahnya menimbulkan petaka. Dua dari empat pekerja tewas tertimbun talut lama yang longsor....

Pengaspalan Dikerjakan Swadaya

KAJEN – Setelah mengajukan selama dua tahun kepada salah satu perusahaan yang ada di Kabupaten Pekalongan, yakni PT Pegadaian, terkait adanya jalan rusak di Desa...

Jembatan Layan Nyaris Putus

KAJEN - Cuaca ekstrem dengan hujan lebat dan angin kencang, yang terjadi selama sepekan terakhir di Kabupaten Pekalongan, mengakibatkan salah satu jembatan penghubung antar...

Optimalisasi Layanan, Satlantas Luncurkan Samsat Siaga

MAGELANG - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Magelang Kota mengoptimalisasi layanan pajak kendaraan kepada warga dengan program Samsat Siaga. Program tersebut diwujudkan dengan mobil...

Tingkatkan Kualitas Lulusan, Undaris Gandeng KAI

SEMARANG - Kredibilitas lulusan Fakultas Hukum (FH) harus bisa dipertanggungjawabkan. Untuk meningkatkan kualitas lulusannya, Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI (Undaris) Kabupaten Semarang,...

Pemda Tak Cakap Kelola Aset

SEMARANG - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) menilai kemampuan pemerintah daerah dalam menginventarisasi aset-asetnya belum memadai. Selain manajemen aset yang buruk, pemerintah...