32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Buruh Tuntut UMK Rp 2.272.912

DEMAK– Para buruh yang tergabung dalam aliansi Gebrak menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten, Jalan Kiai Singkil, Kota Demak, Kamis (16/11). Mereka menuntut upah minimum kabupaten (UMK) Rp 2.272.912.

Mereka membawa sejumlah atribut berisi tuntutan. Seperti “Pengusaha tanpa buruh mati kutu”, “Hapus tenaga kontrak”, “Tolak PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan”, “Tegakkan hukum ketenagakerjaan dan lainnya”.

Ketua Gebrak, Jangkar Puspito menegaskan, mestinya angka UMK dari bupati sudah dikirimkan ke Gubernur Jateng. Dengan demikian, dapat diketahui berapa yang diusulkan Pemkab Demak.

“Sampai sekarang ini kita belum mengetahui berapa UMK yang diusulkan,” katanya.

Ketua Serikat Pekerja (SPN), Selamet menambahkan, angka kebutuhan hidup layak (KHL) yang dipegang Apindo adalah KHL 2015. Padahal, kata dia, angka atau nilai KHL sekarang sudah berubah dan tidak sesuai dengan kebutuhan sehari hari kaum buruh.

“Ini kita sampaikan karena faktanya KHL memang sudah tidak sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Perwakilan buruh kemarin akhirnya ditemui oleh Staf Ahli Bupati bidang Kesra, Mudiyanto dan Heru Dewi Asiyanto. Pemkab sendiri belum bisa memberikan kepastian soal UMK Demak 2018. Sebab, Kepala Dinas Tenaga Kerja Eko Pringgolaksito sedang di Gubernuran.

“Kita belum bisa menjawab karena selaku leading sektor kepala Dinas Tenaga Kerja masih di Semarang dipanggil Gubernur. Karena itu, aspirasi kita tampung dulu, ” ujar Mudiyanto.

Sedianya, para perwakilan buruh akan ditemukan dengan Dinas Tenaga Kerja pekan depan untuk audiensi. Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan melalui Kabagops Kompol Sutomo mengatakan, untuk kelancaran unjukrasa buruh ini pihaknya mengawal agar tidak terjadi anaskistis. “Kita kerahkan personel kepolisian untuk menjaga demo agar tetap aman dan terkendali,” ujarnya. (hib/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here