KETAT: Atlet xiangqi Jateng, Dwi Kurnia Pravitasari (kiri) bertemu atlet xiangqi Bali, Paramitha Dewi pada babak pertama kejurnas xiangqi di Hotel Gets Jalan MT Haryono, kemarin. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KETAT: Atlet xiangqi Jateng, Dwi Kurnia Pravitasari (kiri) bertemu atlet xiangqi Bali, Paramitha Dewi pada babak pertama kejurnas xiangqi di Hotel Gets Jalan MT Haryono, kemarin. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tim Jawa Tengah menerjunkan dua tim senior putra dan satu tim Junior di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Xiangqi, yang saat ini tengah berlangsung di Kota Semarang.

“Sebagai tuan rumah Jawa Tengah adalah menjadi tuan rumah, sehingga berhak mengikutsertakan dua tim untuk senior,’’ kata Manager tim xiangqi Jateng Tina Suryani, kemarin.

Untuk tim I senior putra ada Ali, Edy Sugiarto, dan Cholid Sidik. Sedangan di tim II ada Yochan, Sintoro, dan Nugroho Setyo Wibowo. Sedangkan untuk tim putri diperkuat oleh Dwi Kurnia Pravitasari, Angelli Putri Insan, dan Jesssica Aline Mulyono.“Diharapkan pada Kejurnas ini Jateng sebagai tuan rumah tentunya memiliki peluang yang besar untuk menjadi juara,” katanya

Tim Jateng sendiri, tambahnya, mewaspadai kekuatan tim lain terutama dari tim Sumut, Riau dan Jawa Timur. Pasalnya ketiga tim tersebut menerjunkan atlet-atlet berpengalaman. Terlebih Jawa Timur merupakan juara bertahan tiga kali berturut-turut tahun 2014, 2015, dan 2016.“Tetapi hal itu tidak masalah, karena anak-anak bermain secara all-out dan maksimal serta bersemangat sekali.” imbuhnya.

Kejurnas xiangqi tahun 2017 diikuti oleh sembilan Provinsi, meliputi Sumatera Utara, Bangka Belitung, Jambi, Riau, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Mereka akan bertanding dalam olahraga catur cina (catur gajah) sistem swiss tujuh babak, yang dimulai Rabu (15/11) pagi ini hingga Jumat (17/11) malam.

Sebelumnya dalam pembukaan Kejurnas ditandai dengan penyerahan trofi bergilir dari Ketua Umum PB Pexi Anton Gozelie kepada Ketua Umum Pexi Jawa Tengah Bambang Wuragil, serta penghargaan kepada pendiri Pexi, Brigjen TNI Teddy Yusuf sebagai Bapak Xiangqi Indonesia, dan pemberian penghargaan kepada pembina Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) Jawa Tengah, Sulolipu. Pada awal terbentuknya Persatuan Xiangqi Indonesia, olahraga xiangqi menginduk kepada organisasi Percasi. Dalam perkembangannya xiangqi kemudian dikembangkan menjadi cabang olahraga sendiri di bawah Pexi. (hid/bas)