33 C
Semarang
Sabtu, 26 September 2020

Proyek Johar Baru Dipastikan Molor

Kontraktor Pesimistis Selasaikan 31 Desember

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG- Pembangunan Pasar Johar Baru di lahan eks Kanjengan dipastikan bakal molor. Meski pembangunan pasar yang dibiayai Kementerian Perdagangan senilai Rp 93 miliar itu dilakukan 24 jam nonstop setiap hari, namun kontraktor PT Sinar Cerah Sempurna pesimistis bisa mengejar target selesai pada 31 Desember 2017 mendatang.

“Kontraktor menyatakan tidak bisa menyelesaikan pembangunan 100 persen hingga Desember 2017. Mereka hanya bisa menyelesaikan sekitar 87 persen. Tentunya, kami prihatin karena harapannya bisa selesai 100 persen hingga Desember,” kata Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet, saat meninjau lokasi pembangunan Pasar Johar Baru di lahan eks Kanjengan, Rabu (15/11).

Dikatakannya, jika pembangunan di lahan eks Kanjengan ini tidak bisa diselesaikan, maka akan berdampak molornya rangkaian proses pembangunan yang lain. “Kalau ini molor, maka semuanya juga ikut molor, karena ini program berkelanjutan. Ternyata tidak bisa diselesaikan 100 persen hingga 31 Desember,” ujar Agus.

Menurut Agus, program pemerintah mengenai pembangunan Pasar Johar Baru di lahan eks Kanjengan ini menggunakan anggaran bantuan dari pemerintah pusat, yakni Kementerian Perdagangan senilai Rp 93 miliar.

“Sesuai kontrak harus diselesaikan hingga 31 Desember. Saya tadi sudah menanyakan kalau ditambah tenaga kerja bagaimana, mereka menjawab ‘tidak bisa pak, tidak memungkinkan karena luasan lahan minim. Kapasitas untuk alat berat sudah maksimal’. Mereka sudah tidak sanggup 100 persen,” tegasnya.

Pihaknya menginginkan agar pembangunan ini bisa selesai sesuai dengan target. Karena pembangunan Pasar Johar Baru ini telah dinanti oleh masyarakat dan ribuan pedagang. “Kan sudah lama, hampir tiga tahun tidak ada pembangunan. Nah, tahun ini dilakukan pembangunan. Harapan kami ya proses ini bisa berjalan lancar sesuai target-target yang ditentukan. Sehingga masyarakat yang sudah menunggu sejak lama ini akan tambah lama menunggunya kalau pekerjaannya tidak selesai tepat waktu. Otomatis, kalau pembangunan tidak selesai, targetnya mundur lagi,” katanya.

Belum lagi, lanjut dia, Pasar Yaik Baru nanti juga akan dilakukan relokasi. Pihaknya mengaku belum melihat progres persiapan relokasi Pasar Yaik Baru. “Kami belum mengecek proses pembangunan tempat relokasi tahap II di MAJT. Kalau itu juga tambah molor kan juga tambah lebih lama lagi,” ujarnya.

Mengenai keberadaan para pedagang di sekitar lokasi pembangunan Blok F yang masih beraktivitas, pihaknya mengharapkan agar pedagang untuk memahami dan mendukung pembangunan di lahan Kanjengan tersebut.

“Tapi, kami juga memahami pedagang, karena itu kan milik mereka sendiri. Mereka cari uang, bekerja di tempat mereka sendiri. Kami minta untuk berhati-hati saja, karena ada aktivitas pembangunan dan banyak alat berat yang membahayakan,” katanya.

Hal yang lebih mengkhawatirkan dan menegangkan dalam proses pembangunan Pasar Johar di lahan eks Kanjengan ini adalah masih belum jelasnya aturannya, apakah proses pengerjaan bisa diperpanjang atau tidak. Sebab, belakangan baru diketahui adanya perbedaan pemahaman antara Pemkot Semarang dan Kementerian Perdagangan mengenai aturan perpanjangan pengerjaan pembangunan tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, menjelaskan, proses pembangunan ini memiliki alokasi waktu yang sangat mepet. “Anggaran dari pemerintah pusat turunnya pada September, kami melelangkan satu bulan, kemudian melakukan kontrak pada 30 Oktober 2017. Memang untuk 100 persen hingga Desember kelihatannya berat. Kami sudah komunikasi dengan kontraktor, hingga 31 Desember mendatang hanya bisa diselesaikan 84,56 persen,” bebernya.

Pihaknya juga mengaku telah konsultasi dengan pihak Kementerian Perdagangan. Ada dua opsi, yakni berhenti di 31 Desember 2017 atau diperpanjang di Januari 2018. Sebab, dalam hal ini masih ada penafsiran berbeda terkait perpanjangan waktu pembangunan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 243/PMK.05/2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 194/PMK.05/2014 tentang Pelaksanaan Anggaran Dalam Rangka Penyelesaian Pekerjaan Yang Tidak Terselesaikan Sampai dengan Akhir Tahun Anggaran.

“Intinya, perpanjangan waktu itu dalam persepsi kami dilakukan pada awal tahun 2018. Ternyata dari kementerian ada yang menafsirkan bahwa perpanjangan waktu hanya dilakukan di dalam waktu tahun yang sama. Sehingga besok kami akan ke sana lagi untuk menyamakan persepsi,” kata Fajar.

Seandainya bisa perpanjangan waktu, lanjut dia, kontraktor bisa menyelesaikan pada 28 Januari 2018. “Termasuk selesai arsitektur. Sehingga tinggal ditempati pedagang. Tetapi apabila tidak, maka hingga Desember hanya 85 persen. Ini masih wajar karena ini pekerjaan sudah 24 jam setiap hari, alat berat luar biasa hingga 5 alat. Aktivitas truk setiap hari rutin hampir tanpa jeda membuang lumpur. Sudah maksimal, karena dalam kondisi luas tanah 50 x 50 meter persegi, sehingga posisi tempat sudah terlalu rapat,” ujarnya.

Sementara itu, pelaksana kontraktor PT Sinar Cerah Sempurna, Diyanto, mengatakan bahwa pihaknya saat ini telah bekerja keras untuk mengejar target 31 Desember 2017. “Kami bekerja 24 jam nonstop setiap hari. Ada pergantian shift untuk tenaga dan operator alat untuk mencapai target. Tetapi sesuai perkiraan penghitungan, hanya bisa mencapai 85 persen di 31 Desember mendatang,” katanya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...