33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Perbanyak Even dan Perbaiki Sapras Destinasi Wisata

DPRD Dorong Percepatan Pariwisata Kabupaten Magelang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

PARIWISATA digadang-gadang menjadi sektor unggulan di Kabupaten Magelang. Namun, sejauh ini DPRD Kabupaten Magelang belum melihat ada peningkatan signfikan program kepariwisataan di  Kabupaten Magelang.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Magelang, M Sobikin mengatakan wisata menjadi salah satu sektor yang mampu mendatangkan PAD bagi Pemerintah Kabupaten Magelang. Selain tidak memerlukan anggaran yang besar, sektor ini cukup potensial untuk dikembangkan.

“Selain pertanian, perkebunan dan UMKM, Kabupaten Magelang menjadikan sektor pariwisata sebagai unggulan.Tapi sejauh ini kami belum melihat ada progress program yang berkesinambungan dan program unggulan di pariwisata,” katanya.

Sehingga, kata dia, potensi pariwisata di Kabupaten Magelang yang besar belum memberikan efek positif bagi PAD maupun masyarakatnya. “PAD dari pariwisata di Kabupaten Magelang sangat jauh tertinggal dibandingkan kabupaten lain yang berdampingan. Padahal kita memiliki Candi Borobudur sebagai magnetnya,” papar dia.

Sobikin menuturkan setiap tahun ada lebih dari 3 juta wisatawan yang berkunjung ke Borobudur yang dikelola oleh BUMN. Seharusnya, kata dia, Pemkab Magelang bisa memanfaatkan dengan memberikan alternatif pilihan wisata selain Borobudur di wilayah Kabupaten Magelang. “Magnetnya kita sudah ada cuma belum ada pengembangan serius untuk menarik wisatawan berkunjung ke destinasi wisata lain di Kabupaten Magelang,” paparnya.

Dia hanya melihat Ketep Pass yang selama ini bisa menarik wisatawan berkunjung. Itu pun, kata dia tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan oleh Kabupaten Magelang karena kepemilikan juga ada di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Jika dilihat dari perkembangannya Ketep Pass belum bisa seperti yang diharapkan apabila dilihat dari potensi yang ada. Kenaikan kontribusi ke Pemkab dari tahun ke tahun memang mengalami kenaikan tetapi kenaikannya tidak signifikan,” tuturnya.

Hibatun Wafiroh
Hibatun Wafiroh

Dalam hal ini, pihaknya mendorong supayaKetep Pass segera melakukan langkah strategis untuk menjadikan Ketep Pass sebagai objek wisata milik Pemkab Magelang murni. “Ketep Pass terkendala status aset dan proporsi pembagian profit dengan Pemerintah Provinsi Jateng. Sangat tidak proporsional ketika di satu sisi Pemkab Magelang maksimal mengelola keberlangsungan aktivitas Ketep Pass tetapi Pemerintah Provinsi yang tidak melakukan aktivitas apapun tetap menerima bagian keuntungan dan proporsinya tidak sebanding,” tegas Sobikin.

Untuk itu, kata dia, sudah saatnya Pemkab untuk lebih inovatif berupaya menjadikan Ketep Pass lepas dari bayangan Pemerintah Provinsi. Hal itu bisa dilakukan dengan meminta fasilitas dari Kemendagri untuk memproses agar Pemerintah Provinsi mau melepaskan aset yang ada di Ketep Pass sehingga nantinya ada kemandirian dalam pengelolaannya.

“Atau seandainya upaya pelepasan aset dari Pemerintah Provinsi tidak berhasil perlu ada perubahan MoU yang mengatur pasal pembagian keuntungan,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi II Grengseng Pamudji menambahkan program pariwisata harus berkesinambungan dan melibatkan masyarakat luas dalam pelaksanaannya. Dia mendorong supaya Pemkab Magelang memperbanyak even untuk memperlama tinggal wisatawan.

“Pada tahun depan kita menyetujui anggaran cukup besar untuk even-even kepariwisataan. Kita berharap dikelola dengan maksimal dengan target dan capaian yang terukur. Misal dari mana saja wisatawan yang datang juga berapa lama mereka tinggal,” ungkapnya.

Grengseng mengatakan di Kabupaten Magelang banyak even budaya yang bisa mendukung kepariwisataan. Pemkab Magelang, katanya, cukup melakukan pendampingan kepada masyarakat yang telah memiliki kegiatan yang besar.

“Banyak kegiatan-kegiatan dari masyarakat yang justru boomingnya luar biasa. Itu di luar pemerintah. Kita harap pemerintah justru lebih baik dalam membuat evennya. (even) Masyarakat yang sudah ada jangan dihilangkan tapi dilakukan pendampingan,” tegasnya.

Hibatun Wafiroh, anggota Komisi II menambahkan pihaknya juga berharap Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga melakukan revolusi mental para pegawai yang menjaga destinasi wisata khususnya yang dikelola pemerintah. Menurutnya, sikap memiliki belum tercermin dari para pegawai tersebut.

Sebut saja, dia melihat beberapa objek wisata tidak terawat dengan baik. Kamar mandi tidak berfungsi sebagaimana mestinya. “Harusnya ada sikap handarbaeni yang dimiliki oleh setiap pegawai di destinasi wisata. Tidak hanya bertugas menjual tiket saja,” harap dia.

Selain itu, dia berharap program-program pembangunan di kawasan wisata juga didorong. Akses menuju lokasi wisata dan sarana prasarana harus terus ditingkatkan. “Jangan sampai destinasi wisata justru meninggalkan kesan yang tidak baik. Sapta pesona ini harus benar-benar didapatkan oleh wisatawan saat berkunjung ke Magelang. Salah satunya berkesan baik,” tegas dia. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Festival Olahraga Anak Hadir di Semarang

SEMARANG - Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Semarang, akhir pekan ini akan mengikuti aktivitas seru. DBL Indonesia bekerjasama dengan Antangin Junior menggelar...

Ketua DPRD Ajak Masyarakat Gunakan Medsos

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat membuat arus informasi terkadang tidak terkontrol dan membahayakan. Termasuk fenomena media sosial (medsos). Banyak komunitas...

Prihatin, Bayi Langsung Diberi Susu Formula

Kesadaran para ibu memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif buat buah hati mereka memang sedang meningkat. Kita dapat dengan mudah menemukan grup-grup pro ASI...

Peserta BPJS Baru Capai 50 Persen

KENDAL—Peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Kendal masih tergolong rendah. Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ungaran di Kendal, Peni Suryanti, peserta BPJS Kesehatan di Kendal...

Pemda Jangan Lepas Tangan Masalah TKI

WONOSOBO – Perlindungan terhadap TKI di Indonesia masih butuh perbaikan. Salah satunya dengan mengubah Undang-Undang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri (PTILN). Proses...

Februari, MAJT-TV Diluncurkan

SEMARANG – Televisi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) atau MAJT-TV segera direalisasikan. Rencananya, paling lambat awal Februari MAJT-TV sudah mengudara untuk kepentingan syiar Islam...