31 C
Semarang
Sabtu, 28 November 2020

Angkat Kisah Guru Teladan dan Konsep Tut Wuri Handayani

Tiga Siswa SMAN 1 Wonosobo Siap Ikuti Kompetisi Film Pendek di Jepang

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Tiga siswa SMA Negeri 1 Wonosobo mewakili Indonesia untuk mengikuti ajang Asian International Children’s Film Festival di Jepang dalam perhelatan Japan East Asia Network of Exchange for Students and Youth (Jenesys) 2017. Mereka akan membawa karya film pendek berjudul ‘Push Me Up!’. Seperti apa?

AJIE MAHENDRA

ALIF Kamal Jauhari, Firda Azizah, dan Muhammad Raihan telah siap terbang ke Jepang. Mereka akan bersaing Dengan belasan perwakilan dari negara-negara di Asia untuk memperebutkan gelar juara Jenesys 2017. Mereka berjanji akan membawa nama harum Indonesia dalam event tingkat Asia tersebut.

Kamal menceritakan, film garapannya menceritakan tentang kehidupan sosok guru teladan. Guru tersebut diceritakan mampu memahami bahwa setiap siswa memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, memiliki kompetensi akademik berbeda-beda, sehingga dia tidak memaksakan pendidikan sesuai keinginannya.

“Inti dari film ini adalah bagaimana guru tidak memperlakukan siswanya secara sama dan menghukum jika siswa lemah dalam salah satu mata pelajaran. Siswa memiliki potensi dan kemampuan masing-masing yang harus didorong dan dikembangkan sesuai kemampuannya itu,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Semarang setelah meminta doa restu Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di ruang kerja gubernur, Rabu (15/11).

Film berdurasi tiga menit tersebut menceritakan seorang siswa yang sering membolos jam pelajaran olahraga. Dia lebih senang pergi mencari objek yang bagus untuk difoto. Siswa itu ternyata sangat mencintai dunia fotografi.

“Saat gurunya tahu, guru tersebut tidak marah, karena siswa itu sering membolos. Justru dia mendukung dan meminta agar siswanya itu menekuni hobinya. Ending-nya, siswa tersebut berhasil menjuarai lomba fotografi dan membanggakan sekolahnya,” terangnya.

Firda menambahkan, ide membuat film itu muncul dari konsep Tut Wuri Handayani. Yakni, tentang bagaimana seorang guru mampu menjadi pendidik sekaligus pemberi semangat dan dorongan dalam mengembangkan bakat dan minat setiap anak didiknya. “Tut Wuri Handayani kan Indonesia banget. Semoga saja bisa menang,” harapnya.

Gubernur Ganjar pun mengapresiasi dan bangga ada tiga siswa dari Jateng yang mengikuti ajang internasional itu. “Saya sangat mengapresiasi dan bangga ada anak-anak Jateng yang berprestasi. Saya doakan semoga sukses dan menjadi pemenang,” katanya.

Dia mengatakan, peran anak muda untuk memajukan bangsa bisa dilakukan dari banyak cara. Salah satunya berkarya di dunia seni, dengan membuat film-film berkualitas yang sarat akan pesan moral. “Jangan hanya di Jepang saja, setelah ini kalian harus tetap berkarya menciptakan film-film yang berkualitas,” harapnya.

Menurut Ganjar, di tengah maraknya penyalahgunaan teknologi, merebaknya isu hoax serta film-film yang kurang mendidik, harus ada anak muda yang tampil menjadi sineas andal. Ia berharap, ketiga siswa asal Wonosobo tersebut mampu menjadi bagian untuk memperbaiki kondisi itu. “Ini harus dilanjutkan, film dengan pesan moral harus terus diproduksi. Jangan khawatir, karena menjadi seniman di dunia industri kreatif saat ini juga merupakan profesi yang menjanjikan,” tegasnya. (*/aro)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...