33 C
Semarang
Sabtu, 26 September 2020

Mahasiswa Tewas Tertimbun Longsor

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

UNGARAN – Sebuah talut setinggi lima meter jebol dan menimpa asrama mahasiswa Teologia Sangkakala di Desa Sumogawe di Kecamatan Getasan. Akibat peristiwa tersebut satu orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka.

Camat Getasan, Gustomo Hartanto mengatakan jika jebolnya talut sudah terjadi sejak Senin (13/11) tengah malam. Hal itu disebabkan tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari ini.

“Talut yang jebol ini menyangga gedung serbaguna di atasnya yang masih dalam tahap pembangunan,” katanya, Selasa (14/11). Selain karena hujan, jebolnya talut diduga disebabkan kesalahan konstruksi bangunan.

Dugaan adanya kesalahan konstruksi bangunan mencuat setelah pihaknya melihat posisi talut terlalu tinggi. Selain itu besi beton untuk talut juga terlalu kecil, sehingga cuma menumpang.

“Bangunan (talut) tidak pakai cakar ayam, mungkin tidak dikasih ventilasi untuk pembuangan air jadi tidak kuat menahan beban air dan tanah itu mengakibatkan longsor,” katanya.

Akibatnya seorang mahasiswi bernama Resy, yang berasal dari Kalimantan Tengah tewas akibat tertimpa reruntuhan. Selain korban meninggal, dua orang mengalami luka-luka yang saat ini mereka dirawat di rumah sakit.

Hingga Selasa (14/11) siang, posisi korban meninggal masih terjebak di dalam reruntuhan. Karena banyaknya material reruntuhan, proses evakuasi korban harus menggunakan alat berat. Selain warga dan pihak kepolisian, proses evakuasi juga melibatkan beberapa anggota TNI.

Evakuasi manual tidak memungkinkan karena posisi talud masih membahayakan. Sementara itu asrama mahasiswa dikosongkan dan seluruh mahasiswa dipindahkan ke ruang kelas dan aula.

Dari hasil olah TKP sementara pihak Polres Semarang, diduga ada unsur kelalaian dalam proses pembangunan talud tersebut. Saat olah TKP tersebut petugas dari Satreskrim Polres Semarang melakukan pengukuran spesisifikasi bangunan talut.

“Petugas masih menyelidiki dan mengumpulkan bukti-bukti terkait,” ujar Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Yusi Andi Sukmana. Dikatakan Yusi, saat evakuasi satu korban meninggal dunia masih tertimbun di reruntuhan bangunan.

Talut tersebut memiliki panjang hingga seratus meter dan tinggi lima meter. Petugas, lanjutnya, masih menyelidiki adanya unsur kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang akibat jebolnya talud tersebut. (ewb/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...