24 C
Semarang
Senin, 19 April 2021

Pembelajaran Bahasa Jawa dengan Kartu Kata

spot_img
spot_img

Pembelajaran Bahasa Jawa saat ini mengalami proses metamorphosis. Termasuk pemilihan dan penguasaan kosa kata (diksi) Bahasa Jawa merupakan salah satu momok yang menakutkan bagi siswa. Hal ini disebabkan banyaknya dialek yang berbeda antardaerah. Untuk itu, guru harus mempunyai teknik jitu agar siswa mudah memahami materi perbendaharaan kosa kata Bahasa Jawa tersebut.

Guru sebagai dalang dalam pembelajaran harus pandai menarik perhatian siswa. Siswa akan lebih mudah memahami materi pelajaran kalau dirinya merasa suka dengan gaya guru mengajar. Selain model,  metode,  dan alat pembelajaran yang menarik, media pembelajaran merupakan faktor penentu dalam penyajian pembelajaran. Media merupakan sarana fisik yang dapat membantu terjadinya proses belajar. Segala sesuatu yang dapat merangsang pikiran, perasaan serta keterampilan siswa yang mendorong terjadinya proses pembelajaran.

Dalam memilih media pembelajaran perlu disesuaikan dengan kebutuhan, situasi, dan kondisi. Salah satu media pembelajaran kosa kata adalah  kartu kata berpasangan. Kartu kata (chart) berpasangan merupakan salah satu media visual yang mudah dan murah. Dengan menggunakan media yang menarik, siswa akan merasa betah mengikuti pelajaran. Media ini biasa digunakan untuk mengajarkan materi  kata-kata sukar dalam bacaan, tembang ataupun geguritan (puisi Jawa). Selain mudah juga murah, kosa kata berpasangan bisa digunakan di sekolah perkotaan  maupun pedesaan.

Dinamai kartu kata berpasangan karena kartu kata ini ada pasangannya (jodohnya). Setiap satu soal kata (A) dibuatkan pasangan kartu yang merupakan jawabannya (B). Sehingga jumlah kartu A dan kartu B selalu sama. Kartu tersebut lebih praktis ketika digunakan oleh siswa di kelas.

Bermain kartu kata berpasangan tentunya menarik buat siswa. Siswa tidak tegang, seru juga menumbuhkan rasa keingintahuan yang tinggi. Selain itu juga menumbuhkan kemandirian dalam proses belajar.

Kartu kata berpasangan dibuat cantik dan menarik. Kertas yang digunakan harus mencolok (asturo, buffalo) dipotong persegi panjang ukuran 8 cm x 20 cm. Warna kartu kata A dan B harus berbeda. Dengan perbedaan warna tersebut, siswa akan mudah memilih jawaban yang dikehendaki.

Demikian juga  bentuk tulisan harus berbeda antara kartu A dan B. Kalau kartu A tegak berdiri, kartu B dicetak miring atau sebaliknya. Dengan tulisan yang berbeda siswa tidak akan terkecoh antara soal dan jawaban. Huruf dibuat besar dan jelas. Tulisan diketik komputer. Lalu diprint dengan kertas HVS. Selanjutnya dipotong dan ditempel di kertas asturo atau buffalo yang telah disiapkan. Kalau sudah selesai dipotong sesuai ukuran yang telah ditetapkan.

Selain itu kita juga harus menyiapkan kain flanel sebagai tempat untuk menempel kartu kata berpasangan. Atau bisa juga kertas manila yang telah ditempel dobel tape sebagai bahan perekat. Jumlah yang dibutuhkan sesuai jumlah kelompok setiap kelas.

Menyenangkan

Keuntungan pembelajaran bermain kartu kata berpasangan adalah belajar dengan bermain itu menyenangkan siswa. Semua siswa terlibat aktif dan mempunyai tanggung jawab yang sama. Dengan kartu kata berpasangan siswa tidak begitu kesulitan mencari jawaban. Situasi kelas menjadi hidup dan bersemangat. Langkah-langkah pembelajaran kartu kata berpasangan disesuaikan dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat. Sesuai kurikulum 2013 proses belajar-mengajar harus dapat membentuk perilaku saintifik, perilaku sosial, serta mengembangkan rasa keingintahuan.

Permainan kartu kata berpasangan dapat memberikan  situasi pembelajaran yang santai dan menyenangkan. Siswa dengan aktif dilibatkan dan dituntut untuk memberikan tanggapan. Guru benar-benar berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran. Siswa merasa lebih senang karena ada suasana menyenangkan, bahkan kelas tercipta sedemikian rupa sehingga terkesan santai tapi serius. Hal ini juga  dapat merangsang stimulus siswa, sehingga aktif dalam pembelajaran.

Guru merupakan faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Keberhasilan guru didukung pula oleh banyak faktor. Untuk itu,  guru harus selalu memunculkan ide-ide cemerlang demi anak didik kita. Keberhasilan pendidikan  ada di tangan guru. Sehingga minat belajar siswa meningkat sesuai target yang diharapkan. (*/aro)

Guru SMP Negeri 1 Mojotengah, Wonosobo

spot_img

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here