Magelang Siaga Darurat Bencana

  • Bagikan
EDI SUSANTO (Kepala BPBD Kab. Magelang)
EDI SUSANTO (Kepala BPBD Kab. Magelang)

MUNGKID—Bencana longsor dan angin puting beliung yang terjadi dalam kurun waktu seminggu terakhir ini, membuat Pemkab Magelang menerbitkan status tanggap darurat bencana. Status ini diberlakukan sampai beberapa bulan kedepan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Susanto menyampaikan, status darurat bencana diterbitkan menyusul banyaknya bencana yang terjadi. “Melihat situasi dan kondisi kebencanaan yang meningkat belakangan, maka atas petunjuk Bupati Magelang, Pemkab menetapkan status tanggap bencana,” kata Edi. Kata Edi, dalam sepekan ini, terjadi sejumlah bencana alam. Mulai longsor dan angin kencang. Karena itu, BPBD menyiagakan satgas penanggulangan bencana lebih banyak dari biasanya. “Kami juga telah melakukan pemetaan kebencanaan.”

Dikatakan, daerah yang rawan bencana, antara lain, Kecamatan Borobudur, Kecamatan Salaman, dan Kecamatan Kaliangkrik. Juga Kecamatan Tempuran dan Kecamatan Windusari. “Kawasan di perbukitan Menoreh dan lereng pegunungan, baik Sumbing, Merbabu atau Merapi, memang rawan longsor, namun juga bisa terjadi di daerah lain,” tuturnya.

Pada November ini saja, BPBD mencatat telah terjadi bencana longsor sebanyak tujuh kali. Terpantau di i Tempuran, Pakis, Srumbung, hingga Sawangan. Bencana angin kencang menyebabkan beberapa titik pohon tumbang di Kecamatan Borobudur. “Masyarakat kami imbau waspada dan siaga, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan bencana.”

Seperti diberitakan koran ini, awal pekan ini, satu rumah warga dan dua jalan desa tertimbun material longsoran. Yakni di Kecamatan Tempuran, Kecamatan Pakis, dan Kecamatan Sawangan. Seluruh kejadian longsor, dipicu hujan deras. Salah satu korban longsor, Maesaroh, warga Pakis, mengaku berhasil selamat dari longsor yang menimpa rumahnya. (vie/isk)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *