33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Media Cergam Tingkatkan Membaca Siswa

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

MEDIA buku cerita bergambar (cergam) sangat cocok untuk diterapkan pada siswa sekolah dasar (SD) terutama kelas 1 dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca permulaan, karena pelajaran permulaan kelas 1 SD merupakan awal siswa mengenal simbol-simbol dan mengalihkodekannya menjadi bermakna. Tetapi jika anak tidak dapat melakukannya, maka proses pembelajaran akan terhambat. Membaca merupakan syarat utama dalam pembelajaran yang harus dipenuhi apalagi pada kelas pemula.

Buku cergam merupakan cerita yang mengajarkan anak sesuatu hal. Seperti gosok gigi sebelum tidur, rajin belajar, membantu orang tua, dan lain sebagainya. Dengan adanya hal tersebut, buku cerita bergambar juga menjadi sarana pembelajaran yang efektif bagi siswa. Gambar pada buku cerita bergambar ini bertujuan untuk memberikan imajinasi atau gambaran visual kepada siswa. Hal tersebut dimaksudkan anak akan lebih cepat menyerap dan memahami cerita yang terkandung dalam buku. Hal ini disebabkan siswa usia dini masih dalam tahap berimajinasi yang sesuai gambar.

Sejalan dengan hal tersebut, gambar bisa diartikan segala sesuatu yang diwujudkan secara visual ke dalam bentuk dua dimensin sebagai hasil perasaan dan pikiran. Gambar dapat dipergunakan sebagai media dalam penyelenggaraan proses pendidikan, sehingga memungkinkan terjadinya proses belajar-mengajar. Pemilihan gambar untuk siswa pemula tentunya haruslah tepat, menarik, dan dapat merangsang siswa untuk belajar.

Media gambar yang menarik, akan menarik perhatian siswa dan menjadikan siswa memberikan respons awal terhadap proses pembelajaran. Media gambar yang digunakan dalam pembelajaran akan diingat lebih lama oleh siswa, karena bentuknya yang konkret dan tidak bersifat abstrak. Media ini pas sekali buat siswa membaca pemula.

Membaca permulaan merupakan salah satu aspek keterampilan bahasa yang diperuntukkan bagi siswa kelas awal. Akhadiah (dalam Resmini, 2006:108), mengemukakan bahwa permulaan membaca hanya berlangsung dua tahun, yakni kelas 1 dan kelas 2 SD. Bagi siswa kelas 1 dan kelas 2 tersebut, membaca merupakan kegiatan belajar mengenal bahasa tulis.

Pembelajaran membaca di kelas rendah merupakan membaca tahap awal, kemampuan membaca yang diperoleh di kelas rendah terutama di kelas 1 SD akan menjadi dasar pembelajaran di kelas-kelas berikutnya.

Anak usia SD berada pada tahap operasional konkret. Hal ini menunjukkan bahwa anak sangat menyukai benda-benda yang nyata. Di samping itu, anak juga memiliki daya fantasi yang sangat tinggi. Berdasarkan asumsi tersebut, agar lebih menarik dan menumbuhkan motivasi anak terhadap sesuatu hal, diperlukan media yang dapat menyalurkan imajinasi yang kreatif pada anak.

Dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas sering dijumpai masalah, antara lain cara mengajar guru yang menganggap siswa hanya sebuah benda yang hanya dapat menerima pelajaran dari gurunya saja. Selain sangat banyaknya bahan pelajaran yang harus dipelajari siswa, guru juga kurang terbiasa menggunakan media-media pembelajaran yang bervariasi.

Padahal seorang guru harus kreatif dalam menyelenggarakan proses pembelajaran, baik itu dari segi materi, metode maupun media yang digunakan harus menarik agar dapat menarik minat siswa untuk giat belajar di sekolah khususnya dalam membaca.

Di samping itu, kesulitan anak dalam berbahasa juga menjadi suatu masalah yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan. Karena seperti yang telah kita ketahui bahwa bahasa adalah dasar komunikasi utama pada manusia. Jika anak kesulitan dalam berbahasa, maka akan mengalami kesulitan dalam memahami suatu konsep atau dalam mengungkapkan perasaan dan pikirannya. Bahasa juga merupakan alat utama dalam belajar membaca.

Dalam proses belajar mengajar di kelas guru memegang peranan yang sangat penting. Para siswa tetap memerlukan bimbingan dan arahan untuk dapat belajar dengan baik. Selain itu, media pembelajaran yang bervariasi dapat membantu siswa mengembalikan semangat belajarnya. Media pembelajaran yang bervariasi membuat para siswa tertarik dan tertantang untuk mengikuti proses pembelajaran tanpa membuat siswa tersebut jenuh dan bosan dalam mengikuti proses belajar mengajar tersebut.

Oleh karena itu, variasi media pembelajaran di sekolah dasar sangat diperlukan, apalagi keadaan siswa SD yang pola pikirnya masih bersifat konkret dan masih senang bermain, sangat cocok diterapkan media pembelajaran yang bervariasi. Para guru hendaknya membuat pembelajaran jadi bermakna dan semua siswa aktif dalam mengikuti proses belajar-mengajar, jangan gurunya saja yang aktif. (*/aro)

Guru MIN Kwangen, Gemolong, Sragen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dibanjiri Sampah Perusahaan

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Jumlah perusahaan di Kabupaten Semarang mencapai ratusan. Karena itu, sampah yang dihasilkan, perlu diimbangi pengelolaan yang baik sehingga ekosistem alam tetap...

Kabupaten Kampar Ingin Tiru KIK

KENDAL–Bupati Kabupaten Kampar Provinsi Riau, Aziz Zaenal ingin mendirikan kawasan industri di wilayahnya sebagaimana Kawasan Industri Kendal (KIK). Mengingat, Kampar memiliki kebun kelapa sawit...

Zaenudin Kembangkan Batik Tiga Negeri Wonopringgo

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Ketika menyebutkan batik tiga negeri, tidak semua orang tahu dan mengenal jenis batik ini. Karena batik ini merupakan salah satu masterpiece...

Kuncinya, Penguasaan Pada Budaya Lokal

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG–Perkembangan teknologi dan informasi memberikan ruang keanekaragaman budaya semakin lebih dekat. Bahkan, seolah menyatu. Kendati demikian, kedekatan budaya tidak bisa terlepas dari komunikasi...

Bersihkan Diri sebelum Nyepi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Di tengah rintik hujan, ribuan umat Hindu Kota Semarang dan sekitarnya mengikuti prosesi ibadah melasti di Pantai Marina Semarang, Minggu (11/3) pagi. Upacara...

Mahmudin, Jalan Kaki dari Wonosobo ke Jakarta untuk Bertemu Presiden Jokowi

Kecintaan Mahmudin terhadap Presiden Joko Widodo terlampau tinggi. Warga Dusun Gondoran RT 3/ RW 5, Desa Mlandi, Garung, Wonosobo, itu, kemarin memulai perjalanan kaki...