33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

TPKS Gaet Pelaku Industri Jateng-DIY

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan sejumlah instansi terkait menggelar roadshow to customer kepada para pelaku usaha di area Jateng-DIY, kemarin. Roadshow ini guna mengenalkan berbagai potensi arus barang melalui Pelabuhan Tanjung Emas.

Manager Operasi dan Komersial Pelindo III-TPKS, Hermani Gunawan mengatakan, geliat perekonomian di Jawa Tengah dan DIY perlahan terus menunjukan tajinya. Hal ini terlihat dari pertumbuhan domestik regional bruto (PDRB) khususnya di wilayah DIY. Perekonomian DIY pada triwulan III tahun 2017 tumbuh 5,41 persen lebih tinggi dibanding pertumbuhan pada periode  yang sama tahun 2016 sebesar 4,95 persen.

“Dengan adanya pertumbuhan tersebut, secara langsung maupun tidak akan mempengaruhi pola arus distribusi barang khususnya di wilayah Pulau Jawa,” ujarnya di sela roadshow di Disperindag DIY, kemarin.

Namun begitu, ucapnya, saat ini pengiriman barang dari dan ke wilayah Jateng-DIY masih didominasi melalui Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Tanjung Priok. Padahal jika dilihat dari sisi geografis Pelabuhan Tanjung Emas Semarang adalah pelabuhan yang letaknya sangat strategis.

“Pelindo III melalui Terminal Petikemas Semarang (TPKS) dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, memiliki potensi untuk menjadi pelabuhan utama sebagai pintu gerbang perdagangan provinsi Jawa Tengah dan DIY, penyeimbang antara Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Tanjung Priok,” ujarnya.

Secara geografis posisi TPKS berada diantara dua pelabuhan besar yaitu Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Tanjug Perak. Dengan mengamati posisi TPKS yang berada di tengah dua pelabuhan tersebut, harapannya TPKS dapat menjadi pilihan pengiriman komoditi baik ekspor maupun impor di daerah Jawa Tengah dan DIY serta mampu menarik komoditi di wilayah perbatasan Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Dengan kapasitas TPKS yang di tahun 2018 mampu menampung 1juta TEUs, maka kami harap para pelaku usaha khususnya di Jateng dan DIY dapat melanjutkan aktivitas bisnisnya melalui TPKS,” ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut pihaknya telah melakukan sejumlah upaya. Diantaranya bekerjasama dengan PT KAI melakukan reaktivasi rel kereta api petikemas dengan rute Semarang Tawang-Pelabuhan Tanjung Emas-TPKS dan berakhir di Solo-Jebres. Selain itu juga melalui sistem teknologi yang canggih, TPKS memantapkan posisi menjadi terminal automatisasi, hal ini terbukti dengan adanya online system, gate automation, OCR (optical character recognition) perekaman data fisik petikemas,  RFID, CCTV serta penambahan A-RTG (Automated-Rubber Tyred Gantry) menjadi 20 Unit dari 11 unit yang telah dimiliki TPKS sebelumnya.

“Kegiatan ini merupakan salah satu media komunikasi yang dapat dilakukan manajemen guna mengukur kebutuhan eksporter maupun importer khususnya untuk mendorong laju perekonomian Jateng-DIY serta sebagai wujud apresiasi TPKS terhadap kontribusi yang telah diberikan pengguna jasa kepada TPKS,” ujarnya. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Konten Medsos Bisa Pecah Belah Bangsa

SEMARANG-Generasi milineal harus waspada adanya intervensi untuk memecah belah bangsa, serta pengaruh budaya asing melalui konten teknologi informasi dan media sosial (medsos). Sebab, hal...

PDIP Siap Jadi Tameng NKRI

SEMARANG – Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah pasang badan untuk siap menghadapi pihak-pihak yang mengusik keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)....

Jadikan Olahraga Sebagai Lifestyle

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mendorong masyarakat untuk membudayakan olahraga sejak dini. Sebaiknya dimulai dilakukan dari keluarga. Sebab, pembudayaan olahraga, selain menyehatkan...

TPS Anak SD

RADARSEMARANG.COM - Petugas KPPS TPS 02 Desa Sukoharjo Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo mengenakan seragam siswa SD warna merah putih lengkap dengan topi, dasi dan...

Dosen Ikuti Lokakarya Pekerti

MUNGKID—Dosen merupakan jiwa dari perguruan tinggi. Sedangkan akreditasi merupakan nyawa dari perguruan tinggi. Sehingga pengajar dituntut memiliki Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan strategi...

Pemkot Ajak Siswa Lihat Bantuan untuk Korban Gempa di Lombok Timur

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini punya cara tersendiri untuk meningkatkan empati siswa-siswi di Surabaya. Dia mengajak mereka melihat dan menyerahkan bantuan secara langsung kepada...