31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Tawarkan Pemandangan Lima Gunung

SUMOWONO – Desa Losari kecamatan Sumowono memiliki satu objek wisata yang bisa dibilang sedang hits di kalangan anak muda. Terutama bagi mereka yang gemar dengan Top Selfie. Di Desa ini, terdapat sebuah bukit, yang oleh Pokdarwis Gentur Cahaya Gumintang disulap menjadi tempat menarik yang bisa dimasukkan ke dalam tujuan wisata pecinta selfie di atas ketinggian. Objek wisata ini dikenal dengan nama Bantir Hills.

”Dari sana bisa terlihat penampakan lima gunung. Ada gunung Telomoyo, gunung Merbabu, Sindoro, Sumbing dan Merapi. Pengunjung bisa ber-selfie dengan pemandangan alam yang apik, termasuk dengan latar belakang hutan pinus,” ujar Syamsul Muhajir, wakil ketua pokdarwis Gentur Cahaya Gumintang.

Kepala Desa: Hariyono. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kepala Desa: Hariyono. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Menuju ke lokasi, dari kejauhan sudah terlihat tulisan Bantir Hills. Di lokasi, pegunjung disuguhi dengan sejumlah spot foto yang dapat menciptakan hasil menarik untuk diunggah di media sosial. ”Memang konsepnya wisata alam yang dengan pemandangan yang bagus untukselfie. Ke depan, akan ada pengembangan lagi tentunya,” ujar Syamsul kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakan olehnya, ke depan akan ditambahi sejumlah fasilitas seperti wahana flying fox dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Tambahan fasilitas ini, lanjutnya, ditujukan agar para pengunjung tidak bosan berada di bukit dengan udara yang masih sejuk ini.

Syarif Prasetyo Adyuta salah satu pengelola objek wisata ini menceritakan, Bantir Hills dibangun secara swadaya oleh pokdarwis dengan dibantu gerakan kerja bhakti masyarakat sekitar. Terbukti, keberadaan ojek wisata alam ini mampu menggerakkan roda perekonomian warga sekitar. ”Bantir Hills tidak hanya menjadi tujuan wisata musiman. Sampai sekarang masih memiliki daya tarik dan terus dikunjungi,” jelas Syarif.

Senada dengan Syarif, kepala Desa Losari mengatakan bahwa keberadaan Bantir Hills telah memberi kesempatan kepada warga untuk memperoleh penghasilan tambahan. Diantaranya dengan membangun warung-warung di sekitar lokasi. ”Nantinya akan kami masukkan ke BUMDes sehingga dapat lebih mudah untuk melakukan pengembangannya,” kata Hariyono saat ditemui di meja kerjanya.

Sejak berdiri sekitar setahun lalu, promosi dilakukan melalui media sosial. Instagram menjadi salah satu media sosial andalan untuk menunjukkan keelokan tempat wisata ini kepada masyarakat. Bukan tanpa hasil, kebanyakan pengunjung datang setelah melihat foto-foto yang ada di instagram.

Ke depan, diharapkan keberadaan objek wisata ini mendapatkan perhatian dari pihak-pihak terkait sehingga dapat terus dikembangkan. Tentunya dengan tujuan utama mensejahterakan masyarakat dengan dampak ekonomi yang muncul setelahnya. (cr4/bas)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here