Tips Menulis Puisi Melalui Buku Harian

spot_img

MENULIS puisi merupakan salah satu kompetensi dasar yang menjadi bagian dalam standar kemampuan menulis siswa SMP maupun SMA. Standar kompetensi tersebut mengharapkan siswa mampu mengungkapkan kembali pikiran, perasaan, dan pengalaman dalam puisi, dengan kompetensi dasar yang berbunyi menulis puisi bertolak dari pengalaman pribadi. Kenyataan yang ada menunjukkan bahwa proses belajar mengajar dengan kompetensi dasar menulis puisi kurang berhasil.

Ada berbagai cara yang bisa digunakan untuk mengasah keterampilan menulis puisi dengan baik dan benar. Salah satunya berdasarkan pengalaman pribadi berdasarkan buku harian. Dengan adanya catatan buku harian, anak dapat membuka kembali pengalaman yang telah berlalu melalui catatan tertulis. Hal-hal yang pernah dialami baik suka dan duka akan terungkap kembali dalam kenangan anak-anak secara jelas karena tertulis dalam buku harian.

Puisi merupakan salah satu karya seni bersifat kreatif. Artinya hasil ciptaan manusia yang berupa karya bahasa yang bersifat estetik (dalam arti seni), hasilnya berupa karya sastra. Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra. Unsur intrinsik sebuah puisi adalah unsur-unsur yang secara langsung turut serta membangun cerita. Kepaduan antar berbagai unsur intrinsik inilah yang membuat sebuah puisi berwujud. Suharianto (1981) menyatakan unsur-unsur  instrinsik puisi yaitu: (a) rima, (b) diksi, (c) tipografi, (d) kesesuaian gagasan dengan isi puisi.

Pembelajaran menulis puisi pada hakekatnya merupakan suatu proses perubahan tingkah laku siswa yang dinyatakan melalui kegiatan mengungkapkan kembali segala peristiwa atau kejadian yang terdapat pada kehidupan sehari-hari dalam bentuk puisi.
Pembelajaran menulis kreatif puisi mempunyai beberapa tujuan yaitu: untuk mencapai standar kompetensi dan indikator dalam kurikulum, untuk meningkatkan life skill siswa khususnya dalam kemampuan menulis, dan untuk mempertajam pengamatan bahasa serta diharapkan dapat memperoleh minat segar yang  muncul dari kedalaman dalam penulisan puisi itu sendiri.

Pengalaman Pribadi

Pengalaman pribadi berdasarkan Buku Harian Henry Simamora (1997) menyatakan bahwa pengalaman pribadi masa lalu seseorang dapat menjadi indikator terbaik dari kinerja di masa yang akan datang. Demikian pula pengalaman pribadi siswa dapat menjadi bekal terbaik dari seorang siswa untuk memulai menyusun puisi.

Baca juga:   Mengembangakan Konsep Diri Positif melalui Bunga Diri

Selain itu, pengalaman pribadi sebagai indikator yang bagus dari kemampuan dan sikap-sikap yang berhubungan dengan produktivitas seorang untuk mengarang. Alasannya adalah bahwa pengarang yang telah memiliki banyak pengalaman sebelumnya dan mulai menyusun suatu cerita serupa tentulah mengerti berbagai peristiwa tersebut dan mampu menceritakan kisah dengan baik.

Buku harian atau diary merupakan catatan harian seseorang yang ditulis dalam buku khusus yang berisi pengalaman sehari-hari, perasaan, dan pemikiran penulisnya. Dalam bahasa Inggris, buku harian disebut diary, yaitu personal record of life’s events: a personal record of events in somebody’s life, often including personal thoughts and observations. (Buku harian merupakan catatan pengalaman dalam kehidupan seseorang, sering kali juga berisi pemikiran dan pengamatan seseorang terhadap suatu hal) (Encarta® Reference Library, 2005).

Menulis buku harian bisa dimulai dengan menuliskan kegiatan kita sehari-hari. Baik itu kegiatan di sekolah, kampus, dan di mana saja yang sekiranya berkesan bagi kita.
Seorang perlu satu buku khusus untuk menulis diary. Buku itu disimpan dan jaga baik-baik sebagai dokumen rahasia tentang dirinya. Dia berusahalah untuk selalu rutin dalam menulisnya. Seseorang bisa membawanya kemana saja seseorang pergi agar sewaktu-waktu bisa mencurahkan peristiwa-peristiwa berkesan yang baru saja seseorang alami saat itu juga.

Bagi para pelajar, rutinitas menulis catatan di buku harian merupakan salah satu cara memupuk dan mengembangkan keterampilan menulis mereka. Mengingat saat ini budaya tulis di kalangan pelajar masih sangat minim. Selain karena faktor rendahnya minat baca, kurangnya motivasi dari guru bagi siswanya untuk mengasah keterampilan menulisnya juga merupakan salah satu faktor penghambat mengapa tradisi menulis para pelajar kita masih rendah. Meminta siswa untuk rutin menulis diary merupakan salah satu cara simpel yang bisa dilakukan guru dalam meningkatkan budaya tulis-menulis mereka sebagai bagian dari strategi pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah(GLS)

Baca juga:   Hubungan BKP, BTS dan Nilai Karakter

Pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan untuk menulis. Sebab menulis merupakan sebuah keterampilan berbahasa yang bisa dipelajari siapa saja tanpa memerlukan suatu bakat yang istimewa dalam dirinya. Seseorang yang ingin memiliki keterampilan menulis dengan baik, sudah tersedia berbagai metodologi, teori, dan seperangkat pengetahaun lain yang kesemuanya itu apabila dipelajari dengan tekun mengantarkannya menjadi seorang penulis yang hebat.

Berdasarkan keterangan di atas, pengalaman pribadi berdasarkan buku harian pada dasarnya adalah merupakan catatan harian seseorang yang ditulis dalam buku berupa pengalaman sehari-hari, perasaan, dan pemikiran penulisnya. Pengalaman pribadi yang tertulis dalam buku harian lebih mudah untuk diingat karena tertulis, sedangkan pengalaman pribadi yang hanya dalam ingatan dapat mudah dilupakan. Berdasarkan pengalaman tertulis tersebut seseorang dapat mengungkapkan pengalamannya kembali dalam bentuk puisi.

Sebelum menulis puisi berdasarkan buku harian, seorang pelajar perlu memahami cara menulis buku harian yang benar. Karena buku harian (diary) ini merupakan catatan pribadi tidak untuk konsumsi umum, sebenarnya tidak ada aturan yang baku, sehingga masing-masing orang bebas memilih gaya bahasa dan bentuk dari buku hariannya masing-masing.

Namun begitu, setidaknya tips menulis buku harian berikut ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam penulisan buku harian terutama bagi yang baru mau mencoba membuatnya. Penulisan buku harian tidak harus menggunakan kalimat yang baik, seseorang boleh menulis dengan menggunakan ‘bahasa gaul’. Buku harian sering ditulis menggunakan kalimat ekspresif yang spontan keluar dari pikiran dan perasaan yang dalam. Melalui metode buku harian, diyakini keterampilan menulis puisi akan meningkat. (*/aro)

Guru SMP Negeri 10 Semarang

Author

Populer

Lainnya