33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Ratusan Penari Pentaskan Topeng Ireng

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

MAGELANG – Ratusan penari dadakan dari institusi pendidikan dan organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kota Magelang beradu luwes membawakan tari topeng ireng di Alun-alun Kota Magelang, Selasa (14/11). Mereka mengikuti Lomba Kesenian Tari Topeng dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, Hari Korpri ke-46, dan HUT ke-72 PGRI.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Magelang Agus Sujito menjelaskan, lomba seperti ini sudah rutin dilaksanakan setiap tahun. Namun kali ini berbeda dengan melombakan tari topeng ireng. Tahun lalu digelar lomba geguritan dan macapat. “Lomba kesenian dalam rangka untuk mengangkat budaya daerah,” jelas Agus.

Kasi Pembinaan SMP Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Kota Magelang Indah Ekawati menambahkan, untuk peserta Lomba Tari Topeng Ireng adalah siswa tingkat SD, SMP, MKKNP, perwakilan MKKS, SMA/SMK, dan OPD. “Untuk peserta OPD sendiri perwakilan dari Dinas Pendidikan, Satpol PP, Dasperindam. Jumlah peserta Lomba Tari Topeng terdiri dari SMP 14 kelompok, OPD 10 kelompok, dan SD 24 kelompok,” jelas Indah.

Salah satu peserta dari SMPN 2 Kota Magelang Maghfiroh mengatakan, persiapan menghadapi lomba ini termasuk mepet. Ia harus melalui tahap seleksi dari pihak sekolah. “Dari ratusan yang diseleksi, yang diambil berjumlah 15 orang, 10 perempuan dan 5 laki-laki. Untuk latihan sendiri diadakan setiap hari, selesai sekolah sampai pukul 5 sore,” jelas Maghfiroh.

Peserta lainnya dari SMPN 1 Kota Magelang Desta Wulandari mengaku sudah berlatih sangat keras. “Latihan selama satu minggu full setiap hari selama 2-3 jam dengan dilatih oleh Pak Handoko, pelatih Tari. Untuk peserta dari sekolah, dipilih dan diseleksi terlebih dahulu, jadi tidak sembarang siswa bisa ikut lomba ini,” kata Desta. (cr3/mg11/mg12)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kecelakaan Kerja Turun Drastis

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Jumlah kecelakaan kerja di Jateng selama 2017 menurun drastis disbanding tahun sebelumnya. Yaitu sebanyak 1.400 kejadian. Padahal, 2015 lalu mencapai sekitar...

Kebanyakan yang Beli Ibu-Ibu Muda

Penjualan alat dan obat untuk meningkatkan gairah seks ataupun kejantanan kini marak di Kota Semarang. Mereka menawarkan produk yang sebagian besar barang impor tersebut....

Jalur BRT Perlu Dikaji Ulang

SEMARANG – Bus Rapid Transit (BRT) Koridor V dan VI yang baru saja diluncurkan beberapa hari lalu mendapat sorotan. Beberapa titik jalur BRT baru...

Pemkot Bagikan THR Rp 15 Miliar

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Pemkot Salatiga  mencairkan tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri 1439 H untuk aparatur sipil negara (ASN) bersamaan dengan pembayaran gaji periode...

Lebaran, Puskesmas Bisa Kurang Dokter

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Jumlah dokter di bakal kurang saat Lebaran. Sebab, mereka harus merangkap pekerjaan di posko kesehatan di sejumlah titik jalur mudik. Kepala Dinas...

Pentingnya Guru Digital di Zaman Now

RADARSEMARANG.COM - GURU digital adalah sosok guru yang dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya erat dengan dunia digital seperti internet dan penggunaan program aplikasi....