32 C
Semarang
Selasa, 22 Juni 2021

10 Sanggar Tari Jateng Peringati Mpu Tari

SEMARANG – Forum Silaturahmi Sanggar Tari (FSST) Jateng menggeber Gelar Karya Pahlawan Tari untuk mengenang karya Mpu Tari yang selama ini menjadi inspirasi bagi banyak sanggar tari. Event akbar yang bakal diikuti seluruh sanggar tari di Jateng itu digelar di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Sabtu (18/11) mendatang.

Kepala TBJT, Djoko Witjaksono, mengatakan pihaknya merasa perlu terlibat dalam upaya mengenang Mpu tari yang ada di Jateng. Oleh karenanya, TBJT memfasilitasi helatan tersebut. Baginya, Gelar Karya Pahlawan Tari ini perlu diangkat, supaya para Mpu yang telah menyumbangkan karya mereka terus diingat generasi selanjutnya.

“Kami rasa ini adalah acara yang penting. Banyak MPU yang telah menyumbangkan karya mereka dan menginspirasi banyak penari. Kami rencanakan supaya kegiatan tersebut dapat digelar berkala,” katanya, Rabu (15/11).

Sementara itu, sesepuh FSST, ST. Wiyono mengatakan bahwa dalam helatan ini melibatkan sedikitnya sepuluh sanggar tari di Jateng. Diantaranya, lanjut dia, Sanggar Greget, Sanggar Moncar, Sanggar Satria, WO Sriwedari, Sanggar Kembang Lawu, Sanggar Kusuma Ratih, Pagutri, Griya Seni Kasunarnan, Sanggar Gedong Kuning,  dan Studio Taksu. Menurut Wiyono, hal ini adalah ajang bagi para penari. Dengan demikian, lanjut dia, FSST menjadi tempat berkumpul pelatih dan penari, sehingga para penari bisa mendapatkan pengetahuan lebih.

“Salah satunya, dapat kami wujudkan dengan Gelar Karya Pahlawan Tari ini. Ini yang perlu diangkat dan diteruskan, karena sanggar tari merupakan soko guru kesenian, khususnya di Jawa Tengah,” jelasnya.

Pengasuh Sanggar Greget Semarang, Yoyok Bambang Priyambodo menambahkan, kalau penghargaan terhadap para MPU tari, yakni, Sunarno, S Maridi, Suwoko, S Ngaliman, dan Rusman. Yoyok menilai kontribusi para tokoh tari sedemikian hebat sehingga mampu mengenalkan kesenian Indonesia pada dunia. Hal itu, lanjut dia, tak luput dari dedikasi dan konsistensi para Mpu dalam berkarya.

Karya-karya para Mpu tersebut, lanjutnya bisa memberikan gebrakan bagi perkembangan pada kesenian tari di Jateng. “Itulah yang kami maknai mereka sebagai seorang pahlawan dalam bidang seni tari. Dan kesenian adalah motor bagi pariwisata Indonesia,” tegasnya. (amh/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here