33 C
Semarang
Selasa, 20 Oktober 2020

Angkat Batik Semarangan Agar Tak Tertinggal

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG – Keberadaan Batik Semarangan hingga kini terbilang stagnan. Konsumen batik lebih mengenal Batik Lasem, Solo, Pekalongan dan Jogjakarta. Meski sebetulnya Batik Semarangan memiliki ciri khas khusus, tetapi sejauh ini belum tergarap secara maksimal.  Saat ini, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang sedang berupaya menyusun program untuk mengangkat Batik Semarangan agar tak tertinggal. Di antaranya melalui program One Village One Product (OVOP).

“Ini merupakan tindak lanjut kegiatan kompetisi motif Batik Semarangan yang digelar beberapa waktu lalu. Kami berkomitmen mengembangkan Batik Semarang. Di antaranya dengan fokus memberikan pelatihan secara intens kepada pengrajin batik,” kata Kepala Dinas Koperasi dan Mikro, Litani Satyawati, Rabu (15/11).

Dikatakannya, program OVOP dilakukan agar Batik Semarangan bisa lebih dikembangkan. Sehingga menjadi produk unggulan di Kota Semarang. “Kami ingin Batik Semarangan nantinya menjadi sumber kebanggaan di Kota Semarang. Kami melihat beberapa waktu lalu, telah muncul berbagai jenis inovasi desain motif batik oleh peserta. Sehingga ini menarik untuk dikembangkan,” katanya.

Selain untuk memberi motivasi kepada para pengrajin batik di Kota Semarang, pihaknya juga menata strategi agar bagimana para pengrajin batik mampu melakukan eksplorasi motif batik khas Kota Semarang, sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. “Memang setiap pengrajin sudah semestinya memiliki kreativitas tanpa meninggalkan ciri khas, termasuk meningkatkan kualitas. Bagaiman agar mampu munculkan ragam motif batik, kami merencanakan akan menggelar lomba desain batik secara rutin,” kata dia.

Budayawan, Jongkie Tio sebelumnya mengatakan, desain Batik Semarangan dipengaruhi oleh budaya pendatang. Terutama didominasi budaya Tionghoa. Di era Kerajaan Mataram, pelabuhan di Semarang menjadi sasaran bersandar kapal-kapal dagang dari Tionghoa. Selain Tionghoa, ada juga keterlibatan budaya dari bangsa Arab. Bahkan di beberapa motif, ditemukan sedikit pengaruh Indo-Belanda.

Meski begitu, bagi Jongkie, batik Semarang bukan tanpa ciri khas. Zaman dulu, batik Semarang selalu membubuhkan pola flora –terutama bunga– dan perkutut. Ada juga pegunungan. “Nyaris sama dengan batik Pekalongan atau Lasem. Istilahnya motif pesisir,” kata dia. (amu/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...