Ancam Kerahkan Ribuan Massa

183

PEKALONGAN-Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah, menyatakan siap membela nelayan yang menolak kebijakan pelarangan cantrang oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). Bahkan IMM siap menggalang 15 ribu hingga 20 ribu massa untuk bersama turun ke jalan.

“Jika upaya diplomasi tidak didengarkan, opsi terakhir akan menggelar aksi unjukrasa. September lalu, kami sudah aksi membela petani dengan 3000 massa. Kemungkinan, kami akan melakukan unjukrasa lagi bersama nelayan dengan jumlah massa yang lebih banyak, antara 15 ribu hingga 20 ribu,” tegas Ketua IMM Jateng, Abdul Wahid yang ditemui di sela-sela kegiatan diskusi publik dengan tema Cantrang dan Nasib Nelayan, di Kampus STIE Muhammadiyah, Jumat (17/11) kemarin.

Menurut Wahid, tidak ada itikad baik dari pemerintah atas upaya diplomasi yang sejauh ini sudah dilakukan IMM Jateng bersama nelayan. Salah satunya lewat rekomendasi yang pernah diberikan IMM, yakni dilakukan uji petik terhadap sejumlah larangan yang diterapkan KKP.

“IMM Jateng sudah sejak lama mengadvokasi nelayan pasca ditetapkannya beberapa peraturan menteri. Termasuk larangan alat tangkap cantrang. Kami sudah mencoba melakukan kajian, kemudian memberikan penawaran untuk dilakukan uji petik ke KKP pada Februari lalu. Tapi sampai sekarang tidak ditanggapi,” jelasnya.

Padahal, katanya, melalui uji petik tersebut akan terbuka bagaimana sebenarnya dampak alat tangkap cantrang yang dilarang oleh KKP. Apakah terbukti bahwa cantrang merusak ekosistem laut, maupun sebaliknya. Maka, hasil uji petik bisa dibuka dan memberikan pemahaman kepada publik.

Dalam diskusi publik, hadir sebagai narasumber Ketua KUD Karya Mina Tegal, Hadi Susanto. Dalam paparannya, Hadi menyatakan bahwa penafsiran cantrang yang merusak ekosistem laut yang selama ini dipublikasikan KKP, tidak sepenuhnya benar. Ia menyatakan bahwa cantrang sebenarnya tidak seperti itu. “Coba dibuka di Google, cari cantrang, yang keluar bukanlah cantrang yang sebenarnya. Tapi itu trol. Tapi selama ini, kami didiskreditkan,” ujarnya.

Ia juga berpendapat, tak hanya berdampak bagi nelayan, namun pelarangan cantrang juga akan memberikan dampak berantai. Yakni pengusaha surimi, fillet dan cool storage bisa gulung tikar. Berpengaruh juga pada perekonomian lain di sektor perikanan. “Akan terjadi kemiskinan dan bisa muncul bibit-bibit radikalisme,” tegasnya lagi. (nul/jpg/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here