33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Magelang Siaga Darurat Bencana

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

MUNGKID—Bencana longsor dan angin puting beliung yang terjadi dalam kurun waktu seminggu terakhir ini, membuat Pemkab Magelang menerbitkan status tanggap darurat bencana. Status ini diberlakukan sampai beberapa bulan kedepan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Susanto menyampaikan, status darurat bencana diterbitkan menyusul banyaknya bencana yang terjadi. “Melihat situasi dan kondisi kebencanaan yang meningkat belakangan, maka atas petunjuk Bupati Magelang, Pemkab menetapkan status tanggap bencana,” kata Edi. Kata Edi, dalam sepekan ini, terjadi sejumlah bencana alam. Mulai longsor dan angin kencang. Karena itu, BPBD menyiagakan satgas penanggulangan bencana lebih banyak dari biasanya. “Kami juga telah melakukan pemetaan kebencanaan.”

Dikatakan, daerah yang rawan bencana, antara lain, Kecamatan Borobudur, Kecamatan Salaman, dan Kecamatan Kaliangkrik. Juga Kecamatan Tempuran dan Kecamatan Windusari. “Kawasan di perbukitan Menoreh dan lereng pegunungan, baik Sumbing, Merbabu atau Merapi, memang rawan longsor, namun juga bisa terjadi di daerah lain,” tuturnya.

Pada November ini saja, BPBD mencatat telah terjadi bencana longsor sebanyak tujuh kali. Terpantau di i Tempuran, Pakis, Srumbung, hingga Sawangan. Bencana angin kencang menyebabkan beberapa titik pohon tumbang di Kecamatan Borobudur. “Masyarakat kami imbau waspada dan siaga, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan bencana.”

Seperti diberitakan koran ini, awal pekan ini, satu rumah warga dan dua jalan desa tertimbun material longsoran. Yakni di Kecamatan Tempuran, Kecamatan Pakis, dan Kecamatan Sawangan. Seluruh kejadian longsor, dipicu hujan deras. Salah satu korban longsor, Maesaroh, warga Pakis, mengaku berhasil selamat dari longsor yang menimpa rumahnya. (vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bimbingan dan Konseling lewat Medsos

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi  sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia dalam berbagai aspek kehidupan, bahkan tak dapat dipisahkan lagi dari kehidupan sehari – hari....

Kekurangan Tempat Rapat

TEMANGGUNG - Pembangunan tahap III Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Temanggung resmi dimulai dengan pelaksana PT Graha Indah KSO, PT Revinda Gemilang...

Wasit Jangan Memihak Magelang

MAGELANG -  Delapan belas tim tenis lapangan dari berbagai daerah di wilayah Jateng & DIY mengikuti kejuaraan tenis lapangan beregu putra Wali Kota Magelang...

Bangun ’Masjid’ Dari 6.274 Botol Bekas

SEMARANG — Kreatif, manajemen Star Hotel membuat replika masjid dari 6.274 botol bekas air mineral. Tidak sekadar sebagai pajangan, namun replika masjid tersebut juga...

Tiga Kasus Difteri, Seorang Meninggal

SEMARANG-Sepanjang 2017, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menemukan sedikitnya tiga kasus difteri positif yang tersebar di tiga kota/kabupaten, yakni Kota Semarang, Karanganyar dan Kendal....

Bolos, 6 Siswa Diciduk

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) unit Linmas Kota Magelang berhasil menciduk 6 pelajar SMP yang kedapatan membolos, Senin (29/1). “Personel...